SerambiMuslim.com – Allah SWT mengutus para nabi dan rasul kepada umat manusia pada zamannya. Namun, sejumlah nabi diyakini masih hidup hingga sekarang.
Keyakinan tersebut merujuk pada sejumlah riwayat yang mengisahkan kehidupan dan akhir perjalanan para nabi tersebut.
Sebagian nabi disebut diangkat ke langit. Sementara lainnya diyakini masih mengembara di bumi hingga saat ini.
Lantas, siapa saja nabi yang diyakini masih hidup sampai sekarang?
1. Nabi Isa AS
Nabi Isa AS, putra Maryam, diyakini masih hidup hingga sekarang. Allah SWT mengangkat Nabi Isa AS ke langit.
Dalam sejumlah hadits shahih mengenai akhir zaman, Nabi Isa AS disebut akan kembali turun ke bumi.
Kedatangan Nabi Isa AS dikaitkan dengan peristiwa kemunculan Dajjal. Ia kelak akan membunuh Dajjal.
Kemunculan Nabi Isa AS juga menjadi salah satu tanda datangnya hari kiamat.
Diriwayatkan Abu Syuraihah Hudzaifah bin Usaid, ia mengatakan Rasulullah SAW bersabda:
“Kiamat tidak akan terjadi sebelum kalian melihat sepuluh tanda-tandanya: (1) terbitnya matahari dari barat, (2) asap, (3) binatang melata, (4) munculnya Ya’juj dan Ma’juj, (5) keluarnya Dajjal, (6) munculnya Isa bin Maryam, (7) tiga gerhana; gerhana di barat (8) gerhana di timur, (9) gerhana di Jazirah Arab, (10) api yang keluar dari dasar Aden yang menggiring manusia atau mengumpulkan manusia dan bersama mereka di mana saja berada.” (HR Muslim, Ahmad, dan lainnya. Ibnu Katsir mengatakan hadits ini shahih)
2. Nabi Idris AS
Nabi Idris AS disebut sebagai nabi setelah Nabi Adam AS dan Nabi Syits AS.
Menurut Ibnu Katsir dalam Qashashul Anbiya terjemahan Abdullah Haidir, Nabi Idris AS merupakan keturunan Nabi Adam AS.
Allah SWT memberikan kedudukan tinggi dan sifat jujur kepada Nabi Idris AS.
Salah satu kisah populer tentang Nabi Idris AS berkaitan dengan peristiwa pengangkatannya ke langit.
Menurut riwayat yang disampaikan Ibnu Abi Najih dari Mujahid, Nabi Idris AS masih hidup ketika diangkat ke langit.
Dari riwayat tersebut muncul keyakinan bahwa Nabi Idris AS belum meninggal hingga sekarang. Namun, mengenai hal ini terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama.
Pendapat lain mengacu pada riwayat Kaab. Nabi Idris AS disebut diangkat ke langit keempat dalam keadaan hidup. Setelah itu, nyawanya disebut dicabut di tempat tersebut.
Imam Bukhari dan Muslim juga meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bertemu Nabi Idris AS di langit keempat ketika peristiwa Isra Miraj.
Mujahid berpendapat bahwa firman Allah SWT dalam QS Maryam ayat 57 berkaitan dengan pengangkatan Nabi Idris AS.
“Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi”
Menurut pendapat tersebut, Nabi Idris AS diangkat tanpa mengalami kematian. Kondisi tersebut disamakan dengan pengangkatan Nabi Isa AS.
3. Nabi Ilyas AS
Nabi Ilyas AS diutus Allah SWT kepada kaum penyembah berhala di Ba’labak, sebelah barat Damaskus.
Kaum tersebut menyembah berhala bernama Ba’l. Mereka tetap membangkang meski telah mendapatkan dakwah Nabi Ilyas AS. Bahkan, kaum tersebut disebut berencana membunuh sang rasul.
Ada keyakinan bahwa Nabi Ilyas AS masih hidup hingga sekarang.
Keyakinan itu bersandar pada riwayat yang menyebut Nabi Ilyas AS dan Nabi Khidir AS bertemu setiap Ramadan di Baitul Maqdis. Keduanya disebut menunaikan ibadah haji dan meminum air zamzam.
Namun, pendapat tersebut dibantah Ibnu Katsir. Ia menyebut tidak ada satu pun riwayat tersebut yang shahih.
Kisah lainnya berkaitan dengan malaikat maut yang hendak mencabut nyawa Nabi Ilyas AS. Kala itu, Nabi Ilyas AS disebut bersedih dan menangis. Ia khawatir tidak dapat lagi berzikir kepada Allah SWT setelah meninggal.
Dalam kisah tersebut, Allah SWT kemudian memerintahkan malaikat maut menunda pencabutan nyawanya.
Nabi Ilyas AS disebut mendapatkan kesempatan untuk terus berzikir kepada Allah SWT.
4. Nabi Khidir AS
Nabi Khidir AS tidak termasuk dalam 25 nabi dan rasul yang wajib diketahui serta diimani umat Islam. Namun, kisah Nabi Khidir AS sangat populer dalam khazanah Islam. Salah satunya adalah pertemuannya dengan Nabi Musa AS.
Keyakinan mengenai Nabi Khidir AS masih hidup juga berkembang di kalangan ulama dan kaum sufi.
Ibnu Atha’illah as-Sakandari dalam Latha’iful Minan terjemahan Abu Yazid al-Basthomi menyebut adanya kesepakatan para sufi mengenai hal tersebut.
Setiap wali pada setiap zaman disebut pernah bertemu dan mengambil ilmu dari Nabi Khidir AS.
Kabar mengenai hal tersebut sangat terkenal hingga disebut mencapai tingkat mutawatir dan tidak terbantahkan.
Dalam buku “Khidir as. Nabi Misterius, Penguasa Samudra yang Berjalan Secepat Kilat” susunan Mahmud asy-Syafrowi, Nabi Khidir AS disebut masih hidup dengan jasadnya hingga sekarang. Ia disebut baru akan meninggal pada akhir zaman.
Pendapat tersebut disebut sebagai pandangan jumhur ulama, orang-orang saleh, guru tarekat, dan kaum sufi pada umumnya. (*)







