Fikih  

5 Doa Dipermudah Segala Urusan: Arab, Latin dan Artinya

Simak 5 doa dipermudah segala urusan lengkap dengan tulisan Arab, latin, arti, serta adab berdoa agar lebih mudah dikabulkan menurut ajaran Islam. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Setiap manusia pasti pernah menghadapi persoalan hidup, mulai dari pekerjaan yang terasa berat, masalah keluarga, hingga kesulitan ekonomi.

Dalam Islam, umat Muslim diajarkan untuk tidak hanya berikhtiar, tetapi juga memohon pertolongan kepada Allah SWT melalui doa agar setiap urusan dimudahkan dan diberi jalan keluar.

Rasulullah SAW mengajarkan berbagai doa yang dapat diamalkan ketika menghadapi kesulitan. Doa-doa tersebut berisi permohonan agar hati diberi ketenangan, urusan dipermudah, lisan dilancarkan, hingga memperoleh kebaikan di dunia maupun akhirat.

Merujuk pada “Fiqih Doa & Dzikir Jilid 2” karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dan “Keutamaan Doa & Dzikir untuk Hidup Bahagia Sejahtera” karya M. Khalilurrahman Al-Mahfani, berikut lima doa yang dapat diamalkan agar Allah SWT memudahkan segala urusan.

1. Doa Perlindungan dari Kesedihan, Utang, dan Kemalasan

Kesulitan hidup tidak selalu berasal dari banyaknya pekerjaan, tetapi juga kondisi hati yang dipenuhi kegelisahan, rasa malas, atau beban utang. Rasulullah SAW mengajarkan doa berikut sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Allah SWT.

اللَّهُمَّ اِنِّي أعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

Latin: Allaahumma innii a’uudzubika minal hammi wal hazani wal ‘ajzi wal kasali wal bukhli wa dhala’id daini wa ghalabatir rijaal.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari penderitaan, kesedihan, kelemahan (pikun), kemalasan, kekikiran, banyak utang, dan dari penguasaan seseorang.”

2. Doa Memohon Kemudahan Segala Urusan

Doa ini mengandung makna tauhid yang mendalam, yakni meyakini bahwa tidak ada sesuatu yang sulit apabila Allah SWT berkehendak untuk memudahkannya.

اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئتَ سَهْلاً

Latin: Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlan wa anta taj’alul hazna idzaa syi-ta sahlaa.

Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau menjadikannya mudah, dan jika Engkau menghendaki, maka kesedihan dapat Engkau jadikan kemudahan.”

3. Doa Nabi Musa AS agar Urusan Dilancarkan

Doa yang diabadikan dalam Alquran ini dipanjatkan Nabi Musa AS ketika menerima perintah berdakwah kepada Firaun. Doa tersebut banyak diamalkan saat menghadapi ujian, wawancara kerja, presentasi, maupun berbicara di depan umum.

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Latin: Rabbisy rahlii shadrii wa yassirlii amrii wahlul ‘uqdatam mil lisaanii yafqahu qawli.

Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.”

4. Doa Nabi Yunus AS saat Menghadapi Kesulitan

Doa ini diucapkan Nabi Yunus AS ketika berada di dalam perut ikan paus. Berdasarkan hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Said bin Abu Waqqash, doa tersebut termasuk doa yang sangat mustajab ketika seseorang berada dalam kesulitan.

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Latin: Laa ilaaha illa anta subhaanaka innii kuntu minadzh dzhaalimiin.

Artinya: “Tidak ada sembahan yang haq kecuali Engkau, Mahasuci Engkau, sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim.”

5. Doa Sapu Jagat

Doa ini merupakan salah satu doa yang paling sering dipanjatkan Rasulullah SAW karena mencakup permohonan kebaikan di dunia sekaligus keselamatan di akhirat.

رَبَّنَاۤ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰ خِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَا بَ النَّا رِ

Latin: Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanataw wa fil aakhirati hasanataw waqinaa ‘adzaaban naar.

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”

Adab Berdoa agar Lebih Mudah Dikabulkan

Selain membaca doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW, seorang Muslim juga dianjurkan memperhatikan adab ketika berdoa. Dalam kitab Ad-Daa’ wa Ad-Dawaa’ yang diterjemahkan Pustaka Imam Asy-Syafii, Ibnu Qayyim al-Jauziyah menjelaskan bahwa doa akan lebih mudah diijabah apabila dipanjatkan dengan hati yang hadir, penuh keyakinan, khusyuk, dan berserah diri kepada Allah SWT, terutama pada waktu-waktu yang mustajab.

Beberapa adab berdoa yang dianjurkan antara lain:

  • Menghadap ke arah kiblat.
  • Berwudhu dan memastikan badan serta tempat dalam keadaan suci.
  • Menengadahkan kedua telapak tangan.
  • Mengawali doa dengan hamdalah, pujian kepada Allah SWT, dan sholawat kepada Rasulullah SAW.
  • Memperbanyak istigfar dan bertobat sebelum menyampaikan hajat.
  • Menghadirkan hati secara penuh saat berdoa.
  • Berdoa dengan penuh harap, kesungguhan, dan kerendahan hati.
  • Merendahkan suara serta memadukan rasa harap dan takut kepada Allah SWT.
  • Bertawasul dengan menyebut Asmaul Husna dan sifat-sifat Allah SWT.
  • Mendahului doa dengan bersedekah apabila memungkinkan.

Ibnu Qayyim menegaskan bahwa doa yang dipanjatkan dengan memenuhi adab tersebut memiliki peluang lebih besar untuk dikabulkan Allah SWT, terlebih apabila doa yang dibaca berasal dari Alquran maupun hadis-hadis Rasulullah SAW. (*)