BI Minta Dai Jadi Motor Ekonomi Syariah Nasional

Bank Indonesia mendorong dai menjadi motor penggerak ekonomi syariah. Kontribusi sektor ini sudah mencapai 27 persen terhadap PDB. (Foto: SHUTTERSTOCK/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Bank Indonesia (BI) mendorong para dai berperan aktif sebagai agen perubahan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, Muhammad Nuryazidi, dalam kegiatan Upgrading Dakwah Training of Trainer (ToT) Dai dan Daiyah wilayah Jabetabek di Jakarta, Kamis, 23 April 2026.

Menurutnya, dai memiliki posisi strategis dalam membentuk perilaku ekonomi masyarakat, termasuk dalam mendorong penggunaan instrumen keuangan berbasis syariah.

“Perkembangan ekonomi syariah kita sudah sangat positif. Yang penting bukan hanya target, tetapi juga progres. Kita sudah naik dari posisi tujuh ke posisi tiga dunia,” ujar Nuryazidi.

Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy Report 2024/2025, Indonesia kini menempati peringkat ketiga dalam kinerja ekonomi syariah global.

Kontribusi Capai 27 Persen PDB

Nuryazidi mengungkapkan, kontribusi ekonomi dan keuangan syariah terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia telah mencapai sekitar 27 persen.

Ia menilai capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi sektor syariah, yang mencakup industri fesyen, pariwisata halal, farmasi, makanan, hingga keuangan syariah.

“Market share ekonomi syariah terhadap PDB sudah 27 persen. Ini kontribusi yang sangat besar,” katanya.

Selain itu, peningkatan literasi masyarakat juga menjadi faktor pendukung. Survei 2025 menunjukkan tingkat pemahaman masyarakat terhadap ekonomi syariah telah mencapai 50,18 persen.

Peran Dai Dinilai Krusial

BI menilai, penguatan peran dai menjadi kunci untuk mendorong peningkatan literasi sekaligus adopsi sistem ekonomi syariah di masyarakat. Nuryazidi berharap para dai tidak hanya berdakwah secara normatif, tetapi juga mampu menggerakkan umat dalam praktik ekonomi sehari-hari.

“Dai diharapkan bisa mendorong masyarakat untuk menggunakan instrumen ekonomi dan keuangan syariah,” ujarnya.

Melalui Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah, BI terus menjalankan berbagai program penguatan ekosistem, di antaranya pengembangan ekonomi pesantren, rantai nilai halal, serta program Jawara Ekspor.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi syariah global. ***