SerambiMuslim.com – Imam Besar Masjidil Aqsa, Syekh Muhammad Hussein, menyerukan persatuan umat Islam dunia demi mewujudkan kemerdekaan Palestina.
Pesan tersebut disampaikan setelah Syekh Muhammad Hussein melaksanakan Salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Di hadapan jemaah, ia menyampaikan salam dari rakyat Palestina sekaligus menyerukan dukungan bagi perjuangan Palestina.
Kehadiran Syekh Muhammad Hussein di Indonesia merupakan bagian dari International Grand Imams Conference (IGIC) 2026.
IGIC 2026 berlangsung pada 25-28 September 2026 di Jakarta dan menghadirkan imam serta tokoh Islam dari berbagai negara.
Dalam sambutannya, Syekh Muhammad Hussein mengaku terharu melihat antusiasme jemaah yang memenuhi Masjid Istiqlal.
Ia menegaskan Masjidil Aqsa bukan sekadar bangunan bersejarah. Menurutnya, Al-Aqsa juga menjadi simbol persatuan umat Islam.
“Salam yang mengikat antara kaum muslimin dari Masjidil Aqsa, juga dari Masjidil Haram Makkah dan Madinah. Masjid Aqsa merupakan barometer dari kekuatan dan kemenangan umat Islam. Selama Masjidil Aqsa dipegang oleh umat Islam, maka kita bisa memegang kesatuan umat Islam seluruh dunia,” ujar Syekh Muhammad Hussein.
Serukan Persatuan untuk Palestina
Syekh Muhammad Hussein mengingatkan sejarah panjang Masjidil Aqsa dalam tradisi Islam.
Ia menyebut peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu bagian penting sejarah Al-Aqsa.
Ia juga menyinggung kepemimpinan Umar bin Khattab dan perjuangan Salahuddin Al-Ayyubi.
Menurutnya, mempertahankan Al-Aqsa merupakan amanah akidah yang diwariskan hingga akhir zaman.
Syekh Muhammad Hussein kemudian menegaskan pentingnya dukungan umat Islam bagi Palestina.
“Di pundak kita semua ada beban untuk bagaimana kita bisa membantu memerdekakan Palestina dan memerdekakan Masjidil Aqsa. Karena itu di pundak kita semua, mari kita semua bersatu memperjuangkan Palestina merdeka,” tegasnya.
Ia juga mendoakan jemaah yang hadir dapat berziarah dan salat di Masjidil Aqsa.
Harapan tersebut disampaikan agar dapat terwujud dalam suasana Palestina yang telah merdeka.
IGIC 2026 Angkat Diplomasi Keagamaan
IGIC 2026 mengusung tema Masjid Harmony, Religious Diplomacy, and Global Peace.
Forum tersebut membahas peran masjid dalam membangun harmoni, diplomasi keagamaan, dan perdamaian global.
Potensi ekonomi kemasjidan juga menjadi salah satu agenda dalam konferensi tersebut.
Sebanyak 39 negara dijadwalkan hadir dengan total 45 delegasi. Peserta berasal dari berbagai kawasan, termasuk Asia, Eropa, Amerika, dan Timur Tengah.
Kementerian Agama menyebut IGIC juga diarahkan untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat perdamaian.
Forum ini turut mendorong imam masjid menjadi bagian dari diplomasi keagamaan dalam merespons persoalan global.
Salah satu hasil yang ditargetkan dalam IGIC 2026 adalah Jakarta Understanding. Dokumen tersebut dijadwalkan dirumuskan pada rangkaian kegiatan 27 September 2026.
Forum IGIC juga membahas pembentukan International Grand Imam Forum. Wadah tersebut diarahkan menjadi ruang kebersamaan para imam dalam merespons persoalan global.
Dengan forum tersebut, pesan keagamaan diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun perdamaian.
Kehadiran Imam Besar Masjidil Aqsa dalam rangkaian IGIC turut membawa isu Palestina ke ruang dialog keagamaan internasional.
Steering Committee IGIC 2026, Inspektur Jenderal Sabilul Alif, menjelaskan forum menyediakan ruang bagi tokoh agama dunia.
Ruang tersebut digunakan untuk menyuarakan kemaslahatan umat dan pesan perdamaian. (*)







