Malam Ini Gerhana Bulan Total, Berikut Tata Cara Shalatnya

Kementerian Agama mengimbau umat Islam melaksanakan shalat gerhana saat gerhana bulan total 3 Maret 2026 bertepatan 13 Ramadhan 1447 H. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Masyarakat Indonesia akan menyaksikan fenomena gerhana bulan total pada Selasa malam, 3 Maret 2026. Peristiwa astronomi ini terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus sehingga Bulan masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi.

Gerhana bulan merupakan peristiwa ketika cahaya Matahari yang seharusnya sampai ke Bulan terhalang oleh Bumi. Fenomena ini hanya terjadi saat fase purnama dan dapat diprediksi secara ilmiah karena merupakan bagian dari dinamika pergerakan benda langit.

Bulan Tampak Merah

Pada puncak gerhana total, Bulan akan tampak berwarna merah apabila kondisi langit cerah. Warna merah tersebut muncul akibat fenomena hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi.

Cahaya Matahari yang melewati atmosfer akan tersebar. Gelombang cahaya berwarna biru lebih banyak terhambur, sedangkan cahaya berwarna merah dengan panjang gelombang lebih besar tetap melintas dan mencapai permukaan Bulan. Inilah yang membuat Bulan terlihat kemerahan saat gerhana total berlangsung.

Jadwal Gerhana Menurut BMKG

Mengutip Sistem Informasi Observasi Gerhana Indonesia milik BMKG, gerhana bulan total akan melalui beberapa fase berikut (WIB):

  • Gerhana Penumbra mulai (P1): 15.42.44
  • Gerhana Total mulai: 18.03.56
  • Puncak Gerhana: 18.33.39

Masyarakat dapat menyaksikan fase total ini secara langsung tanpa alat bantu khusus, selama cuaca mendukung.

Makna Spiritual dan Shalat Khusuf

Bagi umat Islam, gerhana bulan bukan sekadar fenomena alam, tetapi juga momentum untuk meningkatkan ibadah dan merenungi kebesaran Allah SWT. Saat terjadi gerhana bulan total, umat Islam dianjurkan melaksanakan shalat sunnah yang dikenal sebagai shalat khusuf.

Merujuk keterangan dari Kementerian Agama RI, hukum shalat khusuf adalah sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan.

Ulama besar Nusantara, Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain, menjelaskan bahwa shalat gerhana memiliki tiga tingkatan:

  1. Tingkat minimal: Dua rakaat seperti shalat sunnah biasa.

  2. Tingkat pertengahan: Dua rakaat dengan dua kali rukuk dan dua kali sujud di setiap rakaat.

  3. Tingkat sempurna: Membaca surat-surat panjang setelah Al-Fatihah, seperti Al-Baqarah atau yang sepadan, dengan rukuk dan sujud yang lebih panjang.

Tata Cara Shalat Khusuf

Berikut tata cara shalat khusuf dua rakaat dengan dua rukuk di setiap rakaat:

1. Niat bersamaan dengan takbiratul ihram.

Ushalli sunnatal khusuf rak’ataini lillahi ta’ala

Artinya: “Saya niat sholat sunnah gerhana bulan dua rakaat karena Allah SWT.”

2. Membaca doa iftitah

3. Membaca ta’awudz dan Al-Fatihah

4. Membaca surat Alquran dengan suara lantang (jahr)

5. Rukuk pertama (diperpanjang)

6. I’tidal

7. Membaca Al-Fatihah kembali

8. Membaca surat lebih pendek dari bacaan pertama

9. Rukuk kedua (lebih singkat dari rukuk pertama)

10. I’tidal

11. Sujud pertama

12. Duduk di antara dua sujud

13. Sujud kedua

Rakaat kedua dilakukan dengan tata cara yang sama, namun bacaan surat lebih pendek dari rakaat pertama. Shalat ditutup dengan tasyahud akhir dan salam.

Secara umum, tata cara shalat khusuf mirip dengan sholat sunnah lainnya. Perbedaannya terletak pada adanya dua kali rukuk dalam setiap rakaat. ***