Riset Kemenag: Gen Z Paling Pintar Membaca Alquran

Survei Kemenag 2025 tunjukkan Gen Z paling toleran dan literasi Alquran tertinggi, harapan masa depan kerukunan agama. (Foto: Ist/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Riset Kementerian Agama (Kemenag) terbaru menunjukkan Gen Z paling toleran dalam kehidupan beragama dibanding generasi lain.

Survei juga mencatat kemampuan membaca Alquran Gen Z tertinggi.

Temuan ini diungkap dalam Survei Indeks Kualitas Kehidupan Beragama Umat Islam 2025. Survei dilakukan Kemenag bersama Alvara Strategic Research.

Hasil survei memotret dinamika kehidupan beragama umat Islam secara nasional.

Indikator sikap tidak membubarkan kegiatan keagamaan lain, Gen Z mencatat indeks 80,03. Nilai tersebut tertinggi dibanding Milenial, Generasi X, dan Baby Boomers.

Secara keseluruhan, indeks toleransi Gen Z 79,65, lebih tinggi dari Milenial dan Baby Boomers. Gen X hanya sedikit lebih tinggi, yakni 79,67.

Indikator toleransi mencakup menerima ibadah lain, tidak mencela, tidak melakukan persekusi, dan tidak menyebar ujaran kebencian.

Peneliti Alvara, Lilik Purwandi, menilai Gen Z lebih dewasa dalam menghargai perbedaan.

“Gen Z menolak praktik persekusi atau pembubaran kegiatan keagamaan pihak lain,” kata Lilik, Selasa (6/1/2026).

Survei juga menyoroti kehidupan beragama di perkotaan dengan populasi muda tinggi.

Meskipun indeks ibadah sedikit lebih rendah, pemahaman keagamaan tetap menjadi modal kuat.

Secara nasional, Indeks Kualitas Kehidupan Beragama Umat Islam 2025 mencapai 78,80, termasuk kategori tinggi

Dimensi akhlak menjadi aspek tertinggi, dengan skor 81,88.

Dalam literasi Alquran, Gen Z mencatat skor 56,29, tertinggi dibanding Milenial, Gen X, dan Baby Boomers.

Survei melibatkan 1.208 responden dari 34 provinsi melalui wawancara tatap muka. Margin of error survei 2,89 persen, tingkat kepercayaan 95 persen.

Direktur Urusan Agama Islam Kemenag, Arsad Hidayat, menyebut capaian Gen Z menggembirakan.

“Hasil survei cukup optimis dan memberi harapan bagi masa depan kehidupan beragama,” ujar Arsad.

Menurut Arsad, laporan ini sebaiknya menjadi acuan kebijakan strategis pemerintah.

Ia menegaskan penguatan toleransi dan literasi Alquran harus terus dikawal sebagai karakter bangsa.

Hasil riset diharapkan mendasari program pembinaan keagamaan lebih relevan dengan karakter Gen Z dan Milenial.