SerambiMuslim.com – Forum Ekonomi Regional Sumatera 2026 digelar di Auditorium Perpustakaan UIN Raden Fatah Palembang, Senin, 20 April 2026. Kegiatan ini mengangkat tema ekonomi syariah sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi regional sekaligus menjadi wadah kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
CEO Kabar Grup Indonesia (KGI), Upi Asmaradhana, mengatakan forum tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk mendorong penguatan ekonomi daerah berbasis potensi lokal.
“Forum ini merupakan kelanjutan dari komitmen kami bersama berbagai stakeholder untuk menggali potensi ekonomi lokal. Sebelumnya, kegiatan serupa telah digelar di Jakarta, Pontianak, dan Makassar dengan melibatkan berbagai pihak strategis,” ujar Upi dalam sambutan pembuka.
Ia menjelaskan, tema ekonomi syariah dipilih karena besarnya potensi pasar domestik yang belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 288,3 juta jiwa, mayoritas masyarakat Indonesia merupakan Muslim.
“Potensi ini sangat besar, namun belum dimaksimalkan secara optimal. Ekonomi syariah seharusnya menjadi salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan regional,” katanya.
Upi juga memaparkan perkembangan posisi Indonesia dalam peta ekonomi syariah global yang menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Ia menilai peningkatan peringkat tersebut menjadi indikator berkembangnya ekosistem ekonomi syariah nasional.
“Capaian ini menunjukkan ekosistem ekonomi syariah Indonesia terus tumbuh. Namun, penguatan di tingkat regional tetap diperlukan agar manfaatnya lebih merata,” ujarnya.
Menurutnya, penyelenggaraan forum di lingkungan kampus memiliki nilai strategis untuk mendorong peran akademisi dalam pembangunan ekonomi berbasis riset dan pengembangan sumber daya manusia.
“Kampus harus mengambil peran dalam memajukan ekonomi bangsa, termasuk ekonomi umat. UIN Raden Fatah memiliki posisi penting dalam pengembangan ekonomi syariah di Sumatera Selatan,” ucapnya.
Forum ini menghadirkan dua sesi diskusi panel yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Panel pertama diisi oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro, Kepala OJK Sumatera Selatan dan Bangka Belitung Arifin Susanto, Regional CEO Bank Syariah Indonesia Palembang Ari Yusnari Muslim, serta Ketua BAZNAS Sumatera Selatan H. Darami.
Sementara itu, panel kedua menghadirkan Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Ketua Umum HIPMI Sumatera Selatan Muhammad Puri Andamas, akademisi Dr. Uli Amri, serta perwakilan Asosiasi Ahli Ekonomi Islam Sumatera Selatan Nila Ertina.
Selain menjadi ruang pertukaran gagasan, forum ini juga diarahkan untuk memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif.
Upi menilai kawasan Sumatera bagian selatan memiliki potensi ekonomi dan budaya yang kuat sebagai basis pengembangan ekonomi syariah nasional. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan institusi pendidikan dinilai menjadi kunci optimalisasi potensi tersebut.
“Saya berharap sinergi yang terbangun hari ini dapat menjadi fondasi bagi penguatan ekonomi syariah, khususnya di Sumatera bagian selatan, yang memiliki modal ekonomi dan budaya yang kuat,” pungkasnya. ***




