Itikaf di Masjid Istiqlal, Fokus Ibadah 10 Malam Terakhir

Memasuki 10 malam terakhir Ramadan, umat Islam mulai menjalankan ibadah itikaf di berbagai masjid, termasuk Masjid Istiqlal Jakarta. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, sejumlah umat Islam mulai menjalankan ibadah itikaf di berbagai masjid. Salah satu lokasi yang menjadi tujuan jemaah adalah Masjid Istiqlal, Jakarta.

Itikaf dilakukan dengan menetap di masjid dalam kurun waktu tertentu untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pada momentum ini, jemaah mengisi waktu dengan berbagai aktivitas spiritual seperti shalat malam, membaca Alquran, berzikir, serta memanjatkan doa.

Bagi banyak umat Islam, sepuluh malam terakhir Ramadan merupakan waktu yang istimewa untuk meningkatkan kualitas ibadah. Selain mengejar pahala berlipat ganda, momen tersebut juga dimanfaatkan untuk memperdalam refleksi diri dan memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan.

Salah seorang jemaah yang mengikuti itikaf di Masjid Istiqlal, Arif, mengaku datang dari Yogyakarta untuk merasakan langsung suasana ibadah di masjid terbesar di Indonesia itu.

“Ini pertama kali saya mengikuti itikaf di Masjid Istiqlal. Suasananya sangat khusyuk dan membuat saya lebih fokus beribadah,” kata Arif.

Ia menilai itikaf menjadi kesempatan berharga untuk menenangkan diri sekaligus melakukan introspeksi selama bulan Ramadan.

“Melalui itikaf, saya ingin lebih mendekatkan diri kepada Allah dan memaksimalkan ibadah di bulan Ramadan,” ujarnya.

Rundown Kegiatan Itikaf

Masjid Istiqlal kembali membuka pelaksanaan itikaf Ramadan bagi masyarakat umum. Jamaah dapat langsung hadir tanpa perlu melakukan pendaftaran, mulai menginap pada 10 Maret 2026, dengan kegiatan resmi dimulai pada 11 Maret 2026 pukul 01.00 WIB. Kegiatan ini gratis untuk seluruh peserta.

Pengelola masjid memberikan sejumlah imbauan agar itikaf berjalan tertib dan nyaman:

  • Meluruskan niat beribadah lillahita’ala
  • Tidak membawa barang berharga secara berlebihan
  • Menjaga adab dan mengenakan pakaian tertutup
  • Memelihara kebersihan seluruh area masjid
  • Membawa perlengkapan salat pribadi
  • Menjaga keamanan barang pribadi
  • Orang tua diimbau memperhatikan kesehatan dan kenyamanan anak
  • Membawa makan sahur pribadi dan tidak berlebihan membawa alat tidur
  • Saling menjaga kenyamanan antarjamaah.

Itikaf di Masjid Istiqlal dimulai dini hari dan diisi dengan serangkaian ibadah hingga shalat Subuh berjamaah. Berikut jadwal kegiatan:

01.00-01.39 WIB

  • Persiapan itikaf dan pembukaan oleh MC
  • Pembacaan Alquran
  • Tausiah Imam Besar Masjid Istiqlal

01.40-03.00 WIB

  • Shalat tasbih, tahajud, dan witir
  • Zikir dipandu bilal
  • Renungan Imam Besar Masjid Istiqlal

03.01-04.43 WIB

  • Sahur dan imsak
  • Shalat Subuh berjamaah (menyesuaikan jadwal Kementerian Agama)

Daftar Pemandu Itikaf Ramadan 2026

Setiap hari, kegiatan dipandu oleh imam dan qari/bilal yang berbeda:

Rabu, 11 Maret 2026

  • Imam I: H. A. Rofi’uddin Mahfudz, SQ, M.Ag
  • Imam II: Dr. H. A. Husni Ismail, M.Ag
  • Qari/Bilal: H. Saiful Anwar, S.Pd.I

Kamis, 12 Maret 2026

  • Imam I: Drs. Hasanuddin Sinaga, MA
  • Imam II: H. A. Anshoruddin Ibrahim, MA
  • Qari/Bilal: H. Muh. Syawal Mubarak, S.Sos

(daftar lengkap hingga 20 Maret 2026, mengikuti jadwal aslinya)

Pengelola Masjid Istiqlal menekankan bahwa jadwal pemandu itikaf dapat berubah sesuai kebutuhan. Jamaah diimbau mengikuti arahan panitia agar ibadah berjalan tertib dan khusyuk. ***