SerambiMuslim.com – Kematian merupakan kepastian bagi setiap makhluk hidup, tetapi waktu dan tempatnya tetap menjadi rahasia Allah SWT. Dalam Islam, tidak ada manusia yang dapat memastikan kapan seseorang akan meninggal dunia.
Sejumlah kepercayaan di masyarakat menyebut adanya tanda-tanda fisik yang muncul menjelang kematian. Namun, umat Islam perlu memahami bahwa tanda-tanda tersebut tidak dapat dijadikan patokan untuk menentukan waktu kematian seseorang.
Mengutip buku ‘Takdir Tuhan Itu Indah: Perspektif Islam Sepenggal Kisah Perjalanan ke Tanah Suci Membersamai Orang Tua Tercinta’ karya Saeful Kurniawan, firasat mengenai kematian tidak banyak dibahas secara spesifik dalam Al-Qur’an maupun hadis.
Allah SWT menegaskan bahwa pengetahuan tentang perkara gaib, termasuk waktu dan tempat kematian seseorang, berada dalam pengetahuan-Nya.
Hal ini dijelaskan dalam Surah Luqman ayat 34:
وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًاۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌۢ بِاَيِّ اَرْضٍ تَمُوْتُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
“Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dia usahakan besok. Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti.”
Ayat tersebut menjelaskan bahwa manusia tidak mengetahui secara pasti kapan dan di mana kematian akan datang. Kematian juga dapat terjadi tanpa tanda-tanda yang bisa dikenali sebelumnya.
Meski demikian, buku ‘Cinta Abadi Rasulullah hingga Hari Kiamat’ karya Hamzah Utina memuat sejumlah tanda yang dikaitkan dengan pendapat Imam Al-Ghazali mengenai kematian.
Berikut sembilan tanda yang disebut dalam kepercayaan tersebut, beserta penjelasannya.
1. Tubuh Menggigil
Salah satu tanda yang disebut adalah tubuh terasa menggigil dari ujung rambut hingga ujung kaki. Kepercayaan tersebut mengaitkannya dengan waktu sekitar 100 hari sebelum kematian, setelah waktu Ashar.
Namun, tidak ada dasar medis atau dalil sahih yang menetapkan tubuh menggigil sebagai penanda waktu kematian seseorang.
2. Pusar Berdenyut Kencang
Tanda berikutnya adalah denyutan pada bagian pusar yang dipercaya muncul sekitar 40 hari sebelum kematian. Dalam kepercayaan tersebut, denyutan dikatakan terasa setelah waktu Ashar.
Secara medis, denyutan atau sensasi bergetar di area perut dapat memiliki berbagai penyebab. Gejala tersebut tidak dapat digunakan untuk memprediksi kematian.
3. Sakit di Dada atau Perut Bagian Atas
Sebagian kepercayaan menyebut rasa sakit di dada atau perut bagian atas sebagai tanda menjelang kematian. Waktu kemunculannya dikaitkan dengan masuknya waktu Ashar.
Padahal, rasa sakit di dada atau perut bagian atas dapat disebabkan berbagai kondisi kesehatan. Jika nyeri dada terasa berat, mendadak, atau disertai sesak napas, segera cari pertolongan medis.
4. Perubahan Nafsu Makan
Perubahan nafsu makan juga disebut sebagai salah satu tanda dalam kepercayaan tersebut. Perubahan ini dipercaya terjadi sekitar tujuh hari sebelum kematian, terutama pada orang yang sedang sakit.
Dalam kenyataannya, perubahan nafsu makan dapat berkaitan dengan penyakit, pengobatan, kondisi psikologis, maupun faktor lainnya. Gejala ini tidak bisa memastikan seseorang akan meninggal dalam waktu tertentu.
5. Dahi Berdenyut Kencang
Kepercayaan tersebut juga menyebut denyutan di bagian tengah dahi sekitar tiga hari sebelum kematian. Dalam penjelasan yang dikaitkan dengan kepercayaan itu, seseorang dianjurkan bertobat dan mempersiapkan diri menghadapi kematian.
Namun, denyutan di dahi bukan tanda pasti kematian. Jika keluhan disertai sakit kepala berat atau gangguan saraf, pemeriksaan medis diperlukan.
6. Mata Sayu dan Hidung Tampak Turun
Tanda berikutnya digambarkan melalui perubahan penampilan mata dan hidung. Mata disebut kehilangan sinarnya, sedangkan hidung orang yang sakit terlihat menurun.
Perubahan penampilan seseorang yang sedang sakit dapat terjadi akibat berbagai kondisi fisik. Tanda tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menentukan kapan seseorang akan meninggal.
7. Telinga Layu dan Kaki Sulit Digerakkan
Kepercayaan tersebut juga menyebut ujung telinga yang tampak layu serta telapak kaki yang mengarah ke depan dan sulit digerakkan.
Kesulitan menggerakkan kaki dapat disebabkan kelemahan tubuh, gangguan saraf, atau masalah kesehatan lainnya. Karena itu, kondisi tersebut perlu dinilai berdasarkan gejala dan pemeriksaan medis, bukan dianggap sebagai kepastian datangnya kematian.
8. Ubun-ubun Berdenyut Kencang
Tanda lainnya adalah denyutan di bagian ubun-ubun yang dipercaya muncul satu hari sebelum kematian.
Dalam kepercayaan tersebut, kondisi ini dikaitkan dengan keyakinan bahwa seseorang tidak akan menemui waktu Ashar pada hari berikutnya. Namun, tidak ada dasar kuat untuk menjadikan denyutan ubun-ubun sebagai penentu waktu kematian.
9. Muncul Hawa Sejuk di Tubuh
Tanda terakhir dalam daftar tersebut adalah sensasi hawa sejuk yang dipercaya bermula dari pusar, turun ke pinggang, lalu naik menuju pangkal leher.
Kepercayaan itu menyebut keluarga dapat merasakannya dengan menempelkan tangan pada bagian perut orang yang akan meninggal.
Secara medis, perubahan suhu tubuh dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu. Sensasi sejuk tidak dapat memastikan seseorang akan meninggal dalam waktu dekat.
Keringat di Dahi Disebut dalam Hadis
Selain sembilan tanda tersebut, terdapat hadis yang menyebut keringat di dahi sebagai salah satu tanda kematian seorang mukmin.
Hadis dari Buraidah bin al-Hashib menyebut Rasulullah SAW bersabda:
“Kematian seorang mukmin adalah dengan keringat di keningnya.” (HR. Ahmad, Nasa’i, dan Tirmidzi)
Hadis tersebut kerap dibahas dalam kaitannya dengan husnul khatimah atau akhir kehidupan yang baik. Namun, penafsiran dan penerapannya perlu merujuk pada penjelasan ulama serta sumber hadis yang tepercaya.
Keringat di dahi juga bukan alat untuk memastikan kualitas akhir kehidupan seseorang. Penilaian mengenai keadaan akhir seseorang tidak boleh dilakukan hanya berdasarkan satu gejala fisik.
Islam Mengajarkan Kematian sebagai Kepastian
Pada akhirnya, umat Islam perlu membedakan antara kepercayaan yang berkembang di masyarakat dan keterangan yang memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an maupun hadis.
Tidak ada dasar yang cukup untuk memastikan waktu kematian seseorang hanya dari denyutan tubuh, perubahan nafsu makan, atau perubahan penampilan fisik.
Pesan utama tentang kematian ditegaskan Allah SWT dalam Surah Ali Imran ayat 185:
كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ
Artinya: “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.”
Ayat tersebut mengingatkan bahwa kematian merupakan kepastian bagi seluruh makhluk hidup. Karena waktunya tidak diketahui manusia, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, bertobat, dan mempersiapkan diri dengan menjalani kehidupan sesuai tuntunan agama. (*)







