Sertifikasi Halal Antar Ethos Bersaing dengan Merek Global

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi booth Ethos di Forum Ekonomi Regional Jawa 2026. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)

SerambiMuslim.com – PT Ethos Kreatif Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuhan bisnis yang signifikan melalui pemanfaatan teknologi digital dan strategi penguatan kepercayaan konsumen berbasis sertifikasi halal.

Perusahaan asal Jawa Tengah tersebut kini mampu bersaing dengan berbagai merek internasional dalam waktu yang relatif singkat.

Director of Commerce, Corporate Strategy, IT & Operations Support PT Ethos Kreatif Indonesia Andik Duana Putra mengungkapkan salah satu faktor utama keberhasilan perusahaan adalah perubahan cara pandang terhadap sertifikasi halal.

Menurutnya, banyak pelaku usaha, khususnya usaha kecil dan menengah (UKM), masih menganggap sertifikasi halal sebagai beban biaya. Namun, PT Ethos justru memandangnya sebagai investasi jangka panjang untuk membangun kepercayaan pasar.

“Bagi kami, sertifikasi halal adalah investasi kepercayaan. Ini merupakan bentuk transparansi terhadap bahan baku yang kami gunakan dan berikan kepada konsumen,” ujar Andik dalam Forum Ekonomi Regional Jawa 2026 di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Kamis, 4 Juni 2026.

Strategi tersebut diperkuat dengan langkah digitalisasi yang agresif. Salah satu produk unggulan perusahaan, Etawalin, berhasil memperoleh respons positif dari pasar nasional berkat pendekatan pemasaran digital yang masif dan terukur.

Etawalin merupakan produk susu kambing etawa murni yang dipadukan dengan berbagai bahan herbal pilihan. Produk ini menjadi salah satu motor pertumbuhan bisnis perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.

Andik mengungkapkan kampanye digital yang dilakukan perusahaan mampu menghasilkan hingga 1,3 miliar impresi secara nasional.

“Angka tersebut menunjukkan bahwa rata-rata masyarakat Indonesia dapat terpapar edukasi mengenai produk kami sebanyak lima hingga tujuh kali,” katanya.

Tak hanya fokus pada pemasaran, PT Ethos juga membangun ekosistem bisnis yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir. Perusahaan menggandeng ribuan peternak susu kambing dan petani lokal sebagai bagian dari rantai pasok bahan baku.

“Hingga saat ini kami telah menghubungkan ribuan peternak dan petani lokal di berbagai daerah, terutama di wilayah Banyumas dan sekitarnya, untuk tumbuh bersama dalam ekosistem yang berkelanjutan,” ujar Andik.

Dari sisi operasional, PT Ethos didukung lebih dari 1.500 karyawan yang sebagian besar berasal dari kalangan generasi muda. Mereka berperan aktif dalam menjalankan strategi pemasaran digital melalui berbagai platform media sosial dan teknologi kecerdasan buatan (AI).

“Setiap hari tim kami bergerak memanfaatkan TikTok, Facebook, Instagram, serta teknologi AI untuk memperluas edukasi pasar secara cepat dan efektif,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, PT Ethos Kreatif Indonesia turut berpartisipasi dalam Forum Ekonomi Regional Jawa 2026.

Dalam kegiatan tersebut, perusahaan membuka booth khusus untuk memperkenalkan Etawalin kepada para peserta forum. Produk tersebut merupakan kombinasi susu kambing etawa murni dengan racikan herbal seperti jahe, temulawak, kayu manis, serai, dan daun salam.

Kehadiran booth PT Ethos menarik perhatian sejumlah tokoh nasional yang hadir dalam acara tersebut. Salah satunya Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang menyempatkan diri mengunjungi booth perusahaan.

Dalam kunjungannya, Khofifah memberikan apresiasi atas komitmen PT Ethos Kreatif Indonesia dalam mengembangkan industri halal nasional sekaligus memberdayakan peternak dan pelaku usaha lokal.

Dukungan tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus memperluas pasar sekaligus memperkuat posisi produk halal Indonesia di tingkat nasional maupun global. (*)