SerambiMuslim.com – Rezeki merupakan ketetapan Allah SWT yang diberikan kepada setiap hamba-Nya. Namun, Islam mengajarkan umatnya untuk tetap berikhtiar dalam menjemput dan melapangkan rezeki.
Ikhtiar tersebut tidak hanya dilakukan melalui usaha lahiriah seperti bekerja. Umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amalan yang menjadi jalan datangnya rezeki dan keberkahan.
Sejumlah amalan pembuka pintu rezeki telah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadis. Amalan tersebut antara lain memperbanyak istigfar, meningkatkan ketakwaan, bersedekah, hingga menyambung silaturahmi.
Merujuk buku Kunci-Kunci Rezeki karya Syaikh Dr. Fadhl Ilahi, terdapat tujuh amalan yang dapat dilakukan untuk memohon kelapangan rezeki.
1. Memperbanyak Istigfar dan Bertaubat
Memperbanyak istigfar bukan hanya menjadi sarana memohon ampun atas dosa. Amalan ini juga disebut sebagai salah satu jalan untuk mendapatkan kelapangan rezeki.
Allah SWT berfirman dalam Surah Nuh ayat 10-12. Ayat tersebut menjelaskan bahwa orang yang memohon ampunan akan mendapatkan berbagai karunia dari Allah SWT.
Karunia tersebut antara lain berupa hujan yang lebat, harta, serta anak-anak.
2. Meningkatkan Ketakwaan kepada Allah
Ketakwaan kepada Allah SWT juga menjadi salah satu amalan untuk mendapatkan jalan keluar dari berbagai kesulitan.
Takwa diwujudkan dengan menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya.
Dalam Surah At-Talaq ayat 2-3, Allah SWT menjanjikan jalan keluar bagi orang-orang yang bertakwa.
Allah SWT juga menjanjikan rezeki kepada mereka dari arah yang tidak disangka-sangka.
3. Memaksimalkan Ibadah kepada Allah
Umat Islam juga dianjurkan memaksimalkan ibadah kepada Allah SWT dengan penuh kekhusyukan.
Ibadah tersebut dapat dilakukan melalui salat fardu tepat waktu, salat Dhuha, hingga salat Tahajud.
Dalam hadis qudsi disebutkan bahwa Allah SWT akan memberikan kecukupan kepada hamba yang fokus beribadah kepada-Nya.
Karena itu, memperbanyak ibadah menjadi salah satu bentuk ikhtiar batin dalam memohon kecukupan rezeki.
4. Bersedekah dan Berinfak di Jalan Allah
Bersedekah dan menginfakkan sebagian harta di jalan Allah SWT juga menjadi amalan yang dianjurkan.
Harta yang dikeluarkan untuk kebaikan tidak dianggap sebagai sesuatu yang mengurangi kekayaan.
Dalam Surah Saba’ ayat 39, Allah SWT menjanjikan penggantian atas harta yang dinafkahkan di jalan-Nya.
Allah SWT merupakan sebaik-baik Pemberi Rezeki bagi seluruh hamba-Nya.
5. Menyambung Tali Silaturahmi
Menjaga hubungan baik dengan keluarga dan kerabat juga termasuk amalan yang dapat menjadi sebab dilapangkannya rezeki.
Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan menyambung tali silaturahmi dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah RA.
“Siapa yang senang untuk dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari)
Hadis tersebut menunjukkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan keluarga dan kerabat.
6. Berbuat Baik kepada Orang-Orang Lemah
Membantu fakir miskin, anak yatim, dan kaum dhuafa juga menjadi salah satu amalan yang dianjurkan.
Perbuatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap orang-orang yang membutuhkan pertolongan.
Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa umat Islam mendapatkan rezeki dan kemenangan karena keberadaan serta doa orang-orang lemah di antara mereka.
Karena itu, membantu kelompok yang membutuhkan dapat menjadi bagian dari ikhtiar seorang muslim dalam mencari keberkahan.
7. Berhijrah di Jalan Allah
Berhijrah di jalan Allah SWT juga disebut sebagai salah satu amalan yang dapat membuka pintu kelapangan hidup.
Hijrah tidak hanya dimaknai sebagai berpindah tempat untuk mencari kebaikan. Hijrah juga dapat dimaknai sebagai meninggalkan perbuatan buruk menuju ketaatan.
Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 100 yang artinya,
“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rizki yang banyak.”
Doa Pembuka Pintu Rezeki
Selain mengamalkan berbagai amalan tersebut, umat Islam juga dapat memanjatkan doa untuk memohon kelapangan dan keberkahan rezeki.
Mengutip buku Kitab Doa Mustajab Terlengkap karya Ustadz H. Amrin Ali Al Kasyaf, terdapat sejumlah doa yang dapat diamalkan sehari-hari.
1. Doa Penarik Rezeki dan Kemudahan
اَللَّهُمَّ يَا غَنِيُّ يَا مُغْنِيْ أَغْنِنِيْ غِنًى أَبَداً وَ يَا عَزِيْزُ يَا مُعِزُّ أَعِزَّنِيْ بِإِعْزَازِ عِزَّةِ قُدْرَتِكَ وَ يَا مُيَسِّرَ اْلأُمُوْرِ يَسِّرْ لِيْ أُمُوْرَ الدُّنْيَا وَ الدِّيْنِ يَا خَيْرَ مَنْ يُرْجَى يَا اَللهُ
Latin: Allahumma ya ghaniyyu yaa mughnii aghninii ghinan abadan wa yaa ‘aziizu yaa mu’izzu a’izzanii bi i’zaazi ‘izzati qudratika wa yaa muyassiral umuuri yassirlii umuuraddunyaa wad diini yaa khaira man yurjaa yaa allaahu.
Artinya: “Ya Allah, Dzat yang Maha Kaya dan yang memberikan kekayaan, berilah kekayaan kepadaku yang abadi. Wahai Dzat yang Maha Mulia yang memberikan kemuliaan, berilah kemuliaan kepadaku dengan kemuliaan kekuasaan-Mu. Wahai Dzat yang memudahkan segala urusan, mudahkanlah bagiku urusan dunia dan agama. Wahai sebaik-baik Dzat yang diharapkan, ya Allah.”
2. Doa Keberkahan dan Tambahan Rezeki
اَللَّهُمَّ زِدْنَا وَلَا تَنْقُصْنَا، وَأَكْرِمْنَا وَلَا تُهِنَّا، وَأَعْطِنَا وَلَا تَحْرِمْنَا، وَآثِرْنَا وَلَا تُؤْثِرْ عَلَيْنَا، وَرْضِنَا وَرْضَ عَنَّا اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي، وَوَسِّعْ لِي فِي دَارِي، وَبَارِكْ لِي فِي رِزْقِي
Latin: Allâhumma zidnâ wa lâ tanqushnâ, wa akrimnâ wa lâ tuhinnâ, wa a’thinâ wa lâ ahrimnâ, wa âtsirnâ wa lâ tu’tsir ‘alainâ, wardhnâ wardha ‘annâ. Allâhumma ashlih lî dînî, wa wassi’ lî fî dârî, wa bârik lî fî rizqî.
Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah nikmat kepada kami dan jangan kurangi, muliakanlah kami dan jangan hinakan kami, berilah kami dan jangan halangi kami, utamakanlah kami dan jangan Engkau tinggalkan (jangan kalahkan/sampingkan kami), ridhailah kami dan ridhai pula (perbuatan) kami. “Ya Allah, perbaikilah agamaku (yang menjadi pokok urusanku), lapangkanlah bagiku pada tempat tinggalku, dan berikanlah keberkahan bagiku dalam rezekiku.”
3. Doa Dijaga dari Kesempitan Rezeki Dunia dan Akhirat
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَرَحْمَفْنِي وَارْزُقْنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي . اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنْ ضِيْقِ الدُّنْيَا وَضِيْقِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Latin: Allahummaghfirli warhamni warzuqni wa’afini wa’fu ‘anni. Allaahumma innii a’uudzubika min dhiiqid-dunyaa wa dhiiqi yaumil-qiyaamah.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, berilah petunjuk kepadaku, berilah rezeki kepadaku, sejahterakanlah aku, maafkanlah aku. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesempitan dunia dan kesempitan hari Kiamat.”
Dengan memperbanyak amalan tersebut, umat Islam dapat terus berikhtiar untuk mendapatkan rezeki yang halal, luas, dan penuh keberkahan.
Ikhtiar lahiriah melalui bekerja dan usaha tetap perlu dilakukan. Pada saat yang sama, ikhtiar batiniah dapat dilakukan dengan meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. (*)







