SerambiMuslim.com – Indonesia kembali menegaskan dukungannya terhadap kemerdekaan Palestina melalui forum International Grand Imam Conference (IGIC) 2026.
Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menyatakan Indonesia akan terus berdiri bersama rakyat Palestina.
Menurut Nasaruddin, dukungan terhadap Palestina bukan hanya bagian dari politik luar negeri. Sikap tersebut juga disebut sebagai panggilan kemanusiaan dan amanat konstitusi Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Nasaruddin dalam pertemuan dengan Mufti Agung Al-Quds sekaligus Imam Masjid Al-Aqsa Palestina, Syekh Muhammad Hussein.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Penasihat Presiden Otoritas Palestina untuk Urusan Agama, Mahmoud Al-Habbash.
Pertemuan berlangsung di Jakarta pada Jumat (25/9/2026) sebagai bagian dari rangkaian IGIC 2026.
“Indonesia akan selalu dan selamanya berdiri bersama Palestina. Kemerdekaan Palestina adalah harga mati, dan kami di Kementerian Agama berkomitmen untuk menerjemahkan dukungan tersebut ke dalam langkah-langkah nyata yang berdampak langsung bagi masa depan generasi muda Palestina,” kata Nasaruddin Umar, Jumat (25/9/2026).
Indonesia Siapkan Beasiswa bagi Mahasiswa Palestina
Dalam pertemuan tersebut, Nasaruddin memaparkan sejumlah bentuk dukungan Indonesia bagi Palestina. Salah satunya melalui program beasiswa pendidikan tinggi bagi mahasiswa asal Palestina.
Para mahasiswa Palestina diberikan kesempatan menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Program tersebut mencakup perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) dan sejumlah universitas mitra lainnya.
Nasaruddin mengatakan pendidikan menjadi bagian penting dalam membangun masa depan Palestina.
“Kami ingin investasi jangka panjang bagi Palestina diwujudkan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusianya. Beasiswa ini adalah jembatan ilmu dan persaudaraan, agar kelak para pemuda Palestina memiliki fondasi intelektual yang kokoh untuk membangun dan memimpin kembali Tanah Air mereka,” imbuhnya.
Imam Masjid Al-Aqsa Hadir di IGIC 2026
Kehadiran Syekh Muhammad Hussein dalam IGIC 2026 dinilai memiliki arti penting bagi forum tersebut.
Mufti Agung Al-Quds sekaligus Imam Masjid Al-Aqsa itu dijadwalkan menyampaikan pidato khusus. Ia juga akan memimpin dialog mengenai perdamaian dunia dalam rangkaian IGIC 2026.
Forum tersebut menjadi ruang bagi Syekh Muhammad Hussein untuk menyampaikan situasi Palestina kepada para pemimpin agama dari berbagai negara.
Kehadiran tokoh Palestina tersebut di Masjid Istiqlal diharapkan memperkuat kesadaran kolektif para pemimpin agama dunia.
Solidaritas lintas negara juga diharapkan semakin kuat untuk merespons krisis kemanusiaan dan perjuangan Palestina.
IGIC 2026 Jadi Ruang Solidaritas Palestina
IGIC 2026 dipusatkan di Masjid Istiqlal, Jakarta. Forum ini mempertemukan para imam besar dan pemimpin agama dari berbagai negara.
Selain membahas perdamaian dunia, forum tersebut memberikan ruang khusus bagi isu kemanusiaan dan Palestina.
Nasaruddin menilai pertemuan para ulama besar dapat menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dunia Islam.
“IGIC 2026 menjadi ruang pertemuan para ulama besar sekaligus momentum historis untuk menyatukan energi spiritual dunia Islam dalam mengawal perdamaian abadi dan kemerdekaan mutlak bagi rakyat Palestina,” tutupnya. (*)






