Menteri PPPA Dorong Haji Inklusif Penyandang Disabilitas

Menteri PPPA Arifah Fauzi menekankan pentingnya haji inklusif dengan melibatkan petugas perempuan dan perlindungan jamaah rentan. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Arifah Fauzi, mendorong penyelenggaraan ibadah haji yang inklusif dan empatik.

Fokus utama diarahkan pada perlindungan perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas selama pelaksanaan ibadah haji.

“Kami ingin haji dilaksanakan secara bermartabat, aman, dan ramah bagi seluruh jamaah,” kata Arifah Fauzi saat acara pembekalan calon Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Menurutnya, keterlibatan petugas haji perempuan sangat penting dalam pelayanan jamaah perempuan dan lansia.

“Petugas perempuan mampu memahami kebutuhan spesifik jamaah dengan lebih sensitif,” ujarnya.

Arifah mengapresiasi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) yang mencanangkan program Haji Ramah Lansia dan Perempuan.

Program tersebut menargetkan keterlibatan 33 persen petugas haji perempuan. Langkah itu dinilai memperkuat kualitas pelayanan jamaah di lapangan.

Ia menegaskan petugas haji bukan hanya pelaksana teknis semata. Petugas haji berperan sebagai pengambil keputusan dalam situasi darurat.

“Petugas adalah representasi kehadiran negara di Tanah Suci,” tegas Arifah.

Ia mengingatkan petugas untuk melayani jamaah dengan empati dan kerendahan hati. “Jangan merasa paling tahu dan abaikan kebutuhan jamaah,” katanya.

Arifah menyebut tantangan haji ramah perempuan masih cukup besar. Masalah meliputi keterbatasan fasilitas privasi dan mekanisme pengaduan.

Selain itu, pemahaman terhadap kekerasan berbasis gender masih rendah. Karena itu, perspektif perlindungan harus terintegrasi dalam seluruh layanan haji.

“Kami memastikan kebijakan haji memperhatikan kesehatan, keamanan, dan dukungan psikososial jamaah perempuan,” ujar Arifah. ***