SerambiMuslim.com – Setiap amal manusia akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT pada hari kiamat.
Dalam proses tersebut, terdapat perkara yang menjadi perhatian utama dalam penghisaban manusia.
Salat menjadi amalan pertama yang dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat. Sementara itu, perkara darah menjadi urusan pertama yang diputuskan di antara sesama manusia.
Dua perkara tersebut menunjukkan pentingnya hubungan manusia dengan Allah dan sesamanya.
Karena itu, umat Islam dianjurkan mempersiapkan amal sebagai bekal menghadapi Yaumul Hisab.
Salat Jadi Amalan Pertama yang Dihisab
Mengutip buku The Miracle of Mizan Keajaiban Amalan dan Doa Penentu Masuk Surga Tanpa Hisab karya Junaidi Ahmad Al Fatti, salat menjadi amalan pertama yang dihisab.
Keterangan tersebut berdasarkan hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah RA.
“Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah salatnya. Maka, jika salatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika salatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari salat wajibnya, maka Allah SWT berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki salat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari salat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya’.” (HR Tirmidzi dan An-Nasa’i)
Hadis tersebut menunjukkan kedudukan penting salat dalam pertanggungjawaban amal seorang muslim.
Kualitas salat menjadi salah satu perkara yang menentukan keberuntungan seorang hamba pada hari kiamat.
Salat Sunnah Menutup Kekurangan Salat Wajib
Dalam buku Amalan yang Paling Dicintai Allah karya Abdul Somad, makna kekurangan salat juga dijelaskan.
Kekurangan tersebut dapat berkaitan dengan bacaan atau gerakan salat yang belum sempurna.
Kekurangan salat wajib kemudian dapat disempurnakan melalui salat sunnah yang dikerjakan semasa hidup.
Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak salat sunnah sebagai penyempurna ibadah wajib.
Beberapa kekurangan dapat berupa tuma’ninah yang belum sempurna atau bacaan yang belum lengkap.
Kurangnya kekhusyukan dalam salat juga menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Darah Jadi Perkara Pertama yang Diputuskan
Selain salat, perkara darah menjadi urusan pertama yang diputuskan di antara manusia.
Perkara tersebut berkaitan dengan bagaimana seseorang memperlakukan dan menjaga hak sesamanya.
Dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata:
“Rasulullah SAW bersabda, ‘Pengadilan yang pertama kali di antara manusia pada hari kiamat ialah berkenaan dengan darah.”
Keterangan tersebut menunjukkan beratnya dosa yang berkaitan dengan pertumpahan darah dan kezaliman terhadap manusia.
Dalam Syarah Hadits Pilihan Bukhari-Muslim karya Abdullah bin Abdurrahman Alu Bassam, penjelasan mengenai perkara tersebut turut disampaikan.
Allah SWT akan menghisab manusia pada hari kiamat dan mengadili mereka dengan keadilan. Pengadilan tersebut dimulai dari bentuk kezaliman yang paling besar.
Pelanggaran terhadap darah termasuk kezaliman besar sehingga perkaranya didahulukan.
Perkara darah dalam konteks tersebut berkaitan dengan kezaliman antarmanusia. Contohnya adalah pembunuhan dan berbagai bentuk pertumpahan darah.
Karena itu, seorang muslim perlu menjaga salat sekaligus menjauhi kezaliman terhadap sesama.
Keduanya menjadi pengingat penting agar manusia mempersiapkan amal sebelum datangnya hari pertanggungjawaban. (*)







