Fikih  

Tanda Kiamat yang Sudah Terjadi dan Sedang Berlangsung

Kenali tanda kiamat kecil dan besar dalam Islam, termasuk tanda yang disebut telah terjadi serta cara menyikapinya. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Hari kiamat merupakan janji Allah SWT yang pasti terjadi dan menandai berakhirnya kehidupan alam semesta.

Waktu terjadinya kiamat menjadi rahasia Allah SWT. Namun, Rasulullah SAW telah menyampaikan sejumlah tanda kedatangannya.

Tanda tersebut menjadi peringatan agar umat manusia memperbaiki diri. Umat Islam juga dianjurkan memperkuat ketaatan dan keimanan kepada Allah SWT.

Dalam ajaran Islam, tanda-tanda kiamat secara umum terbagi menjadi dua kategori. Keduanya adalah tanda kiamat kecil (shughra) dan tanda kiamat besar (kubra).

Perbedaan Tanda Kiamat Shughra dan Kubra

Mengutip buku “Nihayatul ‘Alam” karya Dr. Muhammad al-‘Areifi dan tulisan Prof. Dr. H. Munawir K. dari UIN Alauddin, tanda kiamat terbagi dalam dua fase.

1. Tanda Kiamat Kecil atau Shughra

Tanda kiamat kecil muncul lebih awal dan berlangsung secara bertahap dalam waktu panjang.

Sebagian tanda disebut telah terjadi sejak masa Rasulullah SAW dan para sahabat.

Sebagian lainnya terus berlangsung hingga kehidupan modern. Salah satunya adalah fenomena berlomba membangun gedung tinggi dan megah.

2. Tanda Kiamat Besar atau Kubra

Tanda kiamat besar merupakan peristiwa luar biasa menjelang kehancuran alam semesta. Peristiwa tersebut akan muncul secara berurutan dan berlangsung dalam waktu berdekatan.

Dalam kitab An-Nihayah karya Ibnu Katsir dan buku “Huru-Hara Hari Kiamat”, terdapat riwayat tentang tanda tersebut.

Riwayat tersebut berasal dari Abu Syarihah Hudzaifah bin Usaid RA. Rasulullah SAW bersabda:

“Kiamat tidak akan terjadi sebelum kamu melihat sepuluh tanda: terbitnya matahari dari barat, asap (dukhan), keluar binatang melata (dabbah), keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, turunnya Nabi Isa bin Maryam, munculnya Dajjal, tiga kali gempa (di timur, barat, dan Jazirah Arab), serta keluarnya api dari jurang di Aden yang menggiring manusia atau mengumpulkan manusia. Api itu menginap bersama mereka di malam hari, dan tetap menyala menunggui tidur mereka di siang hari.” (HR. Muslim)

Tanda Kiamat Kecil yang Disebut Telah Terjadi

Berdasarkan rangkuman dari sejumlah sumber dan riwayat hadits, terdapat banyak tanda kiamat kecil.

Berikut sejumlah tanda yang disebut telah terjadi atau dapat disaksikan dalam kehidupan masyarakat:

  1. Diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai rasul terakhir
  2. Wafatnya Nabi Muhammad SAW
  3. Terbelahnya bulan sebagai mukjizat pada masa Rasulullah SAW
  4. Wafatnya para sahabat Nabi SAW
  5. Penaklukan Mesir oleh pasukan Muslim
  6. Runtuhnya Kekaisaran Persia dan Romawi
  7. Wafatnya Khalifah Umar bin Khattab RA karena dibunuh
  8. Fitnah terhadap Khalifah Utsman bin Affan RA hingga beliau gugur
  9. Berakhirnya masa kekhalifahan selama 30 tahun setelah wafatnya Rasulullah SAW
  10. Perdamaian dua kelompok Muslim melalui Hasan bin Ali RA
  11. Meluasnya kekuasaan Islam hingga India dan Sungai Indus
  12. Peperangan antara kaum Muslimin dan bangsa Turki
  13. Munculnya api besar di wilayah Hijaz
  14. Penaklukan Baitul Maqdis atau Yerusalem
  15. Merebaknya wabah penyakit yang menelan banyak korban
  16. Munculnya berbagai fitnah dan kekacauan
  17. Berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi
  18. Pecahnya perang saudara di antara kaum Muslimin
  19. Munculnya kelompok Khawarij
  20. Bermunculannya nabi palsu setelah Rasulullah SAW wafat
  21. Datangnya masa keamanan dan kemakmuran harta
  22. Munculnya pemimpin dari kalangan orang yang belum matang
  23. Terjadinya pertempuran lanjutan dengan bangsa Turki
  24. Munculnya pemimpin zalim yang menindas rakyat
  25. Maraknya pembunuhan tanpa alasan jelas atau al-haraj
  26. Berkurangnya kejujuran dan amanah
  27. Umat Islam mengikuti gaya hidup bangsa-bangsa terdahulu
  28. Budak wanita melahirkan tuannya
  29. Munculnya fenomena wanita berpakaian tetapi terlihat seperti telanjang
  30. Orang miskin berlomba membangun gedung tinggi dan megah
  31. Salam hanya diberikan kepada orang yang dikenal
  32. Aktivitas perdagangan dan pasar berkembang pesat
  33. Istri ikut mendominasi urusan perdagangan suami
  34. Monopoli pasar oleh kelompok tertentu
  35. Kebohongan dan dusta menjadi kebiasaan
  36. Banyaknya kesaksian palsu dalam kehidupan sosial dan hukum
  37. Merebaknya sifat kikir dan enggan berbagi
  38. Terputusnya hubungan silaturahmi keluarga
  39. Maksiat dilakukan secara terang-terangan
  40. Orang jujur dituduh berdusta, sementara pendusta dipercaya
  41. Orang fasik menduduki posisi terhormat
  42. Masyarakat tidak memperhatikan batas halal dan haram
  43. Harta bersama dikuasai kelompok orang kaya
  44. Barang titipan dianggap sebagai milik pribadi
  45. Orang merasa berat mengeluarkan zakat
  46. Ilmu agama dipelajari demi kepentingan duniawi
  47. Suami lebih takut kepada istri dibandingkan ibunya
  48. Teman lebih diutamakan daripada orang tua
  49. Masjid diwarnai keributan dan hilangnya kekhusyukan
  50. Orang fasik menguasai pemerintahan
  51. Kepemimpinan diberikan kepada orang yang tidak kompeten
  52. Orang zalim dihormati karena ditakuti
  53. Zina dilakukan tanpa rasa malu
  54. Laki-laki memakai pakaian sutra secara bebas
  55. Minuman keras dikonsumsi secara terang-terangan
  56. Musik dan alat musik diterima secara luas
  57. Banyak orang mengharapkan kematian karena beratnya kehidupan
  58. Seseorang beriman pada pagi hari dan kafir pada sore hari
  59. Masjid dibangun megah tetapi sepi dari jamaah
  60. Rumah dibangun secara berlebihan dan mewah
  61. Petir, halilintar, dan bencana alam sering terjadi
  62. Karya tulis dan literatur tersebar secara masif
  63. Kelancaran berbicara lebih diandalkan daripada kejujuran
  64. Buku selain Al-Qur’an lebih banyak dibaca
  65. Pembaca Al-Qur’an bertambah, sementara ulama sejati berkurang
  66. Ilmu agama diambil dari orang yang belum matang
  67. Kematian mendadak semakin banyak terjadi
  68. Pemimpin jahil yang tidak memahami syariat bermunculan
  69. Waktu terasa berjalan semakin cepat
  70. Orang tidak berilmu atau ruwaibidhah berani memberi fatwa
  71. Orang buruk tabiat menjadi pihak yang paling menikmati dunia
  72. Masjid tidak lagi diagungkan dan hanya menjadi tempat berlalu
  73. Mahar pernikahan menjadi murah atau kehilangan nilai
  74. Barang dan hewan berharga kehilangan nilai pentingnya
  75. Pasar-pasar dibangun semakin berdekatan
  76. Umat Islam dikepung dan diserang berbagai bangsa
  77. Masyarakat saling menunjuk untuk menjadi imam
  78. Mimpi orang beriman semakin sering menjadi kenyataan
  79. Penipuan dalam transaksi semakin umum
  80. Perselisihan mudah terjadi karena masalah sepele
  81. Gempa bumi sering terjadi di berbagai wilayah
  82. Jumlah perempuan meningkat dibandingkan laki-laki
  83. Jumlah laki-laki berkurang akibat berbagai faktor
  84. Kemaksiatan dilakukan secara terbuka
  85. Ayat Al-Qur’an diperjualbelikan demi keuntungan materi
  86. Pola hidup berlebihan memicu masalah berat badan
  87. Kesaksian orang jujur semakin diabaikan
  88. Nazar dan janji kepada Allah SWT banyak diabaikan
  89. Kelompok kuat menindas kelompok yang lemah
  90. Hukum dan syariat Allah SWT diabaikan
  91. Populasi bangsa Romawi atau masyarakat Eropa dan Barat bertambah
  92. Keberadaan bangsa Arab disebut semakin menyusut

Cara Menyikapi Tanda-Tanda Akhir Zaman

Berbagai tanda tersebut tidak seharusnya membuat umat Islam panik atau berputus asa. Sebaliknya, tanda-tanda akhir zaman dapat menjadi momentum untuk melakukan introspeksi diri.

Umat Islam dianjurkan memperkuat keimanan dan memperbaiki kualitas ibadah.

Berikut sejumlah langkah yang dapat dilakukan:

Memperkuat Akidah dan Ilmu Agama

Umat Islam perlu mempelajari ilmu syar’i untuk membedakan kebenaran dan kebatilan. Pengetahuan agama juga penting untuk menghadapi berbagai fitnah akhir zaman.

Meningkatkan Kualitas Ibadah

Menjaga salat menjadi salah satu bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Umat Islam juga dianjurkan memperbanyak zikir dan membaca Al-Qur’an.

Segera Bertaubat

Setiap Muslim dianjurkan segera memohon ampun atas dosa yang dilakukan. Taubat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat.

Menjaga Ukhuwah Islamiyah

Umat Islam juga dianjurkan mempererat persaudaraan dan menjaga silaturahmi. Saling membantu dapat memperkuat hubungan sosial di tengah berbagai tantangan kehidupan.

Pada akhirnya, tanda-tanda kiamat seharusnya menjadi pengingat bagi setiap Muslim.

Hal terpenting bukan menebak waktu kiamat, melainkan mempersiapkan diri dengan iman dan amal saleh. (*)