SerambiMuslim.com – Sebanyak 28 mahasiswa UIN Walisongo Semarang resmi mengikuti KKN Internasional di Arab Saudi. Peserta berasal dari berbagai program studi dengan dominasi mahasiswa Manajemen Haji dan Umrah (MHU).
Rinciannya, sebanyak 21 mahasiswa berasal dari Prodi MHU, tiga mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab, dua mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam, serta dua mahasiswa Manajemen.
Selama berada di Arab Saudi, peserta akan menjalankan pengabdian di sejumlah lokasi strategis. Di antaranya Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN), Kantor Urusan Haji, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, kawasan Masjidil Haram, dan Masjid Nabawi.
Mahasiswa akan mendampingi siswa di SILN, membantu layanan badal umrah bagi masyarakat Indonesia, serta memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat dari berbagai negara.
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo, Nasihun Amin, menilai program tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik sekaligus pengalaman hidup di lingkungan internasional.
“KKN Internasional ini bukan sekadar pengabdian, tetapi juga menjadi momentum peribadatan sekaligus memperkaya pengalaman dan pengetahuan mahasiswa melalui interaksi langsung di lingkungan internasional,” ujar Nasihun Amin dikutip dari laman resmi Kemenag, Rabu, 22 Juli 2026.
Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Musahadi, menyebut KKN Internasional di Arab Saudi sebagai inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan aspek akademik, jejaring global, dan pengalaman ibadah.
“Ini merupakan terobosan kreatif yang menggabungkan substansi akademik, penguatan jejaring internasional, sekaligus menghadirkan pengalaman ibadah yang sangat bermakna bagi mahasiswa. Program seperti ini layak diapresiasi dan dapat menjadi model yang diadopsi oleh program studi maupun fakultas lainnya,” ungkapnya.
Musahadi juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga nama baik UIN Walisongo selama menjalankan program di Arab Saudi. Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya dilihat dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.
Melalui program KKN Internasional Arab Saudi 2026, UIN Walisongo berharap mahasiswa memperoleh wawasan yang lebih luas, memperkuat relasi internasional, serta membawa pulang pengalaman yang mendukung pengabdian dan pengembangan akademik.
Di sisi lain, Kepala Prodi MHU FDK UIN Walisongo Semarang, Abdul Rozaq, mengungkapkan program KKN Internasional Haramain turut mendongkrak minat calon mahasiswa baru.
Menurutnya, jumlah pendaftar Prodi MHU meningkat hingga 200 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Lonjakannya cukup fantastis. Biasanya setiap tahun sekitar 100 hingga 120 calon mahasiswa, sekarang menjadi lebih dari 300 pendaftar,” ujarnya usai pelepasan peserta KKN Internasional Haramain di Laboratorium FDK UIN Walisongo Semarang, Selasa, 21 Juli 2026 dikutip laman NU Jateng.
Program tersebut juga mendapat sambutan positif dari para orang tua mahasiswa. Mereka menilai KKN Internasional memberikan pengalaman berharga dengan biaya yang relatif terjangkau.
“Kalau menurut saya sangat murah. Umrah sekitar 13 hari saja biayanya kurang lebih Rp35 juta, sedangkan KKN ini berlangsung 36 hari dengan biaya Rp36 juta. Semoga anak-anak yang berangkat diberikan keselamatan dan kelancaran,” ungkap ayah dari salah seorang mahasiswi yang mengikuti program KKN tersebut. (*)







