SerambiMuslim.com – Air Zamzam dikenal sebagai air yang penuh keberkahan dari Allah SWT dan memiliki banyak keutamaan. Keistimewaan tersebut bahkan kerap disebutkan dalam berbagai riwayat hadits.
Salah satunya diriwayatkan oleh at-Thabrani dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda:
خير ماء على وجه الأرض ماءُ زمزم، فيه طعام من الطُّعم، وشفاء من السُّقم
Artinya: “Sebaik-baik air di muka bumi adalah air Zamzam. Di dalamnya terdapat makanan yang mengenyangkan dan obat bagi penyakit.”
Meski demikian, para ulama menjelaskan bahwa terdapat air yang lebih utama dan lebih suci, yakni air yang memancar dari sela-sela jari Rasulullah SAW.
Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan:
عن أنس أن النبي صلى الله عليه وسلم دعا بإناء من ماء، فأتي بقدح رحراح، فيه شيء من ماء، فوضع أصابعه فيه، قال أنس:فجعلت أنظر إلى الماء ينبع من بين أصابعه قال أنس: فحزرت من توضَّأ، ما بين السبعين إلى الثمانين
Dari Anas RA, Rasulullah SAW meminta dibawakan wadah berisi air. Lalu dibawakan sebuah bejana kecil yang hanya berisi sedikit air. Beliau kemudian memasukkan jari-jarinya ke dalam wadah tersebut. Anas berkata, “Aku melihat air memancar dari sela-sela jari beliau.” Ia menambahkan, “Aku memperkirakan jumlah orang yang berwudhu saat itu sekitar 70 hingga 80 orang.” (HR Bukhari dan Muslim)
Ibnu Hajar al-Haitami dalam kitab Tuhfat al-Muhtaj fi Syarh al-Minhaj menyebutkan:
وهو أفضل من ماء الكوثر
Keterangan ini menunjukkan bahwa air yang dimaksud memiliki keutamaan bahkan melebihi air Telaga Kautsar. Para ulama menjelaskan bahwa air Kautsar sendiri merupakan air yang digunakan untuk mensucikan dada Rasulullah SAW, sehingga termasuk air yang sangat mulia. Namun demikian, air yang keluar dari jari-jemari beliau tetap menjadi yang paling utama.
Penjelasan lain dapat ditemukan dalam kitab al-Iqna’ fi Lafdzi Abi Syuja’:
وقالوا: ويدخل في التعريف ما نزل من السماء، وهو ثلاثة: المطر، وذوب الثلج، والبرد، وما نبع من الأرض، وهو أربعة: ماء العيون، والآبار، والأنهار، والبحار، وما نبع من بين أصابعه صلى الله عليه وسلم
Para ulama mengklasifikasikan air menjadi dua sumber utama, yaitu yang turun dari langit seperti hujan, salju, dan embun, serta yang keluar dari bumi seperti mata air, sumur, sungai, dan laut. Dalam kategori tersebut juga termasuk air yang memancar dari jari Rasulullah SAW.
Dalam kitab Mughni al-Muhtaj ila Ma’rifat Alfadz al-Minhaj dijelaskan:
وقال البلقيني: ماء زمزم أفضل من الكوثر؛ أي: فيكون أفضل المياه؛ لأن به غسل صدره -صلى الله عليه وسلم – ولا يكون يغسل صدره إلا بأفضل المياه؛ لكن تقدم أن أفضل المياه ما نبع من بين أصابعه صلى الله عليه وسلم
Imam al-Bulqini berpendapat bahwa air Zamzam lebih utama dibanding air Kautsar, karena digunakan untuk membersihkan dada Rasulullah SAW. Namun demikian, tetap ditegaskan bahwa air yang paling utama adalah yang memancar dari sela-sela jari beliau.
Hal senada juga dijelaskan dalam Hasyiyah Qalyubi wa Umairah:
وقالوا: ما نبع من بين أصابعه- صلى الله عليه وسلم- وهو أفضل المياه، ثم ماء زمزم، ثم الكوثر، ثم نيل مصر، ثم باقي الأنهار
Para ulama menyebutkan urutan keutamaan air, dimulai dari air yang keluar dari jari Rasulullah SAW, kemudian air Zamzam, disusul air Telaga Kautsar, Sungai Nil di Mesir, dan selanjutnya sungai-sungai lainnya.
Dalam kitab I’anat at-Thalibin juga dijelaskan:
وقالوا: (قوله: أفضل المياه)؛ أي: ما عدا الماء الذي نبع من بين أصابع النبي صلى الله عليه وسلم، أما هو، فهو أفضل من ماء زمزم…والحاصل أفضل المياه على الإطلاق: ما نبع من بين أصابعه الشريفة، ثم ماء زمزم، ثم ماء الكوثر، ثم نيل مصر، ثم باقي الأنهر؛ كسيحون، وجيحون، ودجلة، والفرات
Dengan demikian, para ulama menyimpulkan bahwa air yang paling utama secara mutlak adalah air yang memancar dari jari-jari mulia Rasulullah SAW. Setelah itu berturut-turut adalah air Zamzam, air Telaga Kautsar, Sungai Nil di Mesir, serta sungai-sungai besar lainnya seperti Seyhan, Jihun, Tigris (Dijlah), dan Eufrat. ***





