Menag: Kementerian Agama tidak Boleh Ketinggalan Zaman

Dalam memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan Kementerian Agama harus relevan, adaptif, dan menjaga kerukunan umat beragama. (Foto: Dok Kemenag)

SerambiMuslim.com – Kementerian Agama (Kemenag) memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengingatkan jajarannya agar terus meningkatkan kinerja pelayanan publik.

Menurutnya, Kementerian Agama harus tetap relevan menghadapi dinamika dan perubahan zaman.

“Kementerian Agama tidak boleh ketinggalan zaman,” ujar Menag usai upacara HAB ke-80, Sabtu (3/1/2025).

Ia menegaskan, ajaran agama harus selalu aktual dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. “Ini menjadi tanggung jawab Kementerian Agama,” kata Nasaruddin Umar.

Menag menyampaikan pembaruan pendekatan keagamaan perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Langkah tersebut penting agar nilai agama tetap hidup di tengah perubahan sosial.

“Nilai dan pemahaman keagamaan tidak boleh tertinggal oleh zaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kementerian Agama bertugas mengaktualkan nilai agama agar dirasakan manfaatnya.

Menag juga menyampaikan evaluasi program di tengah keterbatasan anggaran negara. Namun, ia menegaskan kualitas layanan Kementerian Agama tetap terjaga.

Menag mencontohkan capaian pendidikan madrasah sebagai bukti keberhasilan. “Madrasah unggulan kita belum tertandingi sekolah lain,” katanya.

Ia menilai keberhasilan itu dicapai meski anggaran Kementerian Agama relatif terbatas.

Menag turut menyoroti peran Kementerian Agama dalam menjaga kerukunan umat beragama. Ia menyebut indeks kerukunan umat beragama berada pada posisi tertinggi.

“Tantangannya adalah mempertahankan capaian ini,” ujar Menag.

Menurutnya, tanpa kerukunan, kemajuan ekonomi dan teknologi tidak bermakna.

Selain itu, Kementerian Agama aktif menangani persoalan kemanusiaan di wilayah Sumatra. “Kami tidak hanya hadir melalui bantuan materi,” katanya.

Ia menjelaskan, pendampingan spiritual juga diberikan kepada masyarakat terdampak bencana.

“Kami ingin membantu masyarakat menghadapi musibah secara bersama,” pungkasnya.