SerambiMuslim.com – Gunung menjadi salah satu ciptaan Allah SWT yang banyak disebut dalam Al-Qur’an. Fenomena gunung juga dikaitkan dengan berbagai peristiwa besar menjelang hari kiamat.
Secara alamiah, gunung berapi dapat mengalami erupsi dan memuntahkan berbagai material. Abu vulkanik, lava, awan panas, hingga material lainnya dapat membahayakan manusia.
Saat erupsi terjadi, suara dentuman keras juga kerap terdengar dari kawasan gunung berapi. Hal tersebut dijelaskan dalam buku “Gunung Meletus: Buku Pintar Mengenal Bencana Alam di Indonesia” karya Wahyu Annisha.
Di sisi lain, Al-Qur’an mengajak manusia memperhatikan berbagai tanda kebesaran dan kekuasaan Allah SWT melalui alam semesta.
Gunung bahkan disebut dalam banyak ayat Al-Qur’an. Gunung digambarkan sebagai bagian dari ciptaan Allah SWT yang memiliki peran penting dalam kehidupan di bumi.
Al-Qur’an juga menggambarkan kondisi gunung ketika terjadi berbagai peristiwa besar. Di antaranya gunung yang bergerak, dihancurkan, hingga menjadi seperti bulu yang berhamburan.
Ayat Al-Qur’an tentang Gunung
Berikut sejumlah ayat Al-Qur’an yang menjelaskan kondisi gunung dalam berbagai peristiwa.
1. Surah Al-Muzzammil Ayat 14
يَوْمَ تَرْجُفُ ٱلْأَرْضُ وَٱلْجِبَالُ وَكَانَتِ ٱلْجِبَالُ كَثِيبًا مَّهِيلًا
Arab-latin: Yauma tarjuful-arḍu wal-jibālu wa kānatil-jibālu kaṡībam mahīlā
Artinya: Pada hari bumi dan gunung-gunung berguncangan, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan pasir yang berterbangan.
2. Surah Al-Kahfi Ayat 47
وَيَوْمَ نُسَيِّرُ ٱلْجِبَالَ وَتَرَى ٱلْأَرْضَ بَارِزَةً وَحَشَرْنَٰهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا
Arab-latin: Wa yauma nusayyirul-jibāla wa taral-arḍa bārizataw wa ḥasyarnāhum fa lam nugādir min-hum aḥadā
Artinya: Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak kami tinggalkan seorangpun dari mereka.
3. Surah At-Takwir Ayat 3
وَإِذَا ٱلْجِبَالُ سُيِّرَتْ
Arab-latin: Wa iżal-jibālu suyyirat
Artinya: Dan apabila gunung-gunung dihancurkan,
4. Surah Al-Mursalat Ayat 10
وَإِذَا ٱلْجِبَالُ نُسِفَتْ
Arab-latin: Wa iżal-jibālu nusifat
Artinya: Dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu,
5. Surah Al-Qari’ah Ayat 5
وَتَكُونُ ٱلْجِبَالُ كَٱلْعِهْنِ ٱلْمَنفُوشِ
Arab-latin: Wa takụnul-jibālu kal-‘ihnil-manfụsy
Artinya: Dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.
6. Surah Al-Haqqah Ayat 14
وَحُمِلَتِ ٱلْأَرْضُ وَٱلْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَٰحِدَةً
Arab-latin: Wa ḥumilatil-arḍu wal-jibālu fa dukkatā dakkataw wāḥidah
Artinya: Dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur.
7. Surah Al-Ma’arij Ayat 9
وَتَكُونُ ٱلْجِبَالُ كَٱلْعِهْنِ
Arab-latin: Wa takụnul-jibālu kal-‘ihn
Artinya: Dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang berterbangan).
8. Surah Thaha Ayat 105
وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْجِبَالِ فَقُلْ يَنسِفُهَا رَبِّى نَسْفًا
Arab-latin: Wa yas`alụnaka ‘anil-jibāli fa qul yansifuhā rabbī nasfā
Artinya: Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka katakanlah: “Tuhanku akan menghancurkannya (di hari kiamat) sehancur-hancurnya.
9. Surah An-Naml Ayat 88
وَتَرَى ٱلْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِىَ تَمُرُّ مَرَّ ٱلسَّحَابِ ۚ صُنْعَ ٱللَّهِ ٱلَّذِىٓ أَتْقَنَ كُلَّ شَىْءٍ ۚ إِنَّهُۥ خَبِيرٌۢ بِمَا تَفْعَلُونَ
Arab-latin: Wa taral-jibāla taḥsabuhā jāmidataw wa hiya tamurru marras-saḥāb, ṣun’allāhillażī atqana kulla syaī`, innahụ khabīrum bimā taf’alụn
Artinya: Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
10. Surah Al-A’raf Ayat 171
۞ وَإِذْ نَتَقْنَا ٱلْجَبَلَ فَوْقَهُمْ كَأَنَّهُۥ ظُلَّةٌ وَظَنُّوٓا۟ أَنَّهُۥ وَاقِعٌۢ بِهِمْ خُذُوا۟ مَآ ءَاتَيْنَٰكُم بِقُوَّةٍ وَٱذْكُرُوا۟ مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Arab-latin: Wa iż nataqnal-jabala fauqahum ka`annahụ ẓullatuw wa ẓannū annahụ wāqi’um bihim, khużụ mā ātainākum biquwwatiw ważkurụ mā fīhi la’allakum tattaqụn
Artinya: Dan (ingatlah), ketika Kami mengangkat bukit ke atas mereka seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka yakin bahwa bukit itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami katakan kepada mereka): “Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya supaya kamu menjadi orang-orang yang bertakwa.”
11. Surah Al-Waqi’ah Ayat 5
وَبُسَّتِ ٱلْجِبَالُ بَسًّا
Arab-latin: Wa bussatil-jibālu bassā
Artinya: Dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya,
Gempa Bumi Disebut sebagai Tanda Datangnya Kiamat
Selain gambaran mengenai gunung, sejumlah hadits juga membahas fenomena gempa bumi menjelang hari kiamat.
Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Kiamat tidak akan datang sebelum banyaknya gempa bumi yang terjadi.” (Sahih Bukhari kitab Al-Fitan)
Dalam hadits lain disebutkan, riwayat dari Salmah bin Nufail al-Sukuni beliau berkata:
“Tatkala kami duduk duduk bersama baginda Nabi Muhammad SAW…(lalu beliau menyebutkan hadits selengkapnya, yang antaranya ialah:
“Dan di hadapan hari kiamat akan terjadi peristiwa kematian massal di mana banyak fenomena ‘kota mati’ atau ‘kota tanpa penghuni’, lalu setelah itu banyak gempa bumi banyak terjadi selama beberapa tahun. ” (Musnad Ahmad)
Ibnu Hajar berkata, “Peristiwa gempa bumi telah pun banyak terjadi di negeri negeri bagian utara, timur dan barat. Namun yang dimaksud ‘banyaknya peristiwa gempa bumi’ dalam hadits itu ialah gempa yang merata, dan berkesinambungan tiada henti.” ( Kitab Fath Al-Bary)
Pendapat Ibnu Hajar dikukuhkan oleh sebuah hadits riwayat Abdullah bin Hawwalah ia berkata:
Rasulullah SAW meletakkan kedua tangannya di atas kepalaku lalu bersabda:
“Hai Ibnu Hawwalah! Jika khilafah telah meluas ke tanah suci, maka mara petaka, bencana, gempa bumi dan peristiwa peristiwa besar telah dekat. Dan pada hari itu, kiamat telah mendekat, bahkan ia lebih dekat dari jarak antara kedua tanganku ini dan kepalamu.” (Musnad Ahmad). (*)







