Ketum PBNU Soroti MBG Usai Ratusan Santri Keracunan

Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) mendukung evaluasi MBG usai ratusan santri di Sidoarjo diduga keracunan. DPR dan Wamenag meminta tata kelola diperbaiki. (Foto: KOMPAS.com)

SerambiMuslim.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mendukung evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Evaluasi dinilai perlu dilakukan untuk memastikan pengelolaan program berjalan lebih berintegritas.

Pernyataan itu disampaikan Gus Kikin menanggapi kasus keracunan MBG yang terjadi di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur.

Kasus tersebut menyebabkan ratusan santri mengalami gangguan kesehatan hingga harus mendapatkan perawatan medis.

“Kalau semuanya bertanggung jawab terhadap kegiatan dan pekerjaannya, ya mudah-mudahan enggak terulang kembali kasus keracunan MBG. Kita masing-masing itu harus bertanggung jawab terhadap kegiatan-kegiatannya, tanggung jawab terhadap aturan-aturan yang diberlakukan di dalam kegiatan masing-masing,” ujar dia.

Menurut Gus Kikin, kasus keracunan MBG di Sidoarjo merupakan satu dari sejumlah kejadian serupa. Karena itu, perbaikan tata kelola program perlu terus dilakukan.

Namun, ia menilai praktik baik yang sudah berjalan di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap harus dipertahankan.

Praktik tersebut, menurut dia, dapat diterapkan di lingkungan pesantren agar pelaksanaan MBG berjalan lebih aman.

“Ya itu kan satu dari sekian banyak (kejadian keracunan MBG), ya kita harus jalan terus karena memang pesantren harus jalan,” tuturnya.

Wamenag Minta Kasus Keracunan MBG Diinvestigasi

Sementara itu, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii meminta dugaan keracunan makanan yang dialami santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam diinvestigasi.

Investigasi diperlukan untuk mengetahui secara pasti penyebab gangguan kesehatan yang dialami para santri.

“Karena sudah hampir satu tahun dapur ini menyuplai anak-anak ini dan baru sekarang terjadi masalah, tentu kita perlu investigasi apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Wamenag saat menjenguk santri yang masih menjalani perawatan di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Jumat, 4 September 2026.

Saat Wamenag menjenguk, sedikitnya ada delapan pasien yang masih menjalani perawatan. Lima pasien telah diperbolehkan pulang, sedangkan tiga pasien lainnya masih dirawat.

Menurut Wamenag, para santri mengeluhkan gangguan pada bagian perut dan rasa mual. Namun, kondisi mereka disebut tidak tergolong berat.

“Yang dirawat ada delapan. Kata kepala rumah sakit, lima hari ini akan dipulangkan, tinggal tiga. Jadi anak-anak tadi memang ada yang mengeluh perutnya, mual, tetapi tidak terlalu berat,” ujar Wamenag.

DPR Minta Evaluasi Total SPPG

Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina juga meminta kasus keracunan MBG tidak kembali terjadi.

Ia menilai pemerintah perlu memastikan keamanan makanan dalam program tersebut. Terlebih, MBG menyasar anak-anak yang membutuhkan asupan bergizi.

“Jangan sampai ini terulang kembali,” kata Selly saat ditemui di Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan Institut Pastoral Indonesia (STP-IPI) Malang, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis kemarin.

Kasus keracunan tersebut menimpa setidaknya ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) telah memberikan sanksi tegas terhadap salah satu SPPG di Sidoarjo.

SPPG tersebut diketahui melayani distribusi paket makanan MBG kepada para santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam.

Selly meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola pelayanan SPPG terkait.

Evaluasi dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang. Selain itu, langkah tersebut diperlukan untuk memastikan keselamatan para peserta didik.

“Merugikan anak-anak yang ada di sana,” ucapnya.

Ia juga mendukung keputusan pemerintah memberikan sanksi terhadap SPPG terkait.

Menurutnya, sanksi tersebut menunjukkan ketegasan pemerintah dalam menindak pelanggaran standar operasional pelayanan.

“Mengevaluasi kembali kepada pihak SPPG yang memberikan pelayanan,” ucapnya.

Selly turut menyampaikan keprihatinannya atas kasus keracunan yang dialami ratusan santri tersebut.

“Saya turut prihatin atas kasus keracunan yang ada di Sidoarjo,” ujar dia.

Ia menegaskan bahwa seluruh santri yang mengalami keracunan telah mendapatkan penanganan medis.

Menurut Selly, keselamatan dan kondisi kesehatan para santri harus menjadi perhatian utama dalam penanganan kasus tersebut.

“Terpenting hari ini adalah bagaimana penanganan kepada para santri yang hari ini sedang melakukan perawatan,” kata Selly. (*)