SerambiMuslim.com – Doa menjenguk orang sakit merupakan amalan yang dianjurkan dalam Islam.
Selain menjadi bentuk kepedulian kepada sesama muslim, doa tersebut juga menjadi ikhtiar untuk memohon kesembuhan kepada Allah SWT bagi orang yang sedang menderita sakit.
Menjenguk orang sakit bahkan termasuk salah satu hak seorang muslim atas muslim lainnya. Rasulullah SAW bersabda:
“Hak muslim atas muslim lainnya ada lima, yaitu: menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang bersin.” (HR Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah)
Keutamaan menjenguk orang sakit juga dijelaskan dalam sejumlah hadits. Menurut buku “Samudra Keteladanan Muhammad” karya Nurul H Maarif, Nabi Muhammad SAW dalam hadits yang diriwayatkan At Tirmidzi, Ibn Majah, dan Ahmad bin Hanbal mengibaratkan orang yang menjenguk orang sakit sedang berjalan sambil memetik buah-buahan di surga lalu duduk dan rahmat Allah SWT diturunkan dengan deras.
Bila menjenguk orang sakit pada pagi hari, sebanyak 70 ribu malaikat akan mendoakan agar ia mendapatkan rahmat hingga sore hari. Sebaliknya, jika menjenguk pada sore hari, maka 70 ribu malaikat akan mendoakannya hingga pagi hari.
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Orang-orang yang menjenguk orang sakit akan berada di kebun-kebun surga sampai ia pulang.” (HR Muslim)
8 Doa Menjenguk Orang Sakit Lengkap Arab, Latin dan Artinya
Berikut beberapa doa untuk orang sakit yang dapat diamalkan muslim, sebagaimana dinukil dari buku “Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan” karya Ali Akbar bin Muhammad bin Aqil dan kitab Al-Adzkar Imam Nawawi terjemahan Ulin Nuha.
1. Doa Menjenguk Orang Sakit Versi Pertama
امْسَحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِك الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إلَّا أَنْتَ
Latin: Imsahil ba’sa rabban nāsi. Bi yadikas syifā’u. Lā kāsyifa lahū illā anta.
Artinya: “Tuhan manusia, sapulah penyakit ini. Di tangan-Mu lah kesembuhan itu. Tidak ada yang dapat mengangkatnya kecuali Engkau.”
2. Doa Menjenguk Orang Sakit Versi Kedua
أَسْأَلُ اللهَ العَظِيْمَ رَبَ العَرْشِ العَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ
Latin: As’alullāhal azhīma rabbal ‘arsyil ‘azhīmi an yassfiyaka.
Artinya: “Aku memohon kepada Allah yang agung, Tuhan arasy yang megah agar menyembuhkanmu.”
3. Doa Menjenguk Orang Sakit Versi Ketiga
اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا
Latin: Allāhummasyfi Sa’dan. Allāhummasyfi Sa’dan. Allāhummasyfi Sa’dan.
Artinya: “Tuhanku, sembuhkan Sa’ad. Tuhanku, sembuhkan Sa’ad. Tuhanku, sembuhkan Sa’ad.”
Muslim dapat mengganti nama Sa’ad dengan nama orang yang sedang sakit.
4. Doa Menjenguk Orang Sakit Versi Keempat
لَا بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ
Latin: Lā ba’sa thahūrun insyā’allāhu.
Artinya: “(Semoga) tidak apa-apa (sakit), semoga suci dengan kehendak Allah.”
5. Doa Menjenguk Orang Sakit Versi Kelima
شَفَى اللهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي دِيْنِكَ وَجِسْمِكَ إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ
Latin: Syafākallāhu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa ‘āfāka fī dīnika wa jismika ilā muddati ajalika.
Artinya: “Wahai (sebut nama orang yang sakit), semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan mengafiatkanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia.”
6. Doa Menjenguk Orang Sakit Versi Keenam
بِسْمِ اللهِ أَعُوْذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَ قُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَ أَحَاذِرُ
Latin: Bismillaah (3 kali), a’uudzu bi ‘izzatillaahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru (7 kali).
Artinya: “Dengan nama Allah, aku berlindung dengan keagungan dan kekuasaan Allah dari kejahatan yang menimpaku dan yang aku takuti.” (HR Muslim)
7. Doa Menjenguk Orang Sakit Versi Ketujuh
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءٌ لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
Latin: Allahumma rabbannaasi adzhibil ba’sa isyfihi wa antas syafi laa syifaa’a ilaa syifaa’uka laa yughadiru saqaman.
Artinya: “Ya Allah, Tuhannya manusia, hilangkanlah rasa sakit, sembuhkanlah, Engkau-lah Dzat Yang Menyembuhkan. Tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit.”
8. Doa Menjenguk Orang Sakit Versi Kedelapan
بِاسْمِ اللهِ، أَرْقِيْكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيْكَ مِنْ شَرِ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ، اللهُ يَشْفِيْكَ بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيْكَ
Latin: Bismillahi arqika min kulli syai’in yu’dzika min syarri kulli nafsin aw ainin haasidin, Allahu yasyfika bismillahi arqika.
Artinya: “Dengan Nama Allah, aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu, dan dari keburukan segala jiwa atau mata yang dengki. Semoga Allah menyembuhkanmu. Dengan Nama Allah aku meruqyahmu.”
Benarkah Sakit Menjadi Penggugur Dosa?
Dalam Islam, sakit tidak hanya dipandang sebagai ujian, tetapi juga dapat menjadi sarana penghapus dosa. Karena itu, muslim yang sedang sakit dianjurkan untuk introspeksi diri, bertobat, berdoa, dan terus berikhtiar agar memperoleh kesembuhan.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Tidaklah seorang muslim ditimpa suatu musibah berupa sakit atau lainnya, melainkan Allah akan menggugurkan dosa-dosanya dengan sakitnya itu, sebagaimana sebatang pohon yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR Bukhari dan Muslim)
Selain menjadi penggugur dosa, sakit juga dapat menjadi ladang pahala bagi seorang muslim. Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila seorang hamba mengalami sakit atau sedang dalam perjalanan, maka akan dicatat baginya pahala perbuatannya seperti pahala perbuatan yang dilakukannya ketika tidak bepergian atau tidak sakit.” (HR Bukhari)
Adab Menjenguk Orang Sakit dalam Islam
Selain membaca doa, umat Islam juga dianjurkan menjaga adab ketika menjenguk orang sakit agar kehadirannya membawa kenyamanan dan semangat bagi pasien.
Berikut beberapa adab menjenguk orang sakit:
- Tidak berlama-lama duduk di samping orang sakit.
- Memilih waktu yang tepat agar tidak membebani orang yang sakit.
- Menanyakan kondisi dan keadaan orang yang sedang sakit.
- Mendoakan kesembuhan orang sakit.
- Memberikan semangat dan motivasi agar tetap sabar serta optimistis menjalani proses penyembuhan.
Dengan memahami keutamaan, doa, dan adab menjenguk orang sakit, seorang muslim dapat menjalankan sunnah Rasulullah SAW sekaligus mempererat tali persaudaraan sesama umat Islam. (*)







