SerambiMuslim.com – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, memastikan kesiapan haji 2026 hampir rampung.
Persiapan operasional pemberangkatan jamaah disebut telah mencapai hampir 100 persen.
“Persiapan operasional terus kami matangkan,” ujar Irfan Yusuf, Sabtu, 28 Maret 2026.
Ia menekankan aspek keamanan dan keselamatan jamaah sebagai prioritas utama. Langkah mitigasi risiko disiapkan secara komprehensif.
Kementerian Haji dan Umrah menargetkan layanan haji berjalan lancar. Penyelenggaraan juga diharapkan bersih dari praktik penyimpangan.
Irfan menilai Jawa Timur memiliki peran strategis dalam pelaksanaan haji. Provinsi tersebut menjadi daerah dengan kuota jamaah terbesar. “Kami menjadikan Jawa Timur sebagai barometer nasional,” ujarnya.
Pengelolaan dana haji juga menjadi perhatian utama pemerintah. Nilai dana haji diperkirakan mencapai Rp18 triliun.
Pemerintah menekankan pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran. Kemenhaj melibatkan aparat penegak hukum dalam pengawasan. Pengawasan dilakukan bersama KPK, Kejaksaan, dan Polri.
Langkah ini untuk memastikan transparansi dalam pengadaan dan keuangan. “Kami melibatkan unsur profesional untuk pengawasan,” kata Irfan.
Kebijakan tersebut disebut sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto. Tujuannya meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan jamaah.
Di sisi lain, pemerintah Arab Saudi memastikan kondisi tetap aman. Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Amudi, menyampaikan jaminan tersebut.
“Kerajaan Arab Saudi, sampai saat ini tetap aman,” ujar Faisal.
Ia menegaskan seluruh persiapan haji berjalan sesuai rencana. “Semuanya akan berjalan lancar,” katanya.
Faisal sebelumnya juga memastikan kesiapan haji tanpa kendala berarti. “Persiapan berjalan lancar dan tidak ada dampak,” ujarnya.
Ia menambahkan penerbangan jamaah tetap berjalan sesuai jadwal. Pemerintah berharap pelaksanaan haji tahun ini berlangsung optimal.
Koordinasi lintas negara terus diperkuat menjelang keberangkatan jamaah. ***







