SerambiMuslim.com – Bulan Rabiulawal atau bulan Maulid menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW.
Kelahiran Nabi Muhammad SAW membawa pencerahan dan rahmat bagi seluruh alam.
Peringatan Maulid Nabi tidak semestinya hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan. Momentum tersebut dapat menjadi sarana menumbuhkan rasa cinta atau mahabbah kepada Rasulullah SAW.
Selain itu, Maulid Nabi dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT.
Lantas, apa saja amalan yang dapat dilakukan saat Maulid Nabi?
Berikut sejumlah amalan dan bacaan sholawat yang dapat diamalkan untuk mengisi momentum tersebut.
Amalan Saat Maulid Nabi Muhammad SAW
Dalam Al-Hawi lil Fatawi, Imam As-Suyuthi mengutip penjelasan Al-Hafiz Ibnu Hajar Al-Asqalani. Peringatan Maulid Nabi hendaknya diisi dengan berbagai amal kebaikan. Amalan tersebut menjadi bentuk ekspresi rasa syukur kepada Allah SWT.
Berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan saat Maulid Nabi.
1. Membaca Alquran dan Menyimak Sirah Nabawiyah
Membaca Alquran dapat menjadi salah satu amalan untuk mengisi peringatan Maulid Nabi.
Selain itu, umat Islam dapat mempelajari perjalanan hidup atau sirah Rasulullah SAW.
Mempelajari sirah bertujuan mengambil pelajaran dari kehidupan Rasulullah SAW.
Keteguhan dan kemuliaan akhlak beliau juga dapat menjadi teladan dalam kehidupan.
2. Bersedekah dan Memberi Makan
Bersedekah dan berbagi makanan dapat dilakukan untuk mengisi momentum Maulid Nabi.
Umat Islam dapat menjamu jemaah majelis atau memberikan santunan kepada anak yatim.
Makanan juga dapat dibagikan kepada fakir miskin dan masyarakat yang membutuhkan.
Sedekah memiliki sejumlah keutamaan sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” (HR Muslim)
3. Memperbanyak Zikir dan Doa Bersama
Memperbanyak zikir dan doa juga dapat dilakukan saat memperingati Maulid Nabi.
Umat Islam dapat mengagungkan nama Allah SWT melalui zikir bersama.
Doa juga dapat dipanjatkan untuk memohon keberkahan dan keselamatan. Doa tersebut dapat ditujukan bagi keluarga, masyarakat, serta bangsa.
4. Membaca Puji-Pujian dan Sholawat
Membaca puji-pujian kepada Rasulullah SAW menjadi salah satu kegiatan yang umum dilakukan.
Umat Islam dapat melantunkan kitab-kitab maulid klasik dalam majelis. Beberapa di antaranya adalah Maulid Al-Barzanji, Maulid Diba’i, dan Simtudduror.
Kitab-kitab tersebut berisi pujian dan kisah mengenai keagungan Rasulullah SAW.
Menghidupkan Sunnah dan Akhlak Nabi di Rumah
Makna peringatan Maulid Nabi tidak berhenti setelah kegiatan majelis selesai. Semangat meneladani akhlak Rasulullah SAW juga dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga.
Berikut beberapa bentuk keteladanan yang dapat diterapkan di rumah.
Bersikap Lemah Lembut
Umat Islam dapat meneladani sifat lemah lembut Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah SAW dikenal tidak membentak atau bersikap kasar kepada orang lain.
Allah SWT berfirman dalam Surah Ali ‘Imran ayat 159:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ
“Maka, berkat rahmat Allah engkau (Nabi Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu.”
Menghidupkan Salat Sunnah dan Mengaji Bersama
Keteladanan Nabi juga dapat diwujudkan melalui peningkatan ibadah bersama keluarga. Umat Islam dapat membiasakan salat sunnah rawatib atau tahajud.
Tadarus Alquran bersama keluarga juga dapat dilakukan secara rutin.
Membiasakan Berbagi dengan Sesama
Berbagi makanan kepada tetangga dapat menjadi bentuk rasa syukur. Makanan dapat dimasak di rumah dan dibagikan kepada masyarakat sekitar.
Kebiasaan tersebut juga dapat menjadi sarana mempererat hubungan dengan sesama.
Menjaga Kebersihan
Menjaga kebersihan rumah juga dapat diterapkan sebagai bagian dari keteladanan. Keluarga dapat membiasakan lingkungan rumah tetap bersih dan tertata.
Membantu pekerjaan rumah tangga juga dapat menjadi bagian dari penerapan keteladanan tersebut.
Bacaan Sholawat yang Bisa Diamalkan
Selain berbagai amalan tersebut, umat Islam dapat memperbanyak membaca sholawat.
Berikut beberapa bacaan sholawat yang populer dan dapat diamalkan.
1. Sholawat Ibrahimiyah
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Latin: Allahumma shalli ‘ala Muhammadin wa ‘ala ali Muhammad, kama shallaita ‘ala Ibrahima wa ‘ala ali Ibrahima, innaka hamidun majid.
2. Sholawat Nariyah
اَللّٰهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَــمَّدِ ࣙالَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضٰى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىٰ اٰلِهِ وِصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَ نَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ
Latin: Allâhumma shalli shalâtan kâmilatan wa sallim salâman tâmman alâ sayyidinâ Muḫammadinil-ladzi tanḫallu bihil-uqadu wa tanfariju bihil-kurabu wa tuqdlâ bihil-ḫawâiju wa tunâlu bihir-raghâ’ibu wa ḫusnul-khawâtimi wa yustasqal-ghamâmu biwajhihil-karîmi wa alâ âlihi wa shaḫbihi fî kulli lamḫatin wa nafasin biadadi kulli ma`lûmilak(a).
3. Sholawat Thibbil Qulub
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا، وَعَافِيَةِ الْاَبْدَانِ وَشِفَائِهَا، وَنُوْرِ لْاَبْصَارِ وَضِيَائِهَا، وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
Latin: Allâhumma shalli ‘alâ Sayyidinâ Muhammadin thibbil qulûbi wa dawâ-ihâ wa ‘âfiyatil abdâni wa syifâ-ihâ wa nûril abshâri wa dliyâ-ihaa wa ‘alâ âlihî wa shahbihî wa sallim.
4. Sholawat Ma’tsurah
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَاحِبِ النَّسَبِ الشَّرِيْفِ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
Latin: Allahumma shalli ‘ala sayyidina muhammadin shahibin nasabisy-syarifi wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallim.
Peringatan Maulid Nabi dapat menjadi momentum memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW. Nilai tersebut dapat diwujudkan melalui ibadah, sedekah, membaca sholawat, dan mempelajari sirah.
Yang tidak kalah penting, keteladanan Rasulullah SAW dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (*)







