SerambiMuslim.com – Doa Nabi Sulaiman AS untuk memohon ampun sekaligus meminta karunia Allah SET tercantum dalam Al-Qur’an. Doa tersebut terdapat dalam Surah Shad ayat 35 dan dapat menjadi salah satu doa yang diamalkan umat Islam untuk memohon rezeki.
Kisah Nabi Sulaiman AS diabadikan dalam sejumlah ayat Al-Qur’an. Selain dikenal sebagai nabi yang memperoleh kerajaan besar, Nabi Sulaiman AS juga dianugerahi berbagai karunia oleh Allah SWT.
Salah satu doa yang dipanjatkannya berisi permohonan ampun serta permintaan kerajaan yang tidak diberikan kepada siapa pun setelahnya.
Doa Nabi Sulaiman AS untuk Memohon Kekayaan
Doa Nabi Sulaiman AS tersebut tercantum dalam Surah Shad ayat 35:
قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَهَبْ لِيْ مُلْكًا لَّا يَنْۢبَغِيْ لِاَحَدٍ مِّنْۢ بَعْدِيْۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ
Latin: Qāla rabbigfir lī wa hab lī mulkal lā yambagī li`aḥadim mim ba’dī, innaka antal-wahhāb
Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak seorang jua pun miliki sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.”
Mengutip buku “7 Kode Rahasia Al-Fatihah” karya DR. H. Miftahur Rahman, M.A., umat Islam diperbolehkan memohon kekayaan kepada Allah SWT.
Meminta kelapangan rezeki bukan sesuatu yang dilarang dalam Islam. Namun, kekayaan tetap dipandang sebagai karunia yang harus digunakan dengan baik dan disertai rasa syukur kepada Allah SWT.
Doa tersebut merupakan bagian dari kisah Nabi Sulaiman AS dalam Surah Shad. Setelah mendapat ujian dari Allah SWT, Nabi Sulaiman AS memohon ampun sekaligus meminta karunia kerajaan yang istimewa.
Allah SWT kemudian mengabulkan permohonan tersebut. Pada ayat setelahnya, Allah SWT menjelaskan sejumlah karunia yang diberikan kepada Nabi Sulaiman AS.
Di antara karunia tersebut adalah kemampuan menundukkan angin serta sebagian makhluk agar berada di bawah perintahnya.
Kisah tersebut menunjukkan bahwa Nabi Sulaiman AS memohon karunia kepada Allah SWT. Doa itu juga mengingatkan umat Islam bahwa Allah SWT merupakan Dzat Yang Maha Pemberi.
Doa Nabi Sulaiman AS agar Selalu Bersyukur
Selain doa untuk memohon karunia kerajaan, Nabi Sulaiman AS juga memiliki doa yang berisi permohonan agar selalu mampu mensyukuri nikmat Allah SWT.
Doa tersebut terdapat dalam Al-Qur’an Surah An-Naml ayat 19.
Ayat tersebut berkaitan dengan kisah Nabi Sulaiman AS ketika mendengar perkataan seekor semut. Nabi Sulaiman AS kemudian tersenyum dan memanjatkan doa kepada Allah SWT.
فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّن قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصَّٰلِحِينَ
Latin: …Robbi awzi’nii an asykuro ni’matakal latii anʼamta ‘alayya wa ‘alaa waalidayya wa an a’mala shoolihan tardhoohu wa adkhilnii birohmatika fii ‘ibaadikash shoolihiin.
Artinya: “…Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhoi, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”
Doa tersebut menunjukkan bahwa permohonan Nabi Sulaiman AS tidak hanya berkaitan dengan kekuasaan dan karunia duniawi.
Ia juga memohon kemampuan untuk mensyukuri nikmat Allah SWT, berbuat amal saleh, serta mendapatkan rahmat dan ditempatkan bersama hamba-hamba yang saleh.
Dua doa tersebut dapat menjadi pengingat bagi umat Islam bahwa permohonan rezeki sebaiknya disertai permohonan ampun, rasa syukur, dan keinginan untuk menggunakan nikmat Allah SWT dalam kebaikan. (*)







