Tiga Pesan untuk Jemaah Jelang Puncak Haji 2026

PPIH Arab Saudi mengimbau jamaah haji Indonesia memahami manasik, menjaga kesehatan, dan membawa kartu Nusuk jelang puncak haji Armuzna 2026. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Fase kedatangan jamaah haji Indonesia ke Arab Saudi kini memasuki gelombang kedua. Hingga Ahad, 10 Mei 2026, tercatat sebanyak 128.500 jemaah telah tiba di Tanah Suci dari total 203.300 jemaah haji Indonesia tahun ini.

Sementara itu, proses pergeseran jemaah dari Madinah menuju Makkah terus berlangsung.

Data Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mencatat sebanyak 64.411 jemaah telah diberangkatkan ke Makkah hingga Minggu siang waktu setempat.

Kepala PPIH Arab Saudi 2026 Daerah Kerja Madinah, Khalilurrahman, mengingatkan jemaah agar mempersiapkan diri menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang dijadwalkan dimulai pada 26 Mei 2026.

Ia menekankan pentingnya pemahaman manasik haji, terutama saat jemaah mulai bergerak dari Madinah menuju Makkah.

“Jemaah diimbau memahami tata cara manasik haji dan memperhatikan larangan ihram. Edukasi dari petugas ibadah kloter maupun pembimbing ibadah harus dicermati agar jemaah tidak melakukan pelanggaran,” ujar Khalilurrahman kepada wartawan Media Center Haji (MCH) di Madinah, Ahad (10 Mei 2026.

Selain itu, jemaah juga diminta menjaga kondisi fisik menghadapi rangkaian ibadah yang diperkirakan menguras tenaga.

Menurut dia, pola makan dan waktu istirahat yang cukup menjadi faktor penting sebelum menjalankan umrah wajib di Makkah.

“Makan yang cukup dan istirahat yang cukup penting agar jemaah dapat melaksanakan umrah wajib dalam kondisi sehat,” katanya.

Khalilurrahman juga mengingatkan jemaah agar mengikuti pengaturan waktu pelaksanaan umrah wajib yang telah ditetapkan PPIH Arab Saudi guna menghindari kelelahan.

Ia menjelaskan, jemaah yang tiba di Makkah pada pagi hari disarankan melaksanakan umrah wajib setelah Maghrib atau Isya. Sedangkan jemaah yang tiba malam hari dianjurkan beristirahat terlebih dahulu dan menjalankan umrah wajib keesokan paginya.

“Pengaturan ini dilakukan agar jemaah memiliki waktu istirahat yang cukup sehingga ibadah dapat dijalankan dengan sempurna,” ujarnya.

Untuk mendukung kesiapan jemaah, PPIH terus memberikan edukasi manasik di hotel-hotel yang tersebar di lima sektor di Madinah. Pembinaan juga dilakukan di Bir Ali sebelum jemaah mengambil miqat.

“Petugas pembimbing ibadah di Bir Ali terus mengingatkan jemaah terkait larangan ihram. Sampai saat ini belum ada laporan jemaah melanggar ketentuan ihram,” kata Khalilurrahman.

Selain soal manasik, PPIH juga mengingatkan jemaah agar selalu membawa kartu Nusuk selama berada di Arab Saudi, khususnya di Makkah. Kartu tersebut menjadi identitas penting bagi jemaah selama menjalankan ibadah haji.

Menurut Khalilurrahman, jemaah yang kehilangan kartu Nusuk tidak perlu panik dan segera melapor kepada petugas kloter untuk diproses penggantiannya.

“Petugas kloter akan berkoordinasi dengan sektor dan daker untuk penggantian kartu Nusuk maupun aktivasi kartu yang belum aktif,” katanya.

Ia menambahkan, proses aktivasi kartu umumnya dapat diselesaikan dalam satu hari, sedangkan penggantian kartu Nusuk yang hilang membutuhkan waktu paling cepat dua hari. ***