SerambiMuslim.com – Doa bepergian jauh menjadi amalan yang dianjurkan bagi umat Islam saat melakukan perjalanan.
Melalui doa tersebut, seorang muslim memohon perlindungan, keselamatan, dan kemudahan kepada Allah SWT selama berada dalam perjalanan.
Dalam Islam, orang yang melakukan perjalanan jauh dikenal dengan sebutan musafir.
Mengutip Buku Pintar Beribadah Perjalanan karya Mahima Diahloka, musafir berasal dari kata safar yang berarti bepergian atau menempuh perjalanan.
Secara istilah, musafir adalah seseorang yang meninggalkan daerah tempat tinggalnya menuju lokasi tertentu dengan jarak yang memenuhi ketentuan perjalanan.
Doa Musafir Termasuk Doa yang Mustajab
Keutamaan musafir tidak hanya berkaitan dengan keringanan ibadah yang diberikan syariat, tetapi juga karena doanya termasuk golongan doa yang mudah dikabulkan Allah SWT.
Hal tersebut sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Ada tiga doa yang mustajab (dikabulkan), tak ada keraguan padanya; doa orang yang dizalimi, doa musafir, dan doa seorang ayah untuk anaknya.” (HR Abu Daud)
Dalam kitab “Fiqih Do’a dan Dzikir Jilid 1” karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr yang diterjemahkan Amiruddin Djalil dijelaskan bahwa semakin berat dan panjang perjalanan yang ditempuh seseorang, maka semakin besar pula peluang doanya dikabulkan oleh Allah SWT.
Doa Bepergian Jauh Arab, Latin, dan Artinya
Berikut beberapa doa bepergian jauh yang dapat dibaca sesuai dengan jenis perjalanan yang dilakukan.
1. Doa Bepergian Jauh Melalui Jalur Darat
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبَّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
Latin: Subhaanalladzii sakhkhoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin, wa innaa ilaa robbinaa lamun qolibuun.
Artinya: “Mahasuci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak akan mampu menguasainya, dan sungguh kami akan kembali kepada Tuhan kami.”
2. Doa Bepergian Jauh Melalui Jalur Laut
بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا، إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
Latin: Bismillaahi majraahaa wa mursaahaa, inna robbii laghofuurur rahiim.
Artinya: “Dengan nama Allah, kapal ini berlayar dan berlabuh. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
3. Doa Bepergian Jauh Melalui Jalur Udara
اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِعَنَّابُعْدَهُ اَللّٰهُمَّ اَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِوَالْخَلِيْفَةُفِى الْاَهْلِ
Latin: Allaahumma hawwin ‘alainaa safaranaa hadzaa wathwi ‘annaa bu’dahu allaahumma anta ashshoohibu fissafari walkholiifatu fil-ahl.
Artinya: “Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini dan dekatkanlah jaraknya. Ya Allah, Engkaulah pendamping dalam perjalanan dan penjaga keluarga yang kami tinggalkan.”
4. Doa Bepergian Jauh Versi Lengkap
للهُ أَكْبَر، اللهُ أكْبر، الله أكْبَر، سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا، وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ، اللهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ
Latin: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Subhanalladzi sakkhoro lana hadza wa maa kunnaa lahu muqrinin, wa innaa ilaa robbinaa lamunqolibun, allahumma inna nas’aluka fii safarinaa hadzal birro wat taqwa wa minal ‘amal maa tardho, allahumma hawwin ‘alaina safarona hadza wa athwi ‘annaa bu’dahu, allahumma antash shohibu fis safari wal kholifatu fil ahli, allahumma inni a’udzubika min wa’tsaais safari wa kaabatil mandzhori wa suuil munqolibi fil maali wal ahli.
Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal kami tidak mampu menguasainya. Sesungguhnya hanya kepada Allah kami akan kembali. Ya Allah, kami memohon kebaikan, ketakwaan, serta amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan ini. Mudahkanlah perjalanan kami dan dekatkanlah jaraknya. Engkaulah pendamping dalam perjalanan dan penjaga keluarga yang kami tinggalkan. Kami berlindung kepada-Mu dari kelelahan perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, serta kepulangan yang membawa keburukan bagi harta dan keluarga.”
Adab Bepergian Jauh dalam Islam
Selain membaca doa, seorang muslim juga dianjurkan memperhatikan adab ketika melakukan perjalanan. Mengacu pada buku Pelajaran Adab Islam 2 karya Suhendri dan Minhajul Muslim karya Abu Bakar Jabir Al-Juzairi, beberapa adab bepergian yang dianjurkan antara lain:
- Menghindari bepergian seorang diri jika memungkinkan.
- Berpamitan kepada keluarga dan tetangga.
- Membaca doa sebelum memulai perjalanan.
- Melaksanakan salat sunnah sebelum berangkat.
- Bertakbir ketika melewati jalan yang menanjak.
- Bertasbih saat melewati jalan menurun.
- Membaca doa ketika kembali dari perjalanan.
- Meminta nasihat dan doa dari orang-orang saleh.
Dengan mengamalkan doa dan adab bepergian, seorang muslim diharapkan memperoleh perlindungan, kemudahan, serta keberkahan selama menjalani perjalanan jauh. (*)







