SerambiMuslim.com – Ada banyak sunnah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Namun, sebagian sunnah tersebut mulai jarang diamalkan oleh umat Islam.
Karena itu, mengingat kembali sunnah Nabi SAW menjadi penting bagi seorang Muslim. Salah satunya berkaitan dengan adab makan dan minum.
Berikut sejumlah sunnah Rasulullah SAW dalam makan dan minum yang mulai banyak ditinggalkan.
1. Membaca Basmalah dan Makan dengan Tangan Kanan
Salah satu sunnah yang sangat ditekankan adalah membaca basmalah sebelum makan dan minum.
Umat Islam juga dianjurkan makan menggunakan tangan kanan.
Hal tersebut berdasarkan hadis Umar bin Abi Salamah RA.
كُنْتُ فِي حِجْرِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم، وَكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ فِي الصَّحْفَةِ، فَقَالَ لِي:« يَا غُلَامُ، سَمِّ اللَّهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ
“Ketika aku masih berada dalam asuhan Rasulullah ﷺ, tanganku sering bergerak ke sana kemari di dalam nampan makanan. Lalu beliau bersabda kepadaku, ‘Wahai anak kecil, bacalah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang berada di dekatmu.’” (HR Bukhari dan Muslim)
Jika lupa membaca basmalah pada awal makan, seseorang dianjurkan membacanya ketika teringat.
Lafaz yang dibaca adalah:
بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ
Latin: Bismillāhi awwalahu wa ākhirahu
“Dengan nama Allah pada awal dan akhirnya.”
Hal ini berdasarkan hadis Aisyah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى، فَإِنْ نَسِيَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِي أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ: بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ
“Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaknya ia menyebut nama Allah Ta‘ala. Jika ia lupa menyebut nama Allah Ta‘ala pada awalnya, hendaknya ia mengucapkan, ‘Bismillāhi awwalahu wa ākhirahu.’”
Rasulullah SAW juga melarang makan dan minum menggunakan tangan kiri.
Beliau bersabda:
لَا يَأْكُلَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ بِشِمَالِهِ، وَلَا يَشْرَبَنَّ بِهَا؛ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِهَا
“Janganlah salah seorang di antara kalian makan dengan tangan kirinya dan jangan pula minum dengannya. Sesungguhnya setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya.” (HR Muslim)
2. Minum dalam Tiga Tegukan
Sunnah lainnya adalah minum dalam tiga kali tegukan. Minum dilakukan dalam keadaan duduk serta tidak bernapas di dalam wadah.
Anas bin Malik RA berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَتَنَفَّسُ فِي الشَّرَابِ ثَلَاثًا، وَيَقُولُ: إِنَّهُ أَرْوَى وَأَبْرَأُ وَأَمْرَأُ
“Rasulullah SAW biasa bernapas ketika minum sebanyak tiga kali. Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya cara itu lebih menghilangkan dahaga, lebih menyehatkan, dan lebih mudah untuk diminum.’”
Anas RA juga meriwayatkan bahwa Nabi SAW melarang minum sambil berdiri. (HR Muslim)
3. Makan dengan Tiga Jari dan Menjilati Jari
Salah satu sunnah yang mulai banyak ditinggalkan adalah makan menggunakan tiga jari. Nabi SAW juga mencontohkan menjilati jari setelah selesai makan.
Ka‘ab bin Malik RA berkata:
“Rasulullah SAW makan dengan tiga jari dan menjilati tangannya sebelum membersihkannya.” (HR Muslim)
Dalam Shahih Bukhari dan Muslim, Nabi SAW juga bersabda:
إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا فَلَا يَمْسَحْ يَدَهُ حَتَّى يَلْعَقَهَا أَوْ يُلْعِقَهَا
“Apabila salah seorang di antara kalian selesai makan, janganlah ia mengusap tangannya sebelum menjilatinya atau meminta orang lain menjilatinya.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dalam hadis Jabir RA disebutkan bahwa Nabi SAW memerintahkan menjilati jari. Beliau juga memerintahkan membersihkan sisa makanan pada piring.
إِنَّكُمْ لَا تَدْرُونَ فِي أَيِّهِ الْبَرَكَةُ
“Sesungguhnya kalian tidak mengetahui di bagian mana dari makanan itu terdapat keberkahan.” (HR Muslim)
4. Berkumur Setelah Minum Susu
Nabi SAW juga mengajarkan berkumur dengan air setelah minum susu.
Ummu Salamah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا شَرِبْتُمُ اللَّبَنَ فَتَمَضْمَضُوا مِنْهُ؛ فَإِنَّ لَهُ دَسَمًا
“Apabila kalian minum susu, maka berkumurlah setelahnya. Sesungguhnya susu mengandung lemak.”
Selain itu, umat Islam dianjurkan membaca doa setelah minum susu.
Nabi SAW bersabda:
مَنْ أَطْعَمَهُ اللَّهُ طَعَامًا فَلْيَقُلْ: اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ، وَأَطْعِمْنَا خَيْرًا مِنْهُ، وَمَنْ سَقَاهُ اللَّهُ لَبَنًا فَلْيَقُلْ: اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ، وَزِدْنَا مِنْهُ
“Barang siapa diberi makanan oleh Allah, hendaknya ia mengucapkan, ‘Ya Allah, berkahilah makanan ini untuk kami dan berilah kami makanan yang lebih baik darinya.’ Dan barang siapa diberi minum susu oleh Allah, hendaknya ia mengucapkan, ‘Ya Allah, berkahilah susu ini untuk kami dan tambahkanlah untuk kami darinya.’”
5. Memuji Allah Setelah Selesai Makan
Setelah makan, umat Islam dianjurkan memuji Allah SWT atas makanan dan minuman yang diberikan.
Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لَيَرْضَى عَنِ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الْأَكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا، أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا
“Sesungguhnya Allah benar-benar ridha kepada seorang hamba yang ketika makan suatu makanan, ia memuji-Nya atas makanan tersebut, atau ketika minum suatu minuman, ia memuji-Nya atas minuman tersebut.” (HR Muslim)
Salah satu doa yang diriwayatkan dari Nabi SAW disampaikan Abu Umamah RA. Ketika hidangan diangkat dari hadapan Rasulullah SAW, beliau mengucapkan:
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا غَيْرَ مَكْفِيٍّ وَلَا مُوَدَّعٍ وَلَا مُسْتَغْنًى عَنْهُ رَبَّنَا
“Segala puji bagi Allah, dengan pujian yang banyak, baik, dan penuh keberkahan. Pujian yang tidak pernah cukup untuk membalas nikmat-Nya, tidak ditinggalkan, dan kami tidak pernah merasa tidak membutuhkan-Nya, wahai Tuhan kami.” (HR Bukhari)
6. Makan Bersama dan Tidak Berpencar
Nabi SAW juga mengajarkan umat Islam untuk makan bersama-sama. Kebersamaan tersebut menjadi salah satu bagian dari adab menikmati hidangan.
Hal ini ditunjukkan melalui hadis Jabir bin Abdullah RA. Ia berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:
طَعَامُ الْوَاحِدِ يَكْفِى الِاثْنَيْنِ، وَطَعَامُ الِاثْنَيْنِ يَكْفِى الْأَرْبَعَةَ، وَطَعَامُ الْأَرْبَعَةِ يَكْفِى الثَّمَانِيَةَ
“Makanan untuk satu orang cukup untuk dua orang, makanan untuk dua orang cukup untuk empat orang, dan makanan untuk empat orang cukup untuk delapan orang.” (HR Bukhari dan Muslim)
Kebersamaan saat makan bukan sekadar persoalan berbagi makanan. Hal tersebut juga mengandung nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.
7. Tidak Mencela Makanan
Nabi Muhammad SAW tidak pernah mencela makanan. Jika beliau menyukai suatu makanan, beliau akan memakannya. Namun, jika tidak menyukainya, beliau meninggalkannya tanpa mencela makanan tersebut.
Abu Hurairah RA berkata:
“Rasulullah SAW tidak pernah sama sekali mencela makanan. Jika beliau menyukai sesuatu, beliau memakannya, dan jika beliau tidak menyukainya, beliau meninggalkannya.” (HR Bukhari dan Muslim)
Sikap tersebut mengajarkan adab yang sangat mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak semua makanan harus disukai setiap orang. Namun, ketidaksukaan terhadap makanan tidak seharusnya membuat seseorang mencela atau merendahkannya.
8. Menutup Wadah Makanan dan Minuman pada Malam Hari
Sunnah lainnya adalah menutup wadah makanan dan minuman ketika malam tiba. Tempat penyimpanan air atau minuman juga dianjurkan ditutup dengan rapat.
Jabir bin Abdullah RA berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:
غَطُّوا الْإِنَاءَ، وَأَوْكُوا السِّقَاءَ؛ فَإِنَّ فِي السَّنَةِ لَيْلَةً يَنْزِلُ فِيهَا وَبَاءٌ لَا يَمُرُّ بِإِنَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ غِطَاءٌ، أَوْ سِقَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ وِكَاءٌ إِلَّا نَزَلَ فِيهِ مِنْ ذَلِكَ الْوَبَاءِ
“Tutuplah wadah, dan ikatlah tempat air kalian. Sesungguhnya dalam setahun terdapat satu malam ketika wabah turun. Wabah itu tidak akan melewati wadah yang tidak ditutup atau tempat air yang tidak diikat, kecuali sebagian dari wabah tersebut akan masuk ke dalamnya.” (HR Muslim)
Demikian sejumlah sunnah Rasulullah SAW dalam adab makan dan minum.
Sunnah tersebut tampak sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Namun, mengikuti petunjuk Nabi SAW dalam perkara kecil sekalipun merupakan bagian dari keteladanan seorang Muslim. (*)







