SerambiMuslim.com – Isra Miraj dan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan dua peristiwa penting dalam sejarah Islam.
Keduanya berkaitan erat dengan kehidupan Rasulullah SAW dan rutin diperingati umat Islam.
Namun, Isra Miraj dan Maulid Nabi memiliki makna serta latar belakang berbeda. Perbedaan tersebut mencakup pengertian, makna peristiwa, hingga waktu terjadinya.
Berikut penjelasan mengenai perbedaan Isra Miraj dan Maulid Nabi SAW.
1. Perbedaan Pengertian Isra Miraj dan Maulid Nabi
Menurut buku “Isra Miraj” karya Ibnu Hajar Al Asqalani, Isra Miraj merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW.
Perjalanan tersebut dimulai dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjid Al Aqsa di Yerusalem.
Perjalanan dari Makkah menuju Yerusalem tersebut disebut sebagai Isra.
Setelah itu, Rasulullah SAW diangkat menuju langit hingga Sidratul Muntaha. Perjalanan naik tersebut dikenal sebagai Miraj dan berlangsung dalam satu malam.
Miraj berasal dari kata ‘araja, ya’ruju yang berarti naik atau menuju ke atas.
Peristiwa Isra Miraj disebut terjadi sekitar tahun 621 Masehi. Sementara itu, Maulid Nabi merupakan peringatan kelahiran Rasulullah SAW.
Maulid Nabi diperingati setiap 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah. Tanggal tersebut berubah setiap tahun jika dikonversikan ke kalender Masehi.
2. Perbedaan Makna Peristiwa
Isra Miraj memiliki kaitan erat dengan perintah pelaksanaan salat bagi umat Islam. Dalam peristiwa tersebut, Rasulullah SAW menerima perintah salat sebanyak 50 waktu.
Jumlah tersebut kemudian menjadi lima waktu dalam sehari. Salat lima waktu menjadi kewajiban umat Islam hingga sekarang.
Sementara itu, Maulid Nabi merupakan tradisi untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW.
Pada masa Rasulullah SAW, perayaan Maulid Nabi belum menjadi tradisi keagamaan.
Peringatan Maulid Nabi kemudian berkembang pada masa setelah Rasulullah SAW wafat.
Salah satu catatan menyebut tradisi tersebut berkembang pada masa Dinasti Bani Fatimah. Perkembangan tersebut dikaitkan dengan masa pemerintahan Raja Al-Muiz li Dinillah. Masa pemerintahannya berlangsung sekitar 341 hingga 365 Hijriah.
Ahmad Tsauri dalam buku “Sejarah Maulid Nabi” juga membahas sejarah peringatan tersebut. Ia menyebut masyarakat Muslim telah memperingati Maulid sejak tahun kedua Hijriah. Catatan tersebut merujuk pada kitab Wafa’ul Wafa bi Akhbar Darul Mustafa karya Nuruddin.
Peringatan Maulid bertujuan mengingat kembali kehidupan dan akhlak Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW menjadi uswatun hasanah atau teladan yang baik bagi umat Islam.
3. Perbedaan Waktu Terjadinya
Isra Miraj terjadi pada periode akhir kenabian Rasulullah SAW di Makkah. Peristiwa tersebut berlangsung sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah.
Isra Miraj menjadi salah satu perjalanan penting dalam sejarah kehidupan Rasulullah SAW. Peristiwa tersebut juga menjadi momentum penting dalam perjalanan dakwah Rasulullah SAW.
Berbeda dengan Isra Miraj, Maulid Nabi baru menjadi tradisi setelah Rasulullah SAW wafat. Maulid Nabi menjadi momentum umat Islam mengenang kehidupan Rasulullah SAW.
Peringatan tersebut juga menjadi sarana untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.
Kapan Isra Miraj dan Maulid Nabi 2026?
Berdasarkan Kalender Hijriah Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI, Isra Miraj memiliki tanggal berbeda.
Isra Miraj 1447 H jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026. Tanggal tersebut bertepatan dengan 27 Rajab 1447 H.
Sementara itu, Maulid Nabi 1448 H jatuh pada Selasa, 25 Agustus 2026. Tanggal tersebut bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 H.
Dengan demikian, Isra Miraj dan Maulid Nabi memiliki perbedaan mendasar.
Isra Miraj merupakan peristiwa perjalanan Rasulullah SAW dan turunnya perintah salat. Sementara Maulid Nabi merupakan tradisi untuk mengenang kelahiran dan keteladanan Rasulullah SAW. (*)







