Fikih  

Keutamaan Hari Senin dan Kamis, Pintu Ampunan Allah Dibuka

Foto: Int/Ilustrasi

SerambiMuslim.com – Dalam sebuah hadits disebutkan:

أُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلَّا رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ، فَيُقَالُ: أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا.
(HR Muslim)

Artinya:
“Pintu-pintu Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang memiliki permusuhan dengan saudaranya. Lalu dikatakan, ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai,’ diulang tiga kali.”

Buya H. Muhammad Alfis Chaniago dalam Indeks Hadits dan Syarah I menjelaskan bahwa pintu ampunan Allah SWT dibuka setiap hari Senin dan Kamis. Setiap hamba yang memohon ampun kepada Allah pada hari-hari tersebut akan diampuni, selama ia tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu pun. Namun, bagi orang yang bersengketa dengan saudaranya, .

Oleh karena itu, tidak heran Rasulullah SAW menganjurkan untuk memuliakan hari Senin dan Kamis dengan berpuasa. Pada hari-hari tersebut, perbanyaklah amal saleh, bertaubat kepada Allah, dan jauhi perbuatan maksiat agar kita tidak termasuk orang-orang yang merugi.

Dalam Alquran, Allah SWT berfirman:

وَالْعَصْرِۙ إِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍۙ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِࣖ
(QS. Al-‘Ashr: 1-3)

Artinya:
“Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal saleh, saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran.” ***