SerambiMuslim.com – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026, berdasarkan Kalender Hijriah 1447 H versi Kementerian Agama (Kemenag).
Dengan penetapan tersebut, Hari Raya Iduladha diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu bulan istimewa bagi umat Islam. Pada bulan ini, umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah seperti doa, zikir, puasa sunnah, hingga penyembelihan hewan kurban.
Salah satu doa yang dianjurkan dibaca ketika memasuki awal Dzulhijjah adalah:
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ وَالتَّوْفِيقِ لِمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ
Latin: Allahu Akbar, Allahumma ahillahu ‘alainaa bil amni wal iimaan, wassalaamati wal islaam, wat taufiqi limaa yuhibbu rabbunaa wa yardhaa, rabbunaa wa rabbukallah.
Artinya: “Allahu Akbar. Ya Allah, tampakkan hilal kepada kami dengan keamanan, keimanan, keselamatan, Islam, serta taufik untuk menjalankan apa yang Engkau cintai dan ridai. Tuhan kami dan Tuhan kalian adalah Allah.”
Selain doa tersebut, terdapat pula amalan zikir yang diriwayatkan Imam Ath-Thabrani dalam kitab Al-Mu’jam Al-Kabir untuk dibaca pada 10 hari pertama Dzulhijjah:
لَا إِلَهَ إِلّا اللهُ عَدَدَ الدُّهُوْرِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ أَمْوَاجِ البُحُوْرِ، لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ النَّبَاتِ وَالشَّجَرِ، لاَ إِلَه َإِلَّا اللهُ عَدَدَ اْلقَطْرِ وَاْلمَطَرِ، لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ لَمْحِ اْلعُيُوْنِ، لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ خيرٌ مِمَّا يَجْمَعُوْنَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مِنْ يَوْمِنَا هَذاَ إلِىَ يَوْمِ يُنْفَخُ فِي الصُّوْرِ
Latin: Laa ilaaha illallah ‘adadad duhuur, laa ilaaha illallah ‘adada amwaajil buhuur, laa ilaaha illallah ‘adadan nabaati wasy syajar, laa ilaaha illallah ‘adadal qathri wal mathar, laa ilaaha illallah ‘adada lamhil ‘uyuun, laa ilaaha illallah khairum mimmaa yajma’uun, laa ilaaha illallah min yauminaa haadzaa ilaa yaumi yunfakhu fish shuur.
Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah sebanyak hitungan masa, sebanyak ombak lautan, sebanyak tumbuhan dan pepohonan, sebanyak tetesan hujan, sebanyak kedipan mata, dan tiada Tuhan selain Allah yang lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan, sejak hari ini hingga hari ditiupkannya sangkakala.”
Amalan yang Dianjurkan pada Bulan Dzulhijjah
Selain pelaksanaan ibadah haji di Makkah, umat Islam yang tidak menunaikan ibadah haji tetap dianjurkan memperbanyak amalan selama 10 hari pertama Dzulhijjah.
Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain:
1. Puasa Sunnah
Umat Islam dianjurkan melaksanakan puasa sunnah sejak 1 hingga 9 Dzulhijjah, termasuk Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah. Anjuran tersebut termuat dalam sejumlah hadis riwayat Abu Dawud, Muslim, Ahmad, dan Baihaqi.
2. Berkurban
Ibadah kurban dianjurkan bagi Muslim yang mampu, sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Kautsar ayat 2 serta Surah Al-Hajj ayat 34-36. Dalam kitab Al-Majmu’, Imam Nawawi juga mengutip pendapat Imam Syafii yang menyebut kurban sebagai ibadah sunnah muakkadah bagi yang memiliki kemampuan.
3. Memperbanyak Zikir
Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam memperbanyak tahlil, takbir, dan tahmid pada 10 hari pertama Dzulhijjah.
“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan lebih dicintai amal saleh di dalamnya selain 10 hari pertama Dzulhijjah. Maka perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid,” (HR Ahmad).
4. Membaca Takbir
Dalam mazhab Hanbali, takbir mutlak disunnahkan sejak 1 Dzulhijjah dan dapat dibaca kapan saja tanpa terikat waktu shalat wajib.
Sementara dalam mazhab Syafi’i, takbir mutlak dimulai sejak matahari terbenam pada 9 Dzulhijjah atau malam Idul Adha hingga sebelum magrib 13 Dzulhijjah.
Adapun takbir muqayyad dibaca setelah salat fardu mulai malam Idul Adha hingga selesai salat Asar pada 13 Dzulhijjah. ***






