Fikih  

Doa Menghadapi Sakaratul Maut, Arab, Latin, dan Artinya

Sakaratul maut merupakan kondisi ketika seseorang berada dalam keadaan menjelang kematian. Dalam kondisi tersebut, seorang Muslim dianjurkan tetap mengingat Allah SWT dan memperbanyak doa. (Foto: iStockphoto/ILUSTRASI)

SerambiMuslim.com – Sakaratul maut merupakan kondisi ketika seseorang berada dalam keadaan menjelang kematian.

Dalam kondisi tersebut, seorang Muslim dianjurkan tetap mengingat Allah SWT dan memperbanyak doa.

Al-Qur’an menggambarkan sakaratul maut dalam Surah Qaf ayat 19. Allah SWT berfirman:

وَجَآءَتْ سَكْرَةُ ٱلْمَوْتِ بِٱلْحَقِّ ۖ ذَٰلِكَ مَا كُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ

Artinya: “Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.”

Dikutip dari buku “Panduan Muslim Sehari-hari dari Lahir sampai Mati” karya DR. KH. M. Hamdan Rasyid, MA dan Ust. Saiful Hadi El-Sutha, sakaratul maut merupakan kondisi yang berat.

Ketika Rasulullah SAW mengalami sakaratul maut, beliau menyeka wajahnya yang berkeringat. Saat itu, Rasulullah SAW mengucapkan, “La Ilaaha Illallah, sesungguhnya kematian (sakaratul maut) ini sangat berat.”

Membimbing Orang yang Menghadapi Sakaratul Maut

Keluarga atau orang yang berada di sekitar seseorang yang menghadapi sakaratul maut dapat memberikan bimbingan. Salah satunya dengan mengingatkan orang tersebut untuk mengingat Allah SWT.

Orang yang sedang menghadapi sakaratul maut juga dapat dibimbing untuk mengucapkan kalimat tauhid.

Dalam riwayat Abu Said al-Khudri RA, Rasulullah SAW bersabda:

لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

Artinya: “Tuntunlah orang-orang yang mati di antara kalian untuk mengucapkan kalimat, Lâ ilaha illallâh (tiada tuhan selain Allah).” (HR Muslim dalam Shahih Muslim, Abu Dawud dalam Sunan Abi Dawud, at-Tirmidzi dalam al-Jana’iz)

Doa Nabi SAW Ketika Menghadapi Sakaratul Maut

Dalam Shahih Bukhari dan Muslim juga terdapat riwayat mengenai doa Nabi SAW ketika menghadapi sakaratul maut.

Dari Aisyah RA, ia menceritakan:

“Aku pernah mendengar Nabi SAW berdoa seraya menyandarkan (kepalanya) kepadaku, ‘Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, dan himpunlah aku dengan rafiqul a’la.”

Berikut bacaan doa tersebut:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَأَلْحِقْنِي بِالرَّفِيقِ الأَعْلَى

Latin: Allahummaghfirlii warhamnii wa alhiqnii birrafiiqil a’laa

Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, dan himpunlah aku dengan rafiqul a’la.”

Doa tersebut berisi permohonan ampunan, rahmat, serta harapan untuk mendapatkan tempat bersama rafiqul a’la.

Doa Memohon Kemudahan Saat Sakaratul Maut

Selain doa tersebut, terdapat doa yang dapat diamalkan untuk memohon keselamatan dan kemudahan menghadapi kematian.

Doa ini dikutip dari buku “Doa Jenazah Mustajab; Mengiringi Arwah Menghadap ke Hadirat Allah dengan Lafal-lafal Mubarokah” karya A. Kadir, M.H.

Berikut bacaannya:

اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَااةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

Latin: Alloohumma inna nasaluka salaamatan fid diini wa’aafiyatan fil jasadi waziyaadatan fil’ilmi wa barokatan fir rizqi wa taubatan qoblal maut wa rohmatan ‘indal maut wa maghfirotan ba’dal maut. Allohumma hawwin ‘alainaa fii sakarootil maut wan najaata minan naari wal’afwa ‘indal hisaab.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam agama, kesejahteraan atau kesehatan jasmani, ilmu yang bertambah, rezeki yang barakah, diterima tobatnya sebelum meninggal. Ya Allah, mudahkanlah kami pada waktu sakaratul maut dan selamatkanlah kami dari api neraka serta kami memohon ampunan ketika dihisab.”

Doa tersebut memuat permohonan keselamatan dalam agama, kesehatan, ilmu, keberkahan rezeki, serta ampunan Allah SWT.

Selain itu, doa tersebut juga memohon agar seseorang diberi kemudahan ketika menghadapi sakaratul maut dan keselamatan dari siksa neraka. (*)