SerambiMuslim.com – Hari kiamat merupakan janji Allah SWT yang pasti terjadi dan menandai berakhirnya kehidupan alam semesta.
Waktu terjadinya kiamat menjadi rahasia Allah SWT. Namun, Rasulullah SAW telah menyampaikan sejumlah tanda kedatangannya.
Tanda tersebut menjadi peringatan agar umat manusia memperbaiki diri. Umat Islam juga dianjurkan memperkuat ketaatan dan keimanan kepada Allah SWT.
Dalam ajaran Islam, tanda-tanda kiamat secara umum terbagi menjadi dua kategori. Keduanya adalah tanda kiamat kecil (shughra) dan tanda kiamat besar (kubra).
Perbedaan Tanda Kiamat Shughra dan Kubra
Mengutip buku “Nihayatul ‘Alam” karya Dr. Muhammad al-‘Areifi dan tulisan Prof. Dr. H. Munawir K. dari UIN Alauddin, tanda kiamat terbagi dalam dua fase.
1. Tanda Kiamat Kecil atau Shughra
Tanda kiamat kecil muncul lebih awal dan berlangsung secara bertahap dalam waktu panjang.
Sebagian tanda disebut telah terjadi sejak masa Rasulullah SAW dan para sahabat.
Sebagian lainnya terus berlangsung hingga kehidupan modern. Salah satunya adalah fenomena berlomba membangun gedung tinggi dan megah.
2. Tanda Kiamat Besar atau Kubra
Tanda kiamat besar merupakan peristiwa luar biasa menjelang kehancuran alam semesta. Peristiwa tersebut akan muncul secara berurutan dan berlangsung dalam waktu berdekatan.
Dalam kitab An-Nihayah karya Ibnu Katsir dan buku “Huru-Hara Hari Kiamat”, terdapat riwayat tentang tanda tersebut.
Riwayat tersebut berasal dari Abu Syarihah Hudzaifah bin Usaid RA. Rasulullah SAW bersabda:
“Kiamat tidak akan terjadi sebelum kamu melihat sepuluh tanda: terbitnya matahari dari barat, asap (dukhan), keluar binatang melata (dabbah), keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, turunnya Nabi Isa bin Maryam, munculnya Dajjal, tiga kali gempa (di timur, barat, dan Jazirah Arab), serta keluarnya api dari jurang di Aden yang menggiring manusia atau mengumpulkan manusia. Api itu menginap bersama mereka di malam hari, dan tetap menyala menunggui tidur mereka di siang hari.” (HR. Muslim)
Tanda Kiamat Kecil yang Disebut Telah Terjadi
Berdasarkan rangkuman dari sejumlah sumber dan riwayat hadits, terdapat banyak tanda kiamat kecil.
Berikut sejumlah tanda yang disebut telah terjadi atau dapat disaksikan dalam kehidupan masyarakat:
- Diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai rasul terakhir
- Wafatnya Nabi Muhammad SAW
- Terbelahnya bulan sebagai mukjizat pada masa Rasulullah SAW
- Wafatnya para sahabat Nabi SAW
- Penaklukan Mesir oleh pasukan Muslim
- Runtuhnya Kekaisaran Persia dan Romawi
- Wafatnya Khalifah Umar bin Khattab RA karena dibunuh
- Fitnah terhadap Khalifah Utsman bin Affan RA hingga beliau gugur
- Berakhirnya masa kekhalifahan selama 30 tahun setelah wafatnya Rasulullah SAW
- Perdamaian dua kelompok Muslim melalui Hasan bin Ali RA
- Meluasnya kekuasaan Islam hingga India dan Sungai Indus
- Peperangan antara kaum Muslimin dan bangsa Turki
- Munculnya api besar di wilayah Hijaz
- Penaklukan Baitul Maqdis atau Yerusalem
- Merebaknya wabah penyakit yang menelan banyak korban
- Munculnya berbagai fitnah dan kekacauan
- Berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi
- Pecahnya perang saudara di antara kaum Muslimin
- Munculnya kelompok Khawarij
- Bermunculannya nabi palsu setelah Rasulullah SAW wafat
- Datangnya masa keamanan dan kemakmuran harta
- Munculnya pemimpin dari kalangan orang yang belum matang
- Terjadinya pertempuran lanjutan dengan bangsa Turki
- Munculnya pemimpin zalim yang menindas rakyat
- Maraknya pembunuhan tanpa alasan jelas atau al-haraj
- Berkurangnya kejujuran dan amanah
- Umat Islam mengikuti gaya hidup bangsa-bangsa terdahulu
- Budak wanita melahirkan tuannya
- Munculnya fenomena wanita berpakaian tetapi terlihat seperti telanjang
- Orang miskin berlomba membangun gedung tinggi dan megah
- Salam hanya diberikan kepada orang yang dikenal
- Aktivitas perdagangan dan pasar berkembang pesat
- Istri ikut mendominasi urusan perdagangan suami
- Monopoli pasar oleh kelompok tertentu
- Kebohongan dan dusta menjadi kebiasaan
- Banyaknya kesaksian palsu dalam kehidupan sosial dan hukum
- Merebaknya sifat kikir dan enggan berbagi
- Terputusnya hubungan silaturahmi keluarga
- Maksiat dilakukan secara terang-terangan
- Orang jujur dituduh berdusta, sementara pendusta dipercaya
- Orang fasik menduduki posisi terhormat
- Masyarakat tidak memperhatikan batas halal dan haram
- Harta bersama dikuasai kelompok orang kaya
- Barang titipan dianggap sebagai milik pribadi
- Orang merasa berat mengeluarkan zakat
- Ilmu agama dipelajari demi kepentingan duniawi
- Suami lebih takut kepada istri dibandingkan ibunya
- Teman lebih diutamakan daripada orang tua
- Masjid diwarnai keributan dan hilangnya kekhusyukan
- Orang fasik menguasai pemerintahan
- Kepemimpinan diberikan kepada orang yang tidak kompeten
- Orang zalim dihormati karena ditakuti
- Zina dilakukan tanpa rasa malu
- Laki-laki memakai pakaian sutra secara bebas
- Minuman keras dikonsumsi secara terang-terangan
- Musik dan alat musik diterima secara luas
- Banyak orang mengharapkan kematian karena beratnya kehidupan
- Seseorang beriman pada pagi hari dan kafir pada sore hari
- Masjid dibangun megah tetapi sepi dari jamaah
- Rumah dibangun secara berlebihan dan mewah
- Petir, halilintar, dan bencana alam sering terjadi
- Karya tulis dan literatur tersebar secara masif
- Kelancaran berbicara lebih diandalkan daripada kejujuran
- Buku selain Al-Qur’an lebih banyak dibaca
- Pembaca Al-Qur’an bertambah, sementara ulama sejati berkurang
- Ilmu agama diambil dari orang yang belum matang
- Kematian mendadak semakin banyak terjadi
- Pemimpin jahil yang tidak memahami syariat bermunculan
- Waktu terasa berjalan semakin cepat
- Orang tidak berilmu atau ruwaibidhah berani memberi fatwa
- Orang buruk tabiat menjadi pihak yang paling menikmati dunia
- Masjid tidak lagi diagungkan dan hanya menjadi tempat berlalu
- Mahar pernikahan menjadi murah atau kehilangan nilai
- Barang dan hewan berharga kehilangan nilai pentingnya
- Pasar-pasar dibangun semakin berdekatan
- Umat Islam dikepung dan diserang berbagai bangsa
- Masyarakat saling menunjuk untuk menjadi imam
- Mimpi orang beriman semakin sering menjadi kenyataan
- Penipuan dalam transaksi semakin umum
- Perselisihan mudah terjadi karena masalah sepele
- Gempa bumi sering terjadi di berbagai wilayah
- Jumlah perempuan meningkat dibandingkan laki-laki
- Jumlah laki-laki berkurang akibat berbagai faktor
- Kemaksiatan dilakukan secara terbuka
- Ayat Al-Qur’an diperjualbelikan demi keuntungan materi
- Pola hidup berlebihan memicu masalah berat badan
- Kesaksian orang jujur semakin diabaikan
- Nazar dan janji kepada Allah SWT banyak diabaikan
- Kelompok kuat menindas kelompok yang lemah
- Hukum dan syariat Allah SWT diabaikan
- Populasi bangsa Romawi atau masyarakat Eropa dan Barat bertambah
- Keberadaan bangsa Arab disebut semakin menyusut
Cara Menyikapi Tanda-Tanda Akhir Zaman
Berbagai tanda tersebut tidak seharusnya membuat umat Islam panik atau berputus asa. Sebaliknya, tanda-tanda akhir zaman dapat menjadi momentum untuk melakukan introspeksi diri.
Umat Islam dianjurkan memperkuat keimanan dan memperbaiki kualitas ibadah.
Berikut sejumlah langkah yang dapat dilakukan:
Memperkuat Akidah dan Ilmu Agama
Umat Islam perlu mempelajari ilmu syar’i untuk membedakan kebenaran dan kebatilan. Pengetahuan agama juga penting untuk menghadapi berbagai fitnah akhir zaman.
Meningkatkan Kualitas Ibadah
Menjaga salat menjadi salah satu bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Umat Islam juga dianjurkan memperbanyak zikir dan membaca Al-Qur’an.
Segera Bertaubat
Setiap Muslim dianjurkan segera memohon ampun atas dosa yang dilakukan. Taubat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat.
Menjaga Ukhuwah Islamiyah
Umat Islam juga dianjurkan mempererat persaudaraan dan menjaga silaturahmi. Saling membantu dapat memperkuat hubungan sosial di tengah berbagai tantangan kehidupan.
Pada akhirnya, tanda-tanda kiamat seharusnya menjadi pengingat bagi setiap Muslim.
Hal terpenting bukan menebak waktu kiamat, melainkan mempersiapkan diri dengan iman dan amal saleh. (*)







