SerambiMuslim.com – Kehilangan barang berharga dapat membuat seseorang panik dan sulit berpikir jernih. Islam mengajarkan umatnya untuk tetap tenang sambil melakukan ikhtiar.
Seorang Muslim juga dianjurkan memanjatkan doa ketika kehilangan barang. Doa menjadi bentuk permohonan kepada Allah SWT agar barang tersebut ditemukan kembali.
Keyakinan tersebut berlandaskan kesadaran bahwa rezeki setiap makhluk telah dijamin Allah SWT. Hal itu ditegaskan dalam surah Hud ayat 6.
Allah SWT berfirman:
وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ
Artinya: “Tidak satu pun hewan yang bergerak di atas bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauhulmahfuz).”
Karena itu, ketika barang hilang, seorang Muslim tidak dianjurkan larut dalam kepanikan. Ikhtiar dapat dilakukan dengan mencari barang secara teliti dan memanjatkan doa.
Doa Kehilangan Barang
Mengutip buku Selesaikan Segala Resahmu dengan Doa dan Munajat karya Salman Al Farisi, terdapat doa untuk barang hilang.
Bacaan tersebut dapat diamalkan sebagai berikut:
اَللّٰهُمَّ يَارِبِّ الضَّآلَّةِ وَيَاهَادِيًا مِنَ الضَّلاَلَةِ رُدَّ ضَآ لَّتِىْ
Latin: Allahumma ya ribbadh dhallati wa ya hadiyan minadh dhallati rudda dhallati
Artinya: “Ya Allah, wahai Tuhan dari sesuatu yang hilang, Tuhan yang menunjukkan dari kesesatan, kembalikanlah barangku yang hilang.”
Selain itu, terdapat doa yang diriwayatkan dari Ibnu Umar RA melalui Umar bin Katsir. Riwayat tersebut disebutkan dalam al-Mushannaf karya Ibnu Abi Syaibah.
Bacaan doanya sebagai berikut:
يَا هَادِيَ الضَّال، وَرَادَّ الضَّالَة ارْدُدْ عَلَيَّ ضَالَتِي بِعِزَّتِكَ وَسُلْطَانِكَ فَإِنَّهاَ مِنْ عَطَائِكَ وَفَضْلِكَ
Latin: Ya hadiyadh dhala wa riyadh dhalat urdu ‘alayya dhalati bi’izzatika wa sulthanika fainnaha min ‘athaika wa fadhlika
Artinya: “Ya Allah, Dzat yang melimpahkan hidayah bagi orang yang sesat, yang mengembalikan barang yang hilang. Kembalikanlah barangku yang hilang dengan kuasa dan kekuasaan-Mu. Sesungguhnya barang itu adalah bagian dari anugerah dan pemberian-Mu.”
Doa Kehilangan Barang dari Sayid Utsman bin Yahya
Sayid Utsman bin Yahya juga mengajarkan doa ketika seseorang kehilangan barang.
Doa tersebut tercantum dalam Maslakul Akhyar sebagai berikut:
اَللّٰهُمَّ يَا جَامِعَ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيْهِ، اِجْمَعْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ ضَالَّتِيْ فِيْ خَيْرٍ وَعَافِيَةٍ
Latin: Allahumma ya jami’an nasi liyaumin la raiba fih ijma’ baini wa baina dhallati fi khairin wa ‘afiyatin
Artinya: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhan yang mengumpulkan semua manusia di hari yang tiada ragu lagi padanya. Pertemukan aku dan barangku yang hilang dengan kebaikan dan ‘afiyah.”
Doa Memohon Kemudahan
Selain doa khusus kehilangan barang, seorang Muslim juga dapat memohon kemudahan kepada Allah SWT.
Dikutip dari “Kumpulan Do’a dalam Al-Qur’an” dan Hadits karya Syaikh Said bin Wahf al-Qahthani, terdapat doa berikut:
اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً
Latin: Allahumma la sahla illa ma ja’altahu sahla wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahla
Artinya: “Ya Allah, tidak ada yang mudah kecuali apa yang Engkau mudahkan dan tidak ada yang sulit jika Engkau menghendakinya kemudahan.”
Amalan Saat Kehilangan Barang
Doa dapat dilakukan bersamaan dengan ikhtiar untuk mencari barang yang hilang. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan.
1. Tetap Tenang dan Jangan Panik
Usahakan tetap tenang ketika menyadari barang telah hilang. Pikiran yang lebih tenang membantu mengingat kejadian dengan lebih jelas.
2. Telusuri Kembali Ingatan
Coba ingat kapan terakhir kali barang tersebut terlihat atau digunakan. Ingat pula lokasi terakhir ketika barang masih berada dalam penguasaan.
3. Cari Secara Perlahan
Periksa kembali tempat yang sering digunakan untuk menyimpan barang. Perhatikan pula area yang memungkinkan barang terselip.
4. Bertanya kepada Orang Sekitar
Tanyakan kepada keluarga, rekan kerja, atau orang lain yang berada di lokasi. Bisa saja mereka mengetahui keberadaan barang tersebut.
5. Berdoa dan Bertawakal
Setelah melakukan ikhtiar, seorang Muslim dianjurkan menggantungkan harapannya kepada Allah SWT. Doa menjadi bentuk tawakal setelah usaha dilakukan.
Salat Dua Rakaat Sebelum Berdoa
Dalam riwayat dari Umar bin Katsir melalui Ibnu Umar RA, terdapat amalan sebelum membaca doa kehilangan barang.
Ibnu Umar RA disebut berwudu terlebih dahulu. Setelah itu, ia mengerjakan salat dua rakaat.
Setelah salam, ia mengucapkan syahadat. Kemudian, ia memanjatkan doa kepada Allah SWT.
Al-Baihaqi dalam ad-Da’awat al-Kabir menyebut riwayat tersebut sebagai hadits mauquf.
Hadits mauquf merupakan riwayat yang bersumber dari perkataan atau perbuatan sahabat. Riwayat tersebut dinilai berstatus hasan.
Dengan demikian, ketika kehilangan barang, umat Islam dapat menggabungkan ikhtiar dan doa. Tetap tenang, mencari secara teliti, lalu bertawakal kepada Allah SWT. (*)







