SerambiMuslim.com – Di akhir zaman, umat manusia akan dihadapkan pada berbagai ujian dan cobaan yang datang silih berganti. Cobaan tersebut digambarkan semakin berat, meluas, dan sulit dihindari seiring berjalannya waktu.
Sejumlah hadis menyebutkan bahwa kehidupan manusia di fase tersebut berada dalam kondisi penuh fitnah dan ujian.
Dari sekian banyak fitnah, terdapat satu fitnah terbesar yang disebut paling berbahaya sejak masa Nabi Adam ‘alaihis salam hingga hari kiamat, yaitu fitnah Dajjal. Seluruh nabi diutus dengan peringatan kepada umatnya mengenai bahaya Dajjal.
Nabi Nuh AS telah mengingatkan kaumnya, begitu pula Nabi Musa AS kepada Bani Israil. Nabi Muhammad SAW menjadi nabi yang paling banyak dan paling tegas memperingatkan umatnya tentang fitnah tersebut.
Dalam berbagai riwayat disebutkan, Dajjal akan muncul secara tiba-tiba di tengah manusia ketika mereka berada dalam kondisi lalai. Ia disebut akan muncul dari wilayah antara Syam dan Irak.
Pada masa itu, manusia tidak sepenuhnya melupakan Dajjal, namun mereka lebih sibuk dengan urusan dunia sehingga peringatan tentangnya tidak lagi menjadi perhatian utama.
Dari Ash-Sha‘b bin Jatsamah Al-Laitsi radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:
عن الصعب بن جثَّامة الليثي رَضِيَ اَللَّهُ عَنْه قال: قال النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لا يخرج الدجال حتى يذهل الناس عن ذِكره، وحتى تترك الأئمة خبرهُ على المنابر»
Artinya: “Dajjal tidak akan muncul hingga manusia lalai dari mengingatnya, dan para pemimpin tidak lagi membicarakannya di atas mimbar-mimbar.” (HR Ahmad)
Hadis ini menggambarkan bahwa menjelang kemunculan Dajjal, manusia berada dalam kondisi lalai, sibuk dengan urusan dunia, serta tidak lagi menjadikan peringatan tersebut sebagai perhatian serius. Bahkan, nasihat tentang fitnah Dajjal tidak lagi banyak disampaikan di mimbar-mimbar keagamaan.
Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh An-Nawwas bin Sam‘an Al-Kilabi radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW pernah menjelaskan secara panjang lebar tentang Dajjal hingga para sahabat merasakan ketakutan yang sangat mendalam.
Dalam riwayat tersebut, para sahabat bahkan mengira Dajjal berada sangat dekat dengan mereka karena kuatnya gambaran yang disampaikan Rasulullah.
Ketika melihat perubahan wajah para sahabat, Rasulullah SAW bertanya tentang keadaan mereka. Mereka pun menjawab bahwa penjelasan tentang Dajjal membuat mereka merasa sangat takut.
Beliau kemudian bersabda:
والله لغير الدجال أخوفني عليكم، إن يخرج وأنا فيكم فأنا حجيجهُ، وإن يخرج ولست فيكم فامرؤٌ حجيج نفسه، والله خليفتي على كل مُسلم
Artinya: “Demi Allah, bukan Dajjal yang paling aku khawatirkan atas kalian. Jika ia muncul saat aku masih di tengah kalian, maka aku akan menjadi pelindung kalian. Namun jika ia muncul setelah aku wafat, maka setiap orang harus menjaga dirinya sendiri, dan Allah adalah pelindung bagi setiap Muslim.” (HR Muslim)
Hadis tersebut menunjukkan betapa besar perhatian Rasulullah SAW terhadap keselamatan umatnya dari fitnah Dajjal, meskipun beliau menegaskan bahwa Allah tetap menjadi pelindung utama bagi kaum Muslimin.
Rasulullah juga menekankan bahwa para sahabat menerima nasihat dengan penuh kesungguhan hingga membekas dalam hati mereka. Hal ini berbeda dengan kondisi sebagian manusia setelahnya yang sering kali mudah melupakan nasihat keagamaan setelah meninggalkan majelis.
Selain fitnah Dajjal, Rasulullah juga memperingatkan fitnah lain yang tidak kalah berbahaya, yaitu para pemimpin atau ulama yang menyesatkan umat.
Dalam riwayat Imam Ahmad dari Abu ad-Darda’ RA disebutkan:
ألا أنبئِكم بما هو أخوفني عليكم من فتنة الدجال» قالوا بلى يا رسول الله! قال: «الأئمة المُضلون»
Artinya: “Maukah aku beritahukan kepada kalian sesuatu yang lebih aku khawatirkan daripada fitnah Dajjal? Para sahabat menjawab, ‘Tentu, wahai Rasulullah.’ Beliau bersabda: ‘Para pemimpin yang menyesatkan.’”
Yang dimaksud adalah para tokoh agama atau pemimpin yang menyimpang dari ajaran Islam, baik dengan mengubah kebenaran maupun menyesatkan umat dari jalan yang lurus. Dampaknya tidak hanya merusak individu, tetapi juga meluas kepada masyarakat.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk senantiasa memohon perlindungan kepada Allah dari berbagai fitnah akhir zaman, termasuk fitnah Dajjal, syirik tersembunyi, serta para pemimpin yang menyesatkan.
Semoga Allah SWT menjaga keimanan, meneguhkan hati di atas kebenaran, dan melindungi umat dari segala fitnah yang tampak maupun tersembunyi. ***







