Berita  

Azab bagi Penyebar dan Pendengar Fitnah

Islam melarang fitnah dan pergunjingan. Nabi Muhammad SAW dan para ulama menegaskan pentingnya menjaga lisan dan kehormatan. (Foto: Ist/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Nabi Muhammad SAW memberikan peringatan tegas tentang bahaya fitnah dalam kehidupan umat Islam.

Menuduh seseorang tanpa bukti kuat termasuk dosa besar yang sangat dikecam dalam ajaran Islam.

Rasulullah SAW menegaskan, pelaku fitnah akan dibukakan kesalahannya, meski bersembunyi di tempat paling tersembunyi.

Cendekiawan Muslim, Dr Muhammad al-Hasyimi, mengingatkan umat agar memperhatikan sabda Rasulullah SAW.

Ketika ditanya tentang Muslim terbaik, Nabi menjawab, “Seseorang yang selamat dari lidah dan tangannya” (Muttafaq’alaih)

Hadis tersebut menegaskan pentingnya menjaga ucapan dan perilaku dalam kehidupan sosial umat Islam.

Umat Islam dianjurkan melawan pergunjingan dan membela kehormatan saudaranya yang tidak hadir.

Rasulullah SAW menjanjikan perlindungan dari siksa neraka bagi mereka yang menjaga kehormatan sesama Muslim.

Ulama terkemuka, Syekh Yusuf al-Qardhawi, menyatakan korban fitnah berhak membela diri secara terbuka.

Ia menegaskan, Allah membolehkan pembelaan tersebut demi menjaga kehormatan dan posisi sosial seseorang.

Menurutnya, mengungkap kesalahan orang lain tidak akan menghilangkan kelemahan manusia.

Perbaikan dilakukan melalui nasihat bijak, ajakan ketaatan, serta larangan maksiat secara santun.

“Pendekatan lembut lebih efektif melunakkan hati dan membuka pikiran,” ujarnya.

Ali bin Abi Thalib RA mengecam keras orang yang membiarkan lisannya menyebarkan keburukan.

Ia berkata, “Penyebar keburukan dan pendengarnya sama-sama menanggung dosa.”

Dr Muhammad al-Hasyimi menilai masyarakat Muslim ideal bersikap bijaksana dan sederhana.

Ia menghindari urusan tidak penting serta menjaga akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

“Itu semua ditujukan untuk menentang fitnah dan untuk memelihara dari dosa menyebarluaskan keburukan orang, apakah ia menjadi dosanya sendiri atau sesuatu yang ia dengar atau lihat pada sebagian orang lain,” ujarnya dalam buku Hidup Saleh Dengan Nilai-Nilai Spiritual Islam.

Umat Islam diminta menghindari mencari kesalahan, memata-matai, serta menyebarkan aib sesama Muslim.