Kemenag Beri Pendampingan Santri Raih Beasiswa LPDP

ILUSTRASI - Kemenag menyiapkan program pendampingan bagi santri dan mahasiswa PTKIN untuk meningkatkan peluang lolos beasiswa LPDP melalui pembinaan TOEFL dan TPA. (Foto: canva.com)

SerambiMuslim.com – Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan program pendampingan khusus bagi santri dan talenta Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk meningkatkan peluang meraih beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Program ini diharapkan melahirkan lebih banyak lulusan pesantren yang mampu menembus perguruan tinggi terbaik di dalam maupun luar negeri.

Gagasan tersebut disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menerima audiensi Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Ciputat dan Tangerang Selatan di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Pertemuan itu membahas roadmap pengembangan potensi alumni sekaligus strategi memperkuat daya saing santri dalam memperoleh beasiswa pendidikan.

Nasaruddin menilai potensi akademik santri sangat besar. Namun, menurutnya, dibutuhkan pembinaan yang terstruktur agar mampu memenuhi persyaratan seleksi LPDP.

“LPDP sangat dibutuhkan pesantren. Kita perlu proaktif membangun keberpihakan. Yang harus disiapkan adalah kemampuan bahasa Inggris, Tes Potensi Akademik (TPA), dan pendampingannya. Bagaimana membuat kemampuan TOEFL mereka meningkat, misalnya dalam enam bulan bisa mencapai target yang dibutuhkan,” kata Nasaruddin Umar, dikutip dari laman Kemenag, Ahad, 2 Agustus 2026.

Ia menegaskan program tersebut tidak ditujukan bagi kelompok atau organisasi tertentu. Kemenag ingin memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh santri berprestasi.

“Orientasi kita itu kepada talenta. Jangan hanya melihat organisasinya, tetapi bagaimana kita menyiapkan orang-orang terbaik. Kalau ekosistemnya dibangun dengan baik, saya yakin peluang mereka lolos LPDP akan semakin besar,” ujar Menag.

Sebagai tindak lanjut, Nasaruddin meminta jajarannya segera menyusun rancangan program yang dapat segera diimplementasikan.

Program tersebut akan difokuskan pada peningkatan kemampuan bahasa Inggris, Tes Potensi Akademik, pendampingan intensif, serta penguatan ekosistem pembelajaran bagi calon penerima beasiswa.

Untuk mendukung pelaksanaannya, Kemenag berencana menggandeng berbagai lembaga, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), guna menyediakan sarana, kurikulum, hingga tenaga pendamping.

“Kita bisa mengajukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), untuk mendukung penyediaan tempat, kurikulum, tenaga pendamping, dan kebutuhan lain dalam pelaksanaan program,” pungkas Menag.

Melalui program ini, Kemenag berharap semakin banyak santri dan lulusan PTKIN mampu bersaing memperoleh beasiswa LPDP serta melanjutkan pendidikan di kampus-kampus unggulan dunia. (*)