Fikih  

Niat dan Tata Cara Salat Sunnah Sebelum Subuh

Rasulullah SAW menegaskan pentingnya sikap moderat dalam beribadah. Islam adalah agama yang mudah dan tidak mengajarkan sikap berlebihan dalam menjalankan perintah agama. (Foto: Ahlul Bait Indonesia/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Salat sunnah sebelum Subuh atau qabliyah Subuh merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Meski hanya terdiri dari dua rakaat, ibadah ini memiliki keutamaan luar biasa hingga Rasulullah SAW senantiasa menjaganya dan hampir tidak pernah meninggalkannya, baik saat berada di rumah maupun ketika bepergian.

Salat sunnah sebelum Subuh termasuk dalam kategori sunnah muakkadah, yakni amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Keutamaan ibadah ini bahkan disebut lebih baik daripada dunia beserta seluruh isinya.

Dikutip dari buku “Fikih Salat Sunah” karya Ali Musthafa Siregar, salat sunnah sebelum Subuh adalah salat sunnah dua rakaat yang dilaksanakan sebelum menunaikan salat fardhu Subuh.

Dalam Kitab I’aanah ath-Thoolibin Juz I, ibadah ini memiliki beberapa sebutan, di antaranya salat sunnah Subuh, sunnah fajar, sunnah barod, sunnah wustho, dan sunnah ghodat.

Hukum Salat Sunnah Sebelum Subuh

Dalam Buku “Praktis Ibadah” yang disusun Irwan dan Ahmad Jafar, dijelaskan bahwa hukum salat sunnah sebelum Subuh adalah sunnah muakkadah. Rasulullah SAW sangat menjaga pelaksanaannya sehingga menjadi salah satu ibadah sunnah yang paling ditekankan.

Dari Aisyah RA, beliau berkata:

“Nabi SAW tidak pernah menjaga suatu salat sunnah melebihi penjagaan beliau terhadap dua rakaat sebelum Subuh.” (HR Bukhari dan Muslim)

Hadits tersebut menunjukkan besarnya perhatian Rasulullah SAW terhadap salat qabliyah Subuh sehingga umat Islam dianjurkan untuk mengamalkannya secara rutin.

Niat Salat Sunnah Sebelum Subuh

Niat dilakukan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Adapun lafaz niat yang biasa dibaca adalah sebagai berikut:

اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Latin: Usholli sunnatash subhi rok’ataini qobliyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.

Artinya: “Sengaja aku salat sunnah qobliyah Subuh dua rakaat karena Allah taala.”

Tata Cara Salat Sunnah Sebelum Subuh

Pelaksanaan salat sunnah sebelum Subuh pada dasarnya sama seperti salat sunnah dua rakaat lainnya.

Berikut tata caranya:

  1. Membaca niat sholat sunnah qabliyah Subuh
  2. Takbiratul ihram
  3. Membaca surat Al-Fatihah
  4. Membaca surat pendek Alquran Dianjurkan membaca surat Al-Kafirun pada rakaat pertama
  5. Rukuk
  6. Iktidal
  7. Sujud pertama
  8. Duduk di antara dua sujud
  9. Sujud kedua
  10. Berdiri untuk rakaat kedua
  11. Membaca Al-Fatihah dan surat pendek, dianjurkan surat Al-Ikhlas
  12. Rukuk
  13. Iktidal
  14. Sujud pertama
  15. Duduk di antara dua sujud
  16. Sujud kedua
  17. Duduk tasyahud akhir
  18. Salam ke kanan dan ke kiri.

Waktu Pelaksanaan Salat Sunnah Sebelum Subuh

Waktu pelaksanaan salat sunnah qabliyah Subuh dimulai setelah masuk waktu Subuh hingga sebelum salat fardhu Subuh dilaksanakan.

Karena itu, salat ini idealnya dikerjakan sesaat setelah azan Subuh dan sebelum iqamah. Rasulullah SAW mencontohkan pelaksanaannya sebanyak dua rakaat tanpa tambahan rakaat khusus lainnya.

Dalil dan Keutamaan Salat Sunnah Sebelum Subuh

Terdapat banyak hadits shahih yang menjelaskan keutamaan salat sunnah sebelum Subuh. Berikut beberapa di antaranya:

1. Lebih Baik dari Dunia dan Seisinya

Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Dua rakaat fajar (sebelum Subuh) lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.” (HR Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa pahala salat sunnah sebelum Subuh memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah SWT.

2. Salat Sunnah yang Paling Dijaga Rasulullah

Aisyah RA berkata:

“Aku tidak pernah melihat Nabi SAW begitu menjaga suatu salat sunnah sebagaimana beliau menjaga dua rakaat sebelum Subuh.” (HR Bukhari dan Muslim)

Keterangan tersebut menjadi bukti bahwa qabliyah Subuh merupakan ibadah sunnah yang memiliki kedudukan istimewa.

3. Tetap Dikerjakan Saat Safar

Banyak amalan sunnah yang terkadang ditinggalkan ketika seseorang bepergian. Namun Rasulullah SAW tetap menjaga pelaksanaan salat sunnah sebelum Subuh meskipun sedang dalam perjalanan.

Hal itu menunjukkan betapa besar keutamaan dan pentingnya ibadah dua rakaat sebelum Subuh ini bagi seorang muslim.

Dengan berbagai keutamaan yang dimilikinya, salat sunnah sebelum Subuh menjadi amalan ringan yang sangat sayang untuk dilewatkan.

Selain mengikuti sunnah Rasulullah SAW, ibadah ini juga menjadi sarana meraih pahala besar sebelum memulai aktivitas harian. (*)