Fikih  

20 Surat Pendek Al-Quran yang Mudah Dihafal

Menghafal Al-Quran dapat dimulai dari surat-surat pendek dengan jumlah ayat relatif sedikit dan bacaan yang lebih mudah diingat. (FOTO: Pexels/ILUSTRASI)

SerambiMuslim.com – Menghafal Al-Quran dapat dimulai dari surat-surat pendek dengan jumlah ayat relatif sedikit dan bacaan yang lebih mudah diingat.

Al-Quran terdiri atas 114 surat dengan jumlah ayat yang berbeda-beda. Karena itu, pemula dapat memilih surat pendek sebagai tahap awal menghafal.

Surat-surat pendek banyak terdapat dalam Juz Amma atau Juz 30. Surat tersebut juga umum dibaca dalam salat setelah Surat Al-Fatihah.

Memulai hafalan dari surat dengan jumlah ayat sedikit dapat membantu membangun kebiasaan. Setelah hafalan semakin kuat, proses dapat dilanjutkan ke surat yang lebih panjang.

20 Surat Pendek Al-Quran yang Mudah Dihafal

Berikut 20 surat pendek yang dapat menjadi pilihan bagi pemula untuk mulai menghafal Al-Quran.

1. Surat Al-Kautsar – 3 Ayat

Surat Al-Kautsar merupakan surat ke-108 dalam Al-Quran. Surat ini terdiri atas tiga ayat dan termasuk golongan Makkiyah.

Nama Al-Kautsar berarti nikmat yang banyak atau karunia yang berlimpah. Surat ini termasuk salah satu surat paling pendek sehingga cocok dijadikan hafalan awal.

2. Surat Al-Asr – 3 Ayat

Surat Al-Asr merupakan surat ke-103 dalam Al-Quran dan terdiri atas tiga ayat. Al-Asr berarti masa atau waktu. Surat ini termasuk golongan Makkiyah.

Meskipun hanya terdiri atas tiga ayat, kandungannya mengingatkan manusia tentang pentingnya waktu, keimanan, amal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

3. Surat An-Nasr – 3 Ayat

Surat An-Nasr merupakan surat ke-110 dalam Al-Quran dan terdiri atas tiga ayat.

An-Nasr berarti pertolongan. Surat ini termasuk golongan Madaniyah. Jumlah ayat yang sedikit membuat An-Nasr dapat menjadi pilihan bagi orang yang baru mulai menghafal.

4. Surat Al-Ikhlas – 4 Ayat

Surat Al-Ikhlas merupakan surat ke-112 dalam Al-Quran dan terdiri atas empat ayat. Surat ini termasuk golongan Makkiyah. Al-Ikhlas berarti ketulusan atau memurnikan keesaan Allah.

Kandungannya menegaskan keesaan Allah serta menolak adanya sesuatu yang setara dengan-Nya.

5. Surat Quraisy – 4 Ayat

Surat Quraisy merupakan surat ke-106 dalam Al-Quran dan terdiri atas empat ayat.

Nama surat ini diambil dari suku Quraisy. Surat ini termasuk golongan Makkiyah. Surat Quraisy mengingatkan tentang berbagai nikmat yang diberikan Allah kepada kaum Quraisy.

6. Surat Al-Falaq – 5 Ayat

Surat Al-Falaq merupakan surat ke-113 dalam Al-Quran dan terdiri atas lima ayat.

Al-Falaq berarti waktu subuh atau fajar. Surat ini termasuk golongan Makkiyah. Surat Al-Falaq berisi permohonan perlindungan kepada Allah dari berbagai kejahatan.

7. Surat Al-Fil – 5 Ayat

Surat Al-Fil merupakan surat ke-105 dalam Al-Quran dan terdiri atas lima ayat.

Al-Fil berarti gajah. Surat ini termasuk golongan Makkiyah. Surat Al-Fil menceritakan peristiwa pasukan bergajah yang hendak menyerang Ka’bah.

8. Surat Al-Lahab atau Al-Masad – 5 Ayat

Surat Al-Lahab merupakan surat ke-111 dalam Al-Quran dan terdiri atas lima ayat.

Surat ini juga dikenal sebagai Al-Masad. Al-Lahab berarti gejolak api, sedangkan Al-Masad berarti sabut yang dipintal. Surat ini termasuk golongan Makkiyah.

9. Surat Al-Qadr – 5 Ayat

Surat Al-Qadr merupakan surat ke-97 dalam Al-Quran dan terdiri atas lima ayat.

Al-Qadr berarti kemuliaan atau ketetapan. Surat ini termasuk golongan Makkiyah. Surat Al-Qadr menjelaskan kemuliaan Lailatulqadar yang disebut lebih baik daripada seribu bulan.

10. Surat An-Nas – 6 Ayat

Surat An-Nas merupakan surat terakhir dalam Al-Quran, yaitu surat ke-114. Surat ini terdiri atas enam ayat dan termasuk golongan Makkiyah.

An-Nas berarti manusia. Surat ini berisi permohonan perlindungan kepada Allah dari bisikan jahat yang berasal dari jin maupun manusia.

11. Surat Al-Kafirun – 6 Ayat

Surat Al-Kafirun merupakan surat ke-109 dalam Al-Quran dan terdiri atas enam ayat.

Surat ini termasuk golongan Makkiyah. Kandungannya menegaskan keteguhan dalam menjalankan keyakinan dan ibadah kepada Allah.

Beberapa ayatnya memiliki pola pengulangan sehingga dapat membantu proses menghafal.

12. Surat Al-Maun – 7 Ayat

Surat Al-Maun merupakan surat ke-107 dalam Al-Quran dan terdiri atas tujuh ayat. Al-Maun berarti barang-barang yang berguna atau bantuan. Surat ini termasuk golongan Makkiyah.

Surat Al-Maun mengingatkan manusia agar tidak mengabaikan anak yatim, orang miskin, maupun kewajiban beribadah.

13. Surat At-Takatsur – 8 Ayat

Surat At-Takatsur merupakan surat ke-102 dalam Al-Quran dan terdiri atas delapan ayat.

At-Takatsur berarti bermegah-megahan atau berlomba memperbanyak harta dan kedudukan. Surat ini termasuk golongan Makkiyah dan mengingatkan manusia agar tidak terlena oleh kehidupan dunia.

14. Surat At-Tin – 8 Ayat

Surat At-Tin merupakan surat ke-95 dalam Al-Quran dan terdiri atas delapan ayat. At-Tin berarti buah tin. Surat ini termasuk golongan Makkiyah.

Surat At-Tin menjelaskan penciptaan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya serta pentingnya keimanan dan amal saleh.

15. Surat Al-Insyirah – 8 Ayat

Surat Al-Insyirah merupakan surat ke-94 dalam Al-Quran dan terdiri atas delapan ayat. Surat ini juga dikenal sebagai Asy-Syarh. Al-Insyirah berarti kelapangan atau kelapangan dada.

Salah satu pesan yang dikenal dari surat ini adalah bahwa bersama kesulitan terdapat kemudahan.

16. Surat Az-Zalzalah – 8 Ayat

Surat Az-Zalzalah merupakan surat ke-99 dalam Al-Quran dan terdiri atas delapan ayat.

Az-Zalzalah berarti keguncangan atau gempa yang dahsyat. Surat ini termasuk golongan Madaniyah. Surat ini menggambarkan keadaan bumi pada hari kiamat dan balasan atas amal manusia.

17. Surat Al-Humazah – 9 Ayat

Surat Al-Humazah merupakan surat ke-104 dalam Al-Quran dan terdiri atas sembilan ayat.

Al-Humazah berarti pengumpat atau pencela. Surat ini termasuk golongan Makkiyah. Kandungannya antara lain mengingatkan manusia agar tidak mencela orang lain serta tidak berlebihan mencintai harta.

18. Surat Ad-Duha – 11 Ayat

Surat Ad-Duha merupakan surat ke-93 dalam Al-Quran dan terdiri atas 11 ayat. Ad-Duha berarti waktu duha. Surat ini termasuk golongan Makkiyah.

Surat ini berisi penghiburan dan penguatan kepada Nabi Muhammad SAW. Di dalamnya juga terdapat pesan untuk memperhatikan anak yatim dan orang yang meminta.

19. Surat Al-Adiyat – 11 Ayat

Surat Al-Adiyat merupakan surat ke-100 dalam Al-Quran dan terdiri atas 11 ayat. Al-Adiyat berarti kuda perang yang berlari kencang. Surat ini termasuk golongan Makkiyah.

Surat ini mengingatkan tentang kecenderungan manusia yang ingkar kepada nikmat Allah dan terlalu mencintai harta.

20. Surat Al-Alaq – 19 Ayat

Surat Al-Alaq merupakan surat ke-96 dalam Al-Quran dan terdiri atas 19 ayat. Al-Alaq berarti segumpal darah atau sesuatu yang melekat. Surat ini termasuk golongan Makkiyah.

Lima ayat pertama Surat Al-Alaq dikenal sebagai bagian dari wahyu yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Surat Pendek yang Mudah Dihafal Pemula

Bagi pemula, tidak perlu langsung menghafal surat dengan jumlah ayat banyak. Surat Al-Kautsar, Al-Asr, dan An-Nasr dapat menjadi pilihan awal karena masing-masing terdiri atas tiga ayat.

Setelah menguasai surat tersebut, hafalan dapat dilanjutkan dengan Al-Ikhlas, Quraisy, Al-Falaq, Al-Fil, Al-Lahab, dan Al-Qadr.

Tahapan tersebut dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Tidak ada keharusan menghafal berdasarkan urutan tertentu.

Surat Pendek yang Mudah Dihafal Anak

Anak-anak dapat mulai menghafal Al-Quran dari surat yang memiliki jumlah ayat sedikit. Surat Al-Kautsar, Al-Asr, dan An-Nasr dapat menjadi pilihan awal. Ketiganya hanya memiliki tiga ayat.

Setelah anak mulai lancar, hafalan dapat dilanjutkan dengan Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.

Proses menghafal sebaiknya dilakukan secara bertahap. Anak dapat mengulang satu ayat terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke ayat berikutnya.

Surat Pendek yang Bisa Dibaca Saat Salat

Surat pendek yang telah dihafal dan dibaca dengan lancar dapat digunakan dalam salat setelah membaca Al-Fatihah.

Beberapa surat yang umum dipelajari antara lain:

  • Surat Al-Kautsar
  • Surat Al-Ikhlas
  • Surat Al-Falaq
  • Surat An-Nas
  • Surat An-Nasr
  • Surat Al-Kafirun
  • Surat Al-Asr
  • Surat Al-Maun

Pemilihan surat dapat disesuaikan dengan kemampuan hafalan dan kelancaran bacaan.

Cara Mudah Menghafal Surat Pendek Al-Quran

Menghafal surat pendek membutuhkan pengulangan dan konsistensi. Berikut beberapa cara yang dapat diterapkan.

1. Hafalkan Satu Ayat

Mulailah dengan satu ayat dan ulangi sampai bacaannya cukup lancar. Setelah itu, lanjutkan ke ayat berikutnya. Setelah beberapa ayat dikuasai, gabungkan kembali dari awal.

2. Ulangi Hafalan Setiap Hari

Pengulangan secara rutin membantu menjaga hafalan agar tidak mudah terlupakan. Waktu khusus dapat disediakan setiap hari sesuai kemampuan masing-masing.

3. Dengarkan Murattal

Mendengarkan murattal dapat membantu mengenali pelafalan dan urutan ayat. Surat yang sedang dipelajari dapat diperdengarkan berulang kali agar bacaannya semakin familiar.

4. Gunakan dalam Salat

Surat yang telah dihafal dapat dibaca ketika salat untuk membantu menjaga kelancaran hafalan. Dengan cara tersebut, surat yang dipelajari akan lebih sering diulang.

5. Pahami Arti Ayat

Memahami arti setiap ayat dapat membantu menghubungkan hafalan dengan maknanya. Dengan demikian, proses menghafal tidak hanya berfokus pada urutan bacaan.

Bacaan Surat Al-Kautsar

Surat Al-Kautsar terdiri atas tiga ayat dan termasuk surat pendek yang relatif mudah dihafalkan.

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (١)

Latin: Innā a‘ṭainākal-kauṡar

Artinya: Sesungguhnya Kami telah memberimu (Nabi Muhammad) nikmat yang banyak.

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (٢)

Latin: Faṣalli lirabbika wanḥar

Artinya: Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.

إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ (٣)

Latin: Inna syāni’aka huwal-abtar

Artinya: Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari rahmat Allah).

Surat Al-Kautsar mengingatkan tentang nikmat Allah kepada Nabi Muhammad SAW.

Surat ini juga memerintahkan untuk melaksanakan sholat dan berkurban sebagai bentuk ibadah kepada Allah.

Bacaan Surat Al-Ikhlas

Surat Al-Ikhlas terdiri atas empat ayat dan termasuk surat pendek yang banyak dipelajari untuk hafalan.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (١)

Latin: Qul huwallāhu aḥad

Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa.”

اللَّهُ الصَّمَدُ (٢)

Latin: Allāhuṣ-ṣamad

Artinya: Allah tempat meminta segala sesuatu.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (٣)

Latin: Lam yalid wa lam yūlad

Artinya: Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.

وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (٤)

Latin: Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad

Artinya: Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan-Nya.

Surat Al-Ikhlas menegaskan keesaan Allah. Surat ini juga menjelaskan bahwa Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan. Selain itu, tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Allah.

Bacaan Surat Al-Falaq

Surat Al-Falaq terdiri atas lima ayat dan berisi permohonan perlindungan kepada Allah.

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ (١)

Latin: Qul a‘ūżu birabbil-falaq

Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar).”

مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ (٢)

Latin: Min syarri mā khalaq

Artinya: Dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan.

وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ (٣)

Latin: Wa min syarri gāsiqin iżā waqab

Artinya: Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita.

وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ (٤)

Latin: Wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad

Artinya: Dan dari kejahatan para penyihir yang meniup pada buhul-buhul (tali).

وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ (٥)

Latin: Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad

Artinya Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.

Surat Al-Falaq berisi permohonan perlindungan kepada Allah dari berbagai kejahatan. Di dalamnya disebutkan kejahatan malam, sihir, dan kedengkian sebagai beberapa hal yang menjadi sebab manusia memohon perlindungan kepada Allah.

Bacaan Surat An-Nas

Surat An-Nas merupakan surat terakhir dalam Al-Quran dan terdiri atas enam ayat.

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (١)

Latin: Qul a‘ūżu birabbin-nās

Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan manusia.”

مَلِكِ النَّاسِ (٢)

Latin: Malikin-nās

Artinya: Raja manusia.

إِلَٰهِ النَّاسِ (٣)

Latin: Ilāhin-nās

Artinya: Sembahan manusia.

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (٤)

Latin: Min syarril-waswāsil-khannās

Artinya: Dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi.

الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (٥)

Latin: Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās

Artinya: Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (٦)

Latin: Minal-jinnati wan-nās

Artinya: Dari (golongan) jin dan manusia.

Surat An-Nas berisi permohonan perlindungan kepada Allah sebagai Tuhan, Raja, dan sembahan manusia. Perlindungan tersebut dimohonkan dari bisikan jahat yang dapat memengaruhi manusia.

Bacaan Surat Al-Kafirun

Surat Al-Kafirun terdiri atas enam ayat. Surat ini memiliki sejumlah pengulangan lafaz yang dapat membantu proses menghafal.

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ (١)

Latin: Qul yā ayyuhal-kāfirūn

Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai orang-orang kafir.”

لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ (٢)

Latin: Lā a‘budu mā ta‘budūn

Artinya: Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (٣)

Latin: Wa lā antum ‘ābidūna mā a‘bud

Artinya: Kamu juga bukan penyembah apa yang aku sembah.

وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ (٤)

Latin: Wa lā ana ‘ābidum mā ‘abadtum

Artinya: Aku juga tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.

وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (٥)

Latin: Wa lā antum ‘ābidūna mā a‘bud

Artinya: Kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (٦)

Latin: Lakum dīnukum wa liya dīn

Artinya: Untukmu agamamu dan untukku agamaku

Surat Al-Kafirun menegaskan keteguhan dalam menjalankan keyakinan dan ibadah kepada Allah. Ayat terakhir juga menegaskan perbedaan agama dan keyakinan melalui pernyataan bahwa setiap pihak memiliki agamanya masing-masing. (*)