Rektor UIN Alauddin Jadi Khatib Iduladha di Masjid Istiqlal

Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. H. Hamdan Juhannis, akan menjadi khatib shalat Iduladha 1447 H di Masjid Istiqlal Jakarta dengan tema “Meneguhkan Spirit Qurban: Merawat Alam dan Kemanusiaan”. (Foto: Istimewa)

SerambiMuslim.com – Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. H. Hamdan Juhannis, MA., Ph.D, dijadwalkan menjadi khatib dalam pelaksanaan shalat Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal, yang akan digelar pada Rabu, 27 Mei 2026.

Kehadiran Prof. Hamdan sebagai khatib menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Iduladha di masjid terbesar di Indonesia tersebut.

Dalam kesempatan itu, Prof Hamdan Juhannis akan menyampaikan khutbah bertema “Meneguhkan Spirit Qurban: Merawat Alam dan Kemanusiaan”.

Tema tersebut menekankan pentingnya nilai pengorbanan dalam Iduladha yang tidak hanya dimaknai sebagai ritual ibadah semata, tetapi juga sebagai refleksi sosial dalam menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan sesama serta kelestarian lingkungan.

Prof. Hamdan menegaskan bahwa ibadah qurban memiliki dimensi yang luas, mencakup aspek spiritual, sosial, hingga ekologis. Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran kolektif umat dalam merawat alam sebagai bagian dari amanah kehidupan yang harus dijaga.

“Spirit qurban tidak berhenti pada penyembelihan hewan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama dan tanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya.

Pelaksanaan shalat Iduladha di Masjid Istiqlal diperkirakan akan dihadiri ribuan jemaah dari berbagai daerah, termasuk pejabat negara, tokoh agama, serta masyarakat umum.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu agenda keagamaan nasional yang selalu mendapatkan perhatian luas.

Dengan ditunjuknya akademisi dan tokoh pendidikan Islam seperti Prof. Hamdan, diharapkan pesan-pesan keagamaan yang disampaikan dapat memberikan perspektif yang lebih mendalam, khususnya dalam mengaitkan nilai-nilai ibadah dengan isu kemanusiaan dan lingkungan hidup.

Profil Prof. H. Hamdan Juhannis, MA., Ph.D

Mengutip laman resmi pddikti.kemdiktisaintek.go.id, Prof. H. Hamdan Juhannis, MA., Ph.D, lahir pada 31 Desember 1970 dan tumbuh di tengah keluarga sederhana di Desa Mallari, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Sejak kecil, kehidupan Hamdan tidak mudah. Ayahnya meninggal dunia ketika ia masih berusia belia, meninggalkan sang ibu yang harus berjuang seorang diri membesarkan empat anak.

Dalam kondisi tersebut, ibunya yang tidak bisa membaca dan menulis bekerja sebagai penenun kain sarung sutra demi menopang kehidupan keluarga.

Keterbatasan ekonomi tidak memadamkan semangat Hamdan untuk menempuh pendidikan. Ia tumbuh dengan tekad kuat untuk mengubah nasib melalui pendidikan setinggi mungkin.

Ia bahkan pernah berjualan roti. Dan, saat kuliah sambil bekerja sebagai buruh bangunan untuk membiayai kebutuhan hidup dan perkuliahan.

Perjuangan itu membuahkan hasil. Pada 1993, Hamdan berhasil meraih gelar doktorandus (S1) dari UIN Alauddin Makassar.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi melalui beasiswa, hingga menempuh studi magister di McGill University, Montreal, Kanada, dan meraih gelar doktor (PhD) di Australian National University (ANU), Canberra.

Ketekunan dan prestasinya membuat Hamdan Juhannis berhasil menapaki karier akademik yang gemilang. Ia diangkat sebagai dosen pada 1996 di kampus almamaternya dan kemudian dipercaya menjadi Guru Besar Sosiologi di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar.

Perjalanan panjangnya di dunia pendidikan mengantarkan Hamdan pada posisi strategis. Ia resmi menjabat sebagai Rektor UIN Alauddin Makassar periode 2019–2023, setelah dilantik pada 23 Juli 2019. Kemudian, pada 11 Agustus 2023, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kembali melantiknya untuk periode kedua 2023–2027.

Saat ini, ia juga menyandang pangkat Pembina Utama Madya dalam jabatan fungsional akademik.

Perjalanan hidupnya menjadi contoh nyata bahwa latar belakang sederhana bukan penghalang untuk meraih prestasi akademik dan kepercayaan publik di tingkat nasional. (*)