Berita  

Cara Menjaga Kesehatan Ginjal Saat Puasa

Foto: iStockphoto/Ilustrasi

SerambiMuslim.com – Selama menjalankan ibadah puasa, ginjal menjadi salah satu organ yang bekerja keras menjaga keseimbangan tubuh. Tanpa asupan cairan yang cukup dari waktu berbuka hingga sahur, organ penyaring darah ini berisiko mengalami tekanan akibat dehidrasi.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi dan onkologi dari RS Cipto Mangunkusumo, dr Andhika Rachman Sp.PD-KHOM, mengatakan menjaga kesehatan ginjal selama puasa sebenarnya tidak rumit. Kunci utamanya adalah memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

“Selama puasa, menjaga kesehatan ginjal sebenarnya cukup sederhana. Yang paling penting adalah mencukupi kebutuhan cairan saat berbuka hingga sahur, sekitar enam sampai delapan gelas air putih agar tubuh tidak mengalami dehidrasi,” kata Andhika, Selasa, 10 Maret 2026.

Menurutnya, jumlah cairan tersebut membantu ginjal tetap mampu melarutkan limbah dan racun dari dalam darah sebelum dikeluarkan melalui urine. Jika tubuh kekurangan cairan dalam waktu lama, risiko pengendapan mineral hingga kerusakan jaringan ginjal bisa meningkat.

Ia menyarankan agar konsumsi air putih dibagi secara bertahap mulai dari waktu berbuka, malam hari, hingga sahur. Cara ini dinilai membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh sekaligus meringankan beban kerja ginjal selama berpuasa lebih dari 12 jam.

Perhatikan Pola Makan

Selain cairan, pola makan saat berbuka dan sahur juga berperan penting dalam menjaga kesehatan ginjal. Andhika mengingatkan masyarakat untuk membatasi makanan yang terlalu asin dan menghindari konsumsi gula berlebihan.

Asupan natrium yang tinggi dapat memicu tekanan darah tinggi, sementara konsumsi gula berlebih berisiko menyebabkan obesitas dan diabetes. Kedua kondisi tersebut dikenal sebagai faktor yang dapat merusak fungsi ginjal dalam jangka panjang.

Waspadai Risiko Kanker Ginjal

Andhika juga mengingatkan masyarakat mengenai risiko kanker ginjal yang kerap berkembang tanpa gejala jelas pada tahap awal.

Beberapa faktor yang diketahui meningkatkan risiko penyakit ini antara lain kebiasaan merokok, obesitas, dan tekanan darah tinggi. Ketiganya berkaitan erat dengan gaya hidup yang sebenarnya dapat dikendalikan.

Karena itu, ia menyarankan masyarakat tetap menjaga aktivitas fisik ringan selama bulan puasa serta menghindari kebiasaan merokok.

“Gaya hidup sehat menjadi langkah penting untuk menekan risiko penyakit ginjal, termasuk kanker ginjal,” ujarnya.

Meski sering tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, terdapat beberapa tanda yang perlu diwaspadai, seperti adanya darah dalam urine, nyeri di area pinggang atau punggung bagian samping yang tidak kunjung hilang, benjolan di perut, hingga penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Gejala lain yang kadang muncul adalah kelelahan berkepanjangan atau anemia tanpa penyebab yang jelas. Jika mengalami kondisi tersebut, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke dokter.

Selain gaya hidup, riwayat penyakit tertentu juga dapat meningkatkan risiko kanker ginjal. Orang dengan penyakit ginjal kronis, pasien yang menjalani dialisis jangka panjang, atau memiliki riwayat keluarga dengan penyakit serupa termasuk dalam kelompok berisiko tinggi.

Paparan bahan kimia tertentu di lingkungan kerja juga dapat menjadi faktor tambahan.

Bagi penderita penyakit seperti diabetes dan hipertensi, Andhika menekankan pentingnya kontrol rutin serta kepatuhan dalam menjalani pengobatan.

“Bagi pasien dengan diabetes atau hipertensi, kontrol kesehatan secara rutin dan disiplin dalam mengonsumsi obat sangat penting untuk menjaga fungsi ginjal,” katanya.

Kebiasaan Pagi yang Bisa Membebani Ginjal

Sementara itu, ahli urologi dr Venkatsubramaniam mengingatkan bahwa kebiasaan yang dilakukan pada pagi hari juga dapat memengaruhi kesehatan ginjal.

Menurutnya, ginjal telah bekerja sepanjang malam untuk menjaga keseimbangan tubuh, sehingga kebiasaan pagi yang kurang tepat dapat menambah beban organ tersebut.

“Ginjal bekerja keras sepanjang malam untuk menjaga tubuh tetap sehat. Karena itu, jangan memulai hari dengan kebiasaan yang justru memperberat kerjanya,” ujar Venkatsubramaniam seperti dikutip dari Hindustan Times.

Beberapa kebiasaan pagi yang sebaiknya dihindari antara lain:

1. Tidak minum air putih setelah bangun tidur

Setelah tidur semalaman, tubuh mengalami dehidrasi ringan. Minum air putih di pagi hari membantu mengembalikan keseimbangan cairan tubuh.

2. Menahan buang air kecil

Menahan kencing terlalu lama dapat memberi tekanan pada kandung kemih dan ginjal serta meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.

3. Mengonsumsi obat pereda nyeri saat perut kosong

Obat seperti ibuprofen atau parasetamol sebaiknya tidak diminum tanpa makanan karena dapat memengaruhi fungsi ginjal dan kesehatan lambung.

4. Tidak mengganti cairan setelah olahraga

Olahraga pagi baik untuk kesehatan, tetapi tubuh perlu segera mendapatkan cairan pengganti setelah aktivitas fisik.

5. Melewatkan sarapan

Sarapan penting untuk menjaga keseimbangan metabolisme. Tanpa sarapan, seseorang cenderung mengonsumsi makanan tinggi garam di kemudian hari yang dapat membebani ginjal. ***