SerambiMuslim.com – Islam mengajarkan umatnya untuk segera melunasi utang dan tidak menunda pembayaran tanpa alasan yang dibenarkan.
Selain berikhtiar mencari rezeki yang halal, seorang muslim juga dianjurkan memperbanyak doa kepada Allah SWT agar diberi kemudahan melunasi utang serta dijauhkan dari kesulitan ekonomi.
Dalam buku “Panduan Muslim Sehari-hari” karya Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El-Sutha dijelaskan bahwa orang yang memberikan utang berhak menagih ketika telah jatuh tempo. Sementara itu, pihak yang berutang wajib menunaikan amanah tersebut sesuai kesepakatan.
Anjuran tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Al Baqarah ayat 283:
وَاِنْ كُنْتُمْ عَلٰى سَفَرٍ وَّلَمْ تَجِدُوْا كَاتِبًا فَرِهٰنٌ مَّقْبُوْضَةٌ ۗفَاِنْ اَمِنَ بَعْضُكُمْ بَعْضًا فَلْيُؤَدِّ الَّذِى اؤْتُمِنَ اَمَانَتَهٗ وَلْيَتَّقِ اللّٰهَ رَبَّهٗ ۗ وَلَا تَكْتُمُوا الشَّهَادَةَۗ وَمَنْ يَّكْتُمْهَا فَاِنَّهٗٓ اٰثِمٌ قَلْبُهٗ ۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ عَلِيْمٌ ࣖ
Latin: Wa in kuntum ‘alā safarin wa lam tajidū kātiban farihānun maqbūḍah. Fa in amina ba’ḍukum ba’ḍan falyu’addilladzī u’tumina amānatahū wal-yattaqillāha rabbah. Wa lā taktumusy-syahādah. Wa may yaktumhā fa innahū ātsimun qalbuh. Wallāhu bimā ta’malūna ‘alīm.
Artinya: “Jika kamu dalam perjalanan, sedangkan kamu tidak mendapatkan seorang pencatat, hendaklah ada barang jaminan yang dipegang. Akan tetapi, jika sebagian kamu memercayai sebagian yang lain, hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (utangnya) dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Tuhannya. Janganlah kamu menyembunyikan kesaksian karena siapa yang menyembunyikannya, sesungguhnya hatinya berdosa. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Berikut lima doa yang dapat diamalkan setiap hari ketika sedang memiliki utang atau memohon agar Allah SWT memberikan kelapangan rezeki.
1. Doa Memohon Perlindungan dari Lilitan Utang
Doa ini tercantum dalam buku “Doa Harian Pengetuk Pintu Langit” karya H. Hamdan Hamedan, MA.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Latin: Allâhumma innî a’ûdzu bika minal hammi wal hazan. Wa a’ûdzu bika minal ‘ajzi wal kasal. Wa a’ûdzu bika minal jubni wal bukhl. Wa a’ûdzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijâl.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan utang dan kesewenang-wenangan manusia.”
2. Doa Memohon Kecukupan Rezeki
اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Latin: Allahumak-finii bi halaalika ‘an haraamik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak.
Artinya: “Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal sehingga terhindar dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu sehingga tidak bergantung kepada selain-Mu.”
3. Doa Berlindung dari Utang dan Berbagai Fitnah
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَالْهَرَمِ، وَالْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْغِنَى، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْفَقْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ عَنِّي خَطَايَاىَ بِمَاءِ الثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّ قَلْبِي مِنَ الْخَطَايَا، كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَبَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ
Latin: Allahumma inni a’uudzubika minal kasali wal harami wal ma’tsami wal maghrami wa min fitnatil qabri wa ‘adzaabil qabri wa min fitnatin naari wa ‘adzaabin naari wa min syarri fitnatil ghinaa wa a’uudzubika minal fitnatil faqri wa a’uudzubika min fitnatil masiihid dajjal. Allahummaghsil ‘annii khathaayaaya bimaa’is salji wal baradi wa naqqi qalbii minal khathaayaa kamaa naqqaitats tsaubal abyadha minad danas wa baa’id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa malas, kepikunan, dosa, dan terlilit utang. Aku juga berlindung kepada-Mu dari fitnah kubur dan siksa kubur, fitnah neraka dan siksa neraka, fitnah kekayaan, fitnah kemiskinan, serta fitnah Al Masih Ad Dajjal. Ya Allah, bersihkanlah dosa-dosaku dengan air salju dan embun, sucikanlah hatiku sebagaimana Engkau menyucikan pakaian putih dari kotoran, dan jauhkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana Engkau menjauhkan timur dari barat.”
4. Doa Memohon Rezeki kepada Allah SWT
اللهم رَبَّنَآ اَنْزِلْ عَلَيْنَا مَاۤىِٕدَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا لِّاَوَّلِنَا وَاٰخِرِنَا وَاٰيَةً مِّنْكَ وَارْزُقْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ
Latin: Allaahumma rabbanaa anzil ‘alainaa maa’idatam minas samaa’i takuunu lanaa ‘iidal li awwalinaa wa aakhirinaa wa aayatam minka warzuqnaa wa anta khairur raaziqiin.
Artinya: “Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit yang menjadi hari raya bagi kami, baik bagi orang-orang yang bersama kami maupun yang datang setelah kami, serta menjadi tanda kekuasaan-Mu. Berilah kami rezeki, karena Engkau adalah sebaik-baik pemberi rezeki.”
5. Doa Memohon Kekuatan dan Kecukupan
اللَّهُمَّ إِنِّي ضَعِيفٌ فَقُونِي وَإِنِّي ذَلِيْلٌ فَاعِزَّنِي وَإِنِّي فَقِيْرٌ فَاغْنِنِي يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Latin: Allaahumma inni dha’iifun fa qawwinii wa inni dzaliilun fa a’izzanii wa inni faqiirun fa aghninii yaa arhamar raahimiin.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku lemah, maka berilah aku kekuatan. Sesungguhnya aku hina, maka muliakanlah aku. Sesungguhnya aku miskin, maka cukupkanlah aku dengan karunia-Mu, wahai Dzat Yang Maha Penyayang.”
Selain mengamalkan doa-doa tersebut, Islam juga mengajarkan pentingnya berikhtiar, bekerja secara halal, mengelola keuangan dengan baik, serta berkomitmen melunasi utang sesuai waktu yang telah disepakati. (*)







