Doa Qunut Subuh, Witir, dan Nazilah Lengkap

Simak bacaan doa Qunut Subuh, Qunut Witir, dan Qunut Nazilah lengkap dengan teks Arab, latin, arti, serta tata cara membacanya dalam shalat. (Foto: Ahlul Bait Indonesia/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Doa qunut merupakan salah satu bacaan yang sering dicari umat Muslim, terutama pada bulan Ramadan atau saat menghadapi situasi sulit.

Bacaan doa ini berisi permohonan petunjuk, perlindungan, serta keberkahan kepada Allah SWT.

Dalam praktik ibadah, doa qunut dibaca pada posisi tertentu dalam shalat. Secara umum, umat Islam mengenal tiga jenis doa qunut, yaitu Qunut Subuh, Qunut Witir, dan Qunut Nazilah.

Secara bahasa, kata qunut berasal dari bahasa Arab al-qunūt (القنوت) yang memiliki beberapa makna, seperti berdiri lama dalam ibadah, diam, taat, tunduk, berdoa, dan khusyuk.

Adapun secara istilah, qunut adalah doa yang dibaca seorang Muslim dalam shalat pada waktu tertentu sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT.

Berikut bacaan doa qunut yang umum diamalkan umat Muslim.

1. Doa Qunut Witir

Doa Qunut Witir dibaca pada rakaat terakhir shalat witir setelah ruku’ dan i’tidal. Sebagian ulama menganjurkan doa ini dibaca mulai pertengahan hingga sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.

Hukum membaca Qunut Witir adalah sunnah.

Bacaan Doa Qunut Witir

Teks Arab

اَللّٰهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِىْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ، وَقِنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلَا يُقْضٰى عَلَيْكَ، وَاِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، اَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Latin

Allahummahdinii fiiman hadait.
Wa ‘aafinii fiiman ‘aafait.
Wa tawallanii fiiman tawallait.
Wa baarik lii fiimaa a’thait.
Wa qinii syarra maa qadhait.

Fa innaka taqdlii wa laa yuqdlaa ‘alaik.
Wa innahu laa yadzillu man waalait.
Wa laa ya’izzu man ‘aadait.

Tabaarakta rabbanaa wa ta’aalait.
Falakal hamdu ‘alaa maa qadhait.
Astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Washallallaahu ‘alaa Sayyidinaa Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihi washahbihi wasallam.

Artinya

“Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama orang-orang yang telah Engkau pimpin.

Berkahilah aku dalam apa yang Engkau berikan dan lindungilah aku dari keburukan ketetapan-Mu.

Sesungguhnya Engkau yang menetapkan segala sesuatu dan tidak ada yang dapat menetapkan atas-Mu.

Tidak akan hina orang yang Engkau lindungi dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi.

Segala puji bagi-Mu atas apa yang Engkau tetapkan. Aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.

Semoga salawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya.”

2. Doa Qunut Subuh

Doa Qunut Subuh dibaca pada rakaat kedua shalat Subuh setelah i’tidal, tepatnya setelah membaca Rabbana lakal hamdu.

Dalam beberapa mazhab, terutama mazhab Syafi’i, membaca qunut Subuh termasuk sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan.

Bacaan Doa Qunut Subuh

Teks Arab

اللّٰهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيْ وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Latin

Allahummahdinii fiiman hadait,
wa ‘aafinii fiiman ‘aafait,
wa tawallanii fiiman tawallait,
wa baarik lii fiimaa a’thait,
wa qinii syarra maa qadhait,

fa innaka taqdlii wa laa yuqdlaa ‘alaik,
wa innahu laa yadzillu man waalait,
wa laa ya’izzu man ‘aadait,
tabaarakta rabbanaa wa ta’aalait.

Artinya

“Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan.

Pimpinlah aku bersama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Berkahi aku dalam apa yang Engkau berikan dan lindungi aku dari keburukan ketetapan-Mu.

Sesungguhnya Engkau yang menentukan dan tidak ada yang dapat menentukan atas-Mu.

Tidak akan hina orang yang Engkau lindungi dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Berkah Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi.”

3. Doa Qunut Nazilah

Doa Qunut Nazilah dibaca ketika umat Islam menghadapi musibah, bencana, atau situasi genting.

Doa ini dapat dibaca pada setiap salat fardhu di rakaat terakhir setelah ruku’.

Bacaan Doa Qunut Nazilah

Latin

Allahummahdii fiiman hadait,
wa ‘aafinaa fiiman ‘aafait,
wa tawallanaa fiiman tawallait,
wa baarik lanaa fiimaa a’thait,
wa qinaa syarra maa qadhait.

Fa innaka taqdlii wa laa yuqdlaa ‘alaik.
Wa innahu laa yadzillu man waalait.
Wa laa ya’izzu man ‘aadait.
Tabaarakta rabbanaa wa ta’aalait.

Falakal hamdu ‘alaa maa qadhait.
Astaghfiruka Allahumma wa atuubu ilaik.

Allahummadfa’ ‘annal balaa’a wal wabaa’a wasy-syadaa’id wal mihan maa zhahara minhaa wa maa bathan.

Artinya

“Ya Allah, berilah kami petunjuk sebagaimana orang-orang yang Engkau beri petunjuk. Berilah kami kesehatan sebagaimana orang-orang yang Engkau beri kesehatan.

Pimpinlah kami bersama orang-orang yang Engkau pimpin, berkahilah kami dalam apa yang Engkau berikan, dan lindungilah kami dari keburukan ketetapan-Mu.

Tolaklah dari kami berbagai bencana, wabah penyakit, kesulitan, dan ujian, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.”

Tata Cara Membaca Qunut Nazilah

Berikut beberapa tata cara membaca Qunut Nazilah dalam shalat:

  • Dibaca pada rakaat terakhir setelah ruku’
  • Bisa dilakukan pada setiap shalat fardhu
  • Dibaca pelan pada shalat sirriyah seperti Dzuhur dan Ashar
  • Dibaca keras pada shalat jahriyah seperti Magrib, Isya, dan Subuh
  • Jika imam yang membaca, lafaz doa menggunakan kata ganti jamak, sedangkan makmum cukup mengaminkan doa. ***