SerambiMuslim.com – Utang merupakan kewajiban yang harus diselesaikan oleh setiap Muslim. Dalam ajaran Islam, melunasi utang bukan hanya urusan finansial, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral dan agama yang tidak boleh diabaikan.
Ketika kondisi ekonomi sedang sulit, seseorang mungkin belum mampu melunasi kewajibannya. Namun demikian, Islam mengajarkan agar umatnya tetap berusaha, tidak menunda pembayaran utang tanpa alasan yang dibenarkan, serta memperbanyak doa memohon kemudahan dan kelapangan rezeki kepada Allah SWT.
Mengacu pada buku “Seri Fikih Kehidupan” karya Ahmad Sarwat, Rasulullah SAW mengingatkan agar orang yang mampu tidak menunda pembayaran utang.
“Menunda-nunda pembayaran utang dari orang yang mampu membayarnya adalah perbuatan zalim. Dan apabila salah seorang dari kamu dipindahkan penagihannya kepada orang lain yang mampu, hendaklah ia menerima.” (HR Ahmad dan Abi Syaibah)
Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa utang harus diselesaikan sesegera mungkin. Bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi, ikhtiar dan doa dapat menjadi jalan untuk memohon pertolongan Allah SWT.
Berikut beberapa doa hajat untuk melunasi utang yang dinukil dari kitab Fiqh Al-Ad’iyah Wal-Adzkaar karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Badr dan buku Jihad Keluarga: Membina Rumah Tangga Sukses Dunia Akhirat karya A Fatih Syuhud.
1. Doa Pelunas Utang yang Diajarkan Rasulullah SAW
Doa ini diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib RA:
اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأغْنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Latin: Allahummakfinii bihalaalika ‘an haraamika wa aghnii bifadhlika ‘amman siwaak
Artinya: “Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal daripada yang haram dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu daripada selain Engkau.” (HR Tirmidzi)
2. Doa Memohon Jalan Keluar dari Kesulitan
اللَّهُمَّ يَا فَارِجَ الْهَمِّ ، كَاشِفَ الْغَمِّ ، مُجِيبَ دَعْوَةَ الْمُضْطَرِّينَ ، رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَرَحِيمَهُمَا ، أَنْتَ تَرْحَمُنِي ، فَارْحَمْنِي رَحْمَةً تُغْنِينِي بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ
Latin: Allahumma ya farijal ham kasyifal gham mujiba da’watal mudhtharriin rahmanad dunya wal akhirah warahimahuma anta tarhamuni farhamni rahmatan tughnini biha rahmati man siwak.
Artinya: “Ya Allah, yang menghilangkan kerisauan, yang menghilangkan kesedihan, Maha mengabulkan doa orang yang menderita. Engkau Maha Pengasih kepada seisi dunia dan akhirat dan menyayangi keduanya. Engkau mengasihiku, berilah aku rahmat yang membuatku tidak memerlukan lagi pertolongan selain dari-Mu.”
3. Doa Berlindung dari Lilitan Utang
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Latin: Allahumma innii a’uudzu bika minal hammi wal hazan, wa a’uudzu bika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’uudzu bika minal jubni wal bukhl, wa a’udzu bika min ghalabatid dain wa qahrir rijal.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari ketakutan dan kekikiran, dari lilitan utang dan kezaliman orang-orang.”
4. Doa Memohon Kemudahan
اَللَّهُمَّ يَسِّرْ وَ لَا تُعَسِّرْ
Latin: Allahumma yassir walaa tu’assir
Artinya: “Ya Zat yang memudahkan segala yang sulit, mudahkanlah jangan Engkau persulit.”
5. Doa Agar Rezeki Diberkahi
بِسْمِ اللهِ عَلَى نَفْسِي وَمَالِي وَدِيْنِيْ. اَللَّهُمَّ رَضِّنِيْ بِقَضَائِكَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا قُدِّرَ لِيْ حَتَّى لَا أُحِبَّ تَعْجِيْلَ مَا أَخَّرْتَ وَلَا تَأْخِيْرَ مَا عَجَّلْتَ
Latin: Bismillâhi ‘ala nafsî wa mâlî wa dînî. Allâhumma radhdhinî bi qadhâ’ika, wa bârik lî fîmâ quddira lî hattâ lâ uhibba ta’jîla mâ akhkharta, wa lâ ta’khîra mâ ‘ajjalta.
Artinya: “Dengan nama Allah yang menguasai diri, harta, dan agamaku. Tuhanku, kondisikan batinku agar rela menerima ketentuan-Mu. Berkatilah aku pada semua yang ditakdirkan untukku sehingga aku enggan menyegerakan apa yang Kautunda dan enggan menunda apa yang Kausegerakan.”
Selain memperbanyak doa, umat Islam juga dianjurkan untuk terus berikhtiar, bekerja dengan sungguh-sungguh, mengelola keuangan secara bijak, serta berkomitmen menyelesaikan kewajiban kepada sesama. Dengan usaha dan doa yang seimbang, diharapkan Allah SWT memberikan jalan keluar dari kesulitan dan kemudahan dalam melunasi utang. (*)







