Berita  

Israel Bombardir Lagi RS Indonesia di Gaza

Pemerintah Indonesia mengecam pemasangan spanduk “Rising Lion” oleh pasukan Israel di RS Indonesia Gaza dan menyebutnya sebagai tindakan provokatif. (Foto: Reuters)

SerambiMuslim.com – Empat warga sipil tewas, lainnya terluka, dalam serangan udara Israel di tenda pengungsi Al-Mawasi, Khan Yunis, Senin (5/1/2026) malam waktu setempat.

Peristiwa ini menambah daftar panjang warga Palestina yang tewas sejak gencatan senjata berlaku Oktober 2025 lalu.

Sebelumnya, berdasarkan laporan WAFA, pria Palestina bernama Naji Suleiman Ibrahim Qudaih meninggal karena luka dari serangan udara di Al-Mawasi, Khan Yunis.

Dalam peristiwa kemarin, seorang anak laki-laki berusia 14 tahun menderita luka ringan akibat serangan drone di dekat Bundaran Bani Suheila.

Pesawat tempur Israel menyerang sekitar Rumah Sakit Indonesia, Gaza utara, memicu kepanikan warga sipil dan tenaga medis.

Al-Jazeera melaporkan, di kamp pengungsi Maghazi, Gaza tengah, sebuah rumah runtuh setelah serangan udara, menewaskan dan melukai beberapa warga.

Koresponden melaporkan artileri Israel menghancurkan bangunan di wilayah selatan Khan Yunis dan timur kamp pengungsi Jabaliya, utara Gaza.

Berdasarkan laporan wartawan setempat, pasukan Israel juga menembaki dan menghancurkan rumah di Al-Zaytoun, timur Kota Gaza, termasuk di Sheja’iyya.

Serangan terjadi saat kegiatan hiburan dan dukungan psikologis bagi anak-anak di penampungan dekat Jalur Kuning sehingga memicu kepanikan.

Saksi mata menyebutkan, drone Israel menjatuhkan bahan peledak di beberapa rumah di timur Kota Gaza.

Amjad al-Shawa, kepala Jaringan LSM Palestina, menyatakan sekitar 900.000 pengungsi hidup dalam kondisi buruk di tenda rusak.

“Tenda bukan solusi krisis pengungsian yang berlangsung lebih dari dua tahun di Jalur Gaza,” katanya kepada Al-Jazeera. (*)