SerambiMuslim.com – Hari Raya Idulfitri merupakan momentum penuh sukacita bagi umat Muslim setelah sebulan menunaikan ibadah puasa Ramadan.
Selain melaksanakan shalat Ied, terdapat sejumlah sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk memperkaya pengalaman spiritual dan sosial pada hari raya ini.
1. Bertakbir Sejak Dini
Salah satu tradisi yang dianjurkan adalah bertakbir mulai dari terbenamnya Matahari pada akhir Ramadan hingga menjelang shalat Ied. Takbir merupakan bentuk syukur atas nikmat kemenangan setelah Ramadan.
2. Makan Sebelum Shalat Ied
Rasulullah SAW menganjurkan untuk makan sebelum menunaikan shalat Ied, khususnya kurma dalam jumlah ganjil. Makanan ringan ini bukan hanya untuk mengisi tenaga, tetapi juga sebagai sunnah yang mempererat ikatan spiritual sebelum memulai aktivitas hari raya.
3. Mandi dan Membersihkan Diri
Membersihkan diri atau mandi pada pagi Idulfitri termasuk sunnah penting. Mandi pagi Idulfitri bukan sekadar kebersihan fisik, tapi simbol kesiapan menyambut hari yang penuh berkah.
4. Memakai Pakaian Terbaik
Memakai pakaian yang terbaik, meski tidak harus baru, dianjurkan. Tujuannya adalah menampilkan diri sebersih dan seindah mungkin sebagai bentuk syukur dan penghormatan terhadap hari raya.
5. Shalat Ied di Tanah Lapang
Shalat Ied disunnahkan dilaksanakan di tanah lapang, yang memungkinkan jamaah berkumpul dalam jumlah besar. Jika tidak memungkinkan, masjid tetap menjadi tempat shalat yang sah.
6. Berangkat dan Pulang di Jalan Berbeda
Salah satu sunnah yang sering dilupakan adalah berangkat dan pulang melalui jalan berbeda. Praktik ini menambah keberkahan dan membuka peluang bertemu lebih banyak orang untuk saling bersilaturahmi.
7. Berjalan Kaki
Bagi yang mampu, berjalan kaki menuju tempat shalat lebih utama daripada menggunakan kendaraan. Aktivitas ini menambah pahala sekaligus meningkatkan interaksi sosial antar warga sekitar.
8. Mengajak Wanita dan Anak-Anak
Mengajak seluruh anggota keluarga, termasuk wanita dan anak-anak, untuk ikut meramaikan shalat Ied sangat dianjurkan. Hal ini bertujuan agar seluruh anggota keluarga merasakan syiar dan kegembiraan Idulfitri.
9. Mendengarkan Khutbah
Setelah shalat Ied, mendengarkan khutbah tetap penting. Khutbah memberikan pedoman moral dan sosial yang sesuai dengan nilai-nilai Idulfitri, memperkuat persaudaraan dan kepedulian sosial.
10. Saling Mengucapkan Doa
Ucapan “Taqabbalallahu minna wa minkum” menjadi tradisi yang indah di kalangan sahabat Nabi SAW. Ucapan ini menegaskan saling mendoakan agar amal ibadah diterima dan membawa keberkahan bagi semua.
Perayaan Hari Raya Idulfitri akan semakin bermakna dengan menyebarkan senyum, memberikan sedekah kecil, dan menjaga toleransi dengan tetangga juga termasuk amalan yang dianjurkan pada hari Idulfitri.
Hari Raya Idulfitri bukan hanya soal merayakan kemenangan setelah puasa, tetapi juga kesempatan mempererat silaturahmi, meningkatkan ibadah, dan menebarkan kebaikan di lingkungan sekitar.
Mengikuti sunnah-sunnah ini membantu umat Muslim merayakan Idulfitri secara penuh makna dan berkah. ***





