SerambiMuslim.com – Pemerintah mengawali rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 100 ribu jemaah dari berbagai daerah dan lintas agama.
Mengusung tema persatuan dalam keberagaman, kegiatan ini menjadi momentum spiritual untuk mengenang jasa para pendiri bangsa sekaligus memperkuat komitmen menjaga persatuan Indonesia.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Suasana semakin khusyuk ketika juara pertama Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) International Al-Ameed ke-3 di Karbala, Irak, tahun 2026, Muhammad Zian Fahrezi, membacakan Surat Ar-Rahman ayat 1 hingga 14.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan zikir dan doa merupakan ikhtiar spiritual untuk memperkuat persatuan, kerukunan, dan harmoni bangsa.
Menurutnya, kemajuan Indonesia tidak hanya ditentukan pembangunan fisik, tetapi juga kekuatan doa, akhlak, dan kehidupan yang rukun.
“Dengan zikir kita menumbuhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian kita membangun bumi. Sekitar 100 ribu peserta zikir dan doa malam ini datang dari berbagai wilayah, dari berbagai agama, bersama-sama berdoa untuk negeri,” ujar Menag.
Usai sambutan Menteri Agama, acara dilanjutkan dengan doa kebangsaan lintas agama yang dipimpin enam tokoh agama secara bergantian.
Doa dipanjatkan sebagai ungkapan syukur atas kemerdekaan sekaligus harapan agar Indonesia senantiasa damai, bersatu, dan mampu mewujudkan cita-cita bangsa.
Doa diawali oleh perwakilan umat Kristen Protestan, Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty. Selanjutnya, doa dipimpin Romo Fransiskus Yance Sengga untuk umat Katolik.
Pinandita Gede Pastika memimpin doa umat Hindu. Bhikku Bhadranatha Thera memimpin doa umat Buddha. Dan, Xs. Budi S. Tanuwibowo memimpin doa umat Konghucu.
Rangkaian doa lintas agama ditutup doa umat Islam yang dipimpin H. Husni Ismail.
Suasana khusyuk berlanjut saat Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf memimpin Selawat Kebangsaan bersama ribuan jemaah yang memadati kawasan Monas.
Selawat menggema sebagai simbol persatuan sekaligus doa bersama bagi keselamatan dan kemajuan Indonesia.
Sebelum acara utama dimulai, panitia menggelar pembacaan Khotmil Qur’an yang dipimpin Dr. KH. Rijal Ahmad Rangkuti.
Doa Khotmil Qur’an kemudian dipimpin Ust. H. Muzakkir Abd Rahman.
Kegiatan turut dihadiri para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih serta tokoh lintas agama.
Kehadiran pemerintah dan masyarakat dalam satu forum menjadi simbol kebersamaan menjaga persatuan di tengah keberagaman Indonesia. (*)







