SerambiMuslim.com – Meski dalam beberapa riwayat Rasulullah SAW pernah mengalami sakit, seperti demam, cedera akibat Perang Uhud, hingga sakit menjelang wafat, secara keseluruhan beliau dikenal menjalani pola hidup yang seimbang sehingga jarang mengalami gangguan kesehatan.
Kebiasaan hidup yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW tersebut hingga kini masih relevan diterapkan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan sekaligus menjalankan sunnah.
Dikutip dari buku “Nabi Muhammad Sehari-hari: Melihat Lebih Dekat Akhlak Rasulullah dalam Pergaulan dan Kehidupan Sehari-hari” karya Muhammad Ismail Al Jawisy, para ulama dan ahli kedokteran sepakat bahwa salah satu bentuk perlindungan terbaik terhadap tubuh dari berbagai penyakit adalah menjaga pola makan.
Dari pandangan tersebut lahir pemahaman bahwa, “Usus adalah sarang dari berbagai macam penyakit, dan tindakan pencegahan lebih utama dari tindak pengobatan.”
Prinsip tersebut selaras dengan ajaran Rasulullah SAW yang mengatur pola makan secara proporsional.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah anak Adam menjadi buruk (baik penampilan ataupun kesehatan) terkecuali ketika ia memenuhi perutnya. Hendaknya cukuplah baginya sesuap atau beberapa suap kecil sekadarnya agar bisa meluruskan tulang punggungnya (tidak lemas lagi karena kelaparan). Hendaknya ia hanya memenuhi perutnya sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga lagi untuk napasnya.”
Sementara itu, Aisyah RA pernah berkata, “Bencana pertama yang menimpa umat ini setelah diutus Nabi adalah dalam urusan perut. Karena ketika perut mereka menjadi kenyang, tubuh menjadi gemuk, hati menjadi lemah, dan akhirnya syahwat mereka pun menjadi kuat.”
Berikut tujuh kebiasaan Rasulullah SAW yang menjadi rahasia menjaga kesehatan tubuh dan jiwa.
1. Makan Secukupnya dan Tidak Berlebihan
Dikutip dari buku “Metamorfosis Sang Nabi” karya Agus Mustofa, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya agar tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan. Menjaga porsi makan menjadi salah satu kunci untuk mempertahankan kesehatan tubuh.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada wadah yang diisi oleh manusia yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika harus (makan lebih banyak), maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk napasnya.” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah)
2. Berpuasa Secara Rutin
Selain menjalankan puasa wajib pada bulan Ramadan, Rasulullah SAW juga membiasakan puasa sunnah, seperti puasa Senin-Kamis, puasa Ayyamul Bidh, dan puasa Asyura.
Puasa memberikan kesempatan bagi sistem pencernaan untuk beristirahat sekaligus melatih pengendalian diri. Dari sisi spiritual, ibadah ini juga menjadi sarana meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
3. Menjaga Kebersihan
Menjaga kebersihan merupakan bagian penting dalam ajaran Islam yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Beliau senantiasa berwudhu, menjaga kebersihan pakaian, memotong kuku, bersiwak, serta menjaga kebersihan lingkungan.
Rasulullah SAW bersabda, “Bersuci adalah setengah dari iman.” (HR. Muslim)
4. Aktif Bergerak dan Berolahraga
Rasulullah SAW dikenal memiliki aktivitas fisik yang tinggi. Beliau sering berjalan kaki, melakukan perjalanan, serta aktif bersama para sahabat.
Dalam sejumlah riwayat juga disebutkan bahwa beliau menganjurkan olahraga yang bermanfaat, seperti memanah, berkuda, dan berenang.
Rasulullah SAW bersabda, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, meskipun pada keduanya terdapat kebaikan.” (HR. Muslim)
5. Tidur Secukupnya
Pola tidur Rasulullah SAW juga menjadi teladan. Beliau terbiasa tidur lebih awal pada malam hari dan bangun pada sepertiga malam terakhir untuk melaksanakan salat tahajud.
Selain itu, Rasulullah SAW menghindari kebiasaan begadang apabila tidak ada keperluan yang bermanfaat. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari disebutkan bahwa beliau tidak menyukai berbincang-bincang setelah salat Isya apabila tidak ada kepentingan.
6. Mengonsumsi Makanan yang Halal dan Baik
Alquran memerintahkan umat Islam untuk mengonsumsi makanan yang halal sekaligus baik (thayyib). Dalam kehidupan sehari-hari, Rasulullah SAW mengonsumsi makanan sederhana seperti kurma, madu, susu, gandum, daging pada kesempatan tertentu, serta berbagai makanan halal lainnya.
Kesederhanaan dalam memilih makanan menjadi salah satu karakter hidup Rasulullah SAW yang patut diteladani.
7. Menjaga Kesehatan Hati dan Pikiran
Rasulullah SAW juga mengajarkan bahwa kesehatan tidak hanya berkaitan dengan fisik, tetapi juga hati dan pikiran. Beliau menganjurkan umatnya untuk memperbanyak zikir, berdoa, bertawakal kepada Allah SWT, serta menjauhi sifat iri, dengki, dan amarah yang berlebihan.
Beliau bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itulah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Tujuh kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa konsep hidup sehat yang diajarkan Rasulullah SAW tidak hanya berfokus pada kesehatan jasmani, tetapi juga mencakup kebersihan, pengendalian diri, pola istirahat, hingga kesehatan hati. Nilai-nilai tersebut tetap relevan diterapkan dalam kehidupan modern sebagai ikhtiar menjaga kesehatan sekaligus meneladani sunnah Nabi Muhammad SAW. (*)







