SerambiMuslim.com – Penjualan hewan kurban di Kabupaten Bandung Barat meningkat menjelang Iduladha 1447 Hijriah.
Kenaikan penjualan turut diikuti lonjakan harga sapi dibandingkan tahun sebelumnya.
Peternak asal Cisarua, Gilang Ramadhan, menyebut harga sapi naik Rp2 juta hingga Rp3 juta per ekor.
“Penyebabnya karena harga daging, pakan, dan kondisi ekonomi saat ini,” ujar Gilang, Sabtu, 23 Mei 2026.
Menurut dia, kenaikan harga terjadi hampir pada seluruh jenis sapi kurban. Selain harga pakan, keberadaan sapi impor turut memengaruhi harga pasar.
Meski harga naik, penjualan hewan kurban tetap mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu.
“Peningkatan penjualan sekitar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.
Gilang mengatakan stok sapi di Gilang Berkah Farm mencapai 380 ekor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 320 ekor telah dipesan pembeli.
Ia menjelaskan, sapi yang dijual memiliki bobot mulai 200 kilogram hingga lebih dari satu ton. Harga sapi dibanderol mulai Rp16 juta hingga Rp100 juta per ekor.
Menurut Gilang, sapi dengan harga Rp24 juta hingga Rp26 juta paling diminati pembeli. “Pembeli banyak mencari sapi dengan harga ekonomis,” ucapnya.
Sapi jenis simental dan limosin menjadi pilihan favorit masyarakat menjelang Iduladha. Jenis sapi tersebut umumnya merupakan hasil penggemukan khusus peternak.
Hal serupa disampaikan peternak asal Pasirlangu, Dede. Ia mengaku harga sapi kurban tahun ini naik sekitar Rp2 juta per ekor.
Meski demikian, penjualan hewan kurban tetap mengalami peningkatan signifikan.
“Penjualan naik sekitar 30 persen dibandingkan Idul Adha tahun lalu,” kata Dede. (*)







