SerambiMuslim.com – Perlu ditegaskan sejak awal bahwa Lionel Messi hingga kini tetap beragama non-Muslim. Meski sejumlah sikap dan perilakunya dinilai sejalan dengan nilai-nilai akhlak dalam Islam, hal itu tidak berarti ia telah memeluk agama Islam.
Dikutip dari Muhammadiyah.or.id, Dalam ajaran Islam, seseorang menjadi Muslim bukan semata karena memiliki akhlak yang baik. Keislaman ditandai dengan keimanan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, serta mengucapkan dua kalimat syahadat dengan penuh keyakinan.
Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ
“Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Āli ‘Imrān [3]: 19)
Rasulullah SAW bersabda:
أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ
“Aku diperintahkan untuk (mendakwahi manusia hingga mereka) bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.” (HR. al-Bukhārī dan Muslim)
Karena itu, akhlak yang baik tidak dapat menggantikan keimanan. Meski demikian, Islam juga mengajarkan umatnya untuk bersikap adil dalam menilai siapa pun.
Allah SWT berfirman:
وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى
“Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorongmu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (QS. al-Mā’idah [5]: 8)
Berangkat dari prinsip tersebut, terdapat sejumlah sisi kehidupan Messi yang dapat dipandang selaras dengan nilai-nilai akhlak dalam Islam.
Rendah Hati Meski Bergelimang Prestasi
Lionel Messi merupakan salah satu pesepak bola paling sukses sepanjang sejarah. Ia mengoleksi berbagai penghargaan individu, membawa klub-klubnya meraih banyak gelar, hingga mengantarkan Argentina menjadi juara dunia. Tak sedikit yang menyebutnya sebagai The Greatest of All Time (GOAT).
Meski memiliki segudang prestasi, Messi dikenal sebagai sosok yang rendah hati. Ia lebih sering membuktikan kualitasnya di lapangan daripada melalui ucapan.
Sikap tawaduk menjadi salah satu akhlak yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Allah SWT berfirman:
وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا
“Janganlah engkau berjalan di bumi dengan sombong. Sesungguhnya engkau tidak akan mampu menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung.” (QS. al-Isrā’ [17]: 37)
Rasulullah SAW bersabda:
وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ
“Tidaklah seseorang bersikap tawaduk karena Allah melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” (HR. Muslim)
Aktif Membantu Sesama
Selain dikenal sebagai pesepak bola, Messi juga aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial melalui yayasan yang didirikannya. Program-programnya mencakup bidang pendidikan, kesehatan anak, hingga bantuan kemanusiaan di berbagai negara.
Islam sangat menganjurkan sifat dermawan.
Rasulullah SAW bersabda:
اَلْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى
“Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah.” (HR. al-Bukhārī dan Muslim)
Walaupun amal seorang non-Muslim memiliki kedudukan berbeda dengan amal seorang mukmin di sisi Allah, sikap gemar menolong sesama tetap termasuk akhlak yang terpuji.
Pekerja Keras dan Disiplin
Kesuksesan Messi bukan diraih secara instan. Sejak kecil ia menjalani latihan dengan disiplin, menghadapi gangguan hormon pertumbuhan, dan terus bekerja keras hingga mencapai puncak karier.
Islam memberikan penghargaan tinggi kepada setiap usaha yang dilakukan secara sungguh-sungguh.
Allah SWT berfirman:
وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ
“Bahwa manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” (QS. an-Najm [53]: 39)
Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ
“Sesungguhnya Allah mencintai apabila salah seorang di antara kalian mengerjakan suatu pekerjaan, ia mengerjakannya dengan sebaik-baiknya.” (HR. al-Baihaqī)
Etos kerja, profesionalisme, dan kesungguhan merupakan nilai yang dianjurkan dalam Islam.
Dekat dengan Keluarga
Di tengah kehidupan pesepak bola yang kerap diwarnai kontroversi, Messi dikenal memiliki hubungan erat dengan istri dan anak-anaknya. Ia juga lebih sering menghabiskan waktu bersama keluarga dibanding mengejar gaya hidup glamor.
Islam memberikan perhatian besar terhadap keharmonisan keluarga.
Rasulullah SAW bersabda:
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik kepada keluargaku.” (HR. al-Tirmiżī)
Mampu Mengendalikan Emosi
Meski pernah beberapa kali memperlihatkan emosi di lapangan, secara umum Messi dikenal lebih tenang dibanding banyak pemain bintang lainnya. Ia lebih memilih menjawab tantangan melalui performa saat bertanding.
Allah SWT memuji orang-orang yang mampu menahan amarah.
وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ
“Orang-orang yang menahan amarah dan memaafkan manusia.” (QS. Āli ‘Imrān [3]: 134)
Rasulullah SAW bersabda:
لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ
“Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, melainkan yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR. al-Bukhārī dan Muslim)
Tidak Semua Hal Patut Diteladani
Sejumlah sisi kehidupan Lionel Messi memang menunjukkan akhlak yang selaras dengan nilai-nilai Islam, seperti rendah hati, dermawan, pekerja keras, menjaga keluarga, dan mampu mengendalikan emosi.
Namun, keselarasan tersebut tidak berarti Messi adalah seorang Muslim. Hingga saat ini ia tetap beragama non-Muslim. Dalam Islam, syarat utama menjadi seorang Muslim adalah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta mengikrarkan dua kalimat syahadat dengan penuh keyakinan.
Di sisi lain, terdapat sejumlah aspek dalam kehidupannya yang tidak sejalan dengan syariat Islam, seperti penggunaan tato permanen, serta beberapa kebiasaan yang diterima dalam budaya Barat, tetapi tidak dibenarkan dalam ajaran Islam.
Karena itu, seorang Muslim tidak semestinya menjadikan Messi sebagai teladan dalam seluruh aspek kehidupannya. Sikap yang tepat adalah mengambil pelajaran dari akhlak-akhlak baik yang juga diperintahkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya, serta tetap menjadikan Alquran dan sunnah sebagai pedoman utama dalam kehidupan. (*)







