SerambiMuslim.com – Forum International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Jakarta resmi membentuk The International Assembly of Mosque Imams (IAMI). Organisasi tersebut sekaligus melahirkan Jakarta Understanding yang menegaskan dukungan penuh terhadap hak-hak rakyat Palestina.
Kesepakatan global itu dihadiri para imam besar, mufti, dan delegasi dari 46 negara. Jakarta Understanding juga menegaskan bahwa isu kemanusiaan dan perdamaian global merupakan tanggung jawab bersama.
Tanggung jawab tersebut akan diperjuangkan melalui wadah IAMI. Institusi masjid didorong menjadi jembatan diplomasi keagamaan untuk merajut perbedaan di tingkat internasional.
Menteri Agama sekaligus presiden pertama IAMI, Nasaruddin Umar, menegaskan pentingnya diplomasi keagamaan. Menurutnya, diplomasi tersebut dapat memperkokoh hubungan diplomatik antarnegara.
Ia menyebut komitmen terhadap kemanusiaan dan Palestina menjadi pesan utama para pimpinan agama dunia.
“Melalui Jakarta Understanding, para Imam Besar menyampaikan pesan bahwa perdamaian adalah tanggung jawab bersama umat manusia dan masjid bisa menjadi jembatan yang menghubungkan perbedaan,” ujar Nasaruddin dalam keterangan tertulis, Senin (28/9/2026).
Nasaruddin menambahkan, kesepakatan tersebut juga menegaskan posisi ulama dunia terhadap isu geopolitik di Timur Tengah.
Menurutnya, dukungan terhadap hak-hak rakyat Palestina menjadi bagian dari misi keagamaan global IAMI.
“Jakarta Understanding juga menggarisbawahi bahwa diplomasi keagamaan dapat memperkuat diplomasi antarbangsa, serta menegaskan dukungan penuh terhadap hak rakyat Palestina,” tegasnya.
Di sisi lain, Nasaruddin menekankan bahwa gerakan IAMI berfokus pada nilai kemanusiaan universal dan persatuan.
Ia memastikan IAMI tidak akan terseret dalam agenda politik praktis yang dapat memicu perpecahan.
“Kita tidak akan berbicara politik praktis atau hal-hal yang mengganggu kenyamanan bersama, melainkan menyamakan wawasan bahwa kemanusiaan itu satu. Kita mencontoh Nabi Muhammad SAW yang semasa hidupnya mampu menjembatani semua perbedaan sehingga konflik hilang,” pungkasnya.
Untuk mengawal misi tersebut secara global, IAMI menetapkan Jakarta sebagai pusat administrasi dan sekretariat permanen.
Selain Indonesia, kantor wilayah IAMI berdiri di Kuala Lumpur, Kairo, Nairobi, London, New York, Rio de Janeiro, hingga Canberra.
IAMI akan menjalankan lima pilar utama dalam menjalankan misinya secara global. Fokusnya mencakup keharmonisan masjid, kepemimpinan imam, dan diplomasi keagamaan.
Organisasi tersebut juga akan menjalankan aksi kemanusiaan global. Kehadiran IAMI diharapkan memberikan kontribusi nyata dalam menangani krisis kemanusiaan dan mewujudkan perdamaian. (*)







